Penulis
KOMPAS.com- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat layanan untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, khususnya pada sektor akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk, menjelang fase puncak haji.
Menurut juru bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, Sabtu (9/5/2026), penguatan layanan dilakukan agar jemaah dapat fokus beribadah.
Baca juga: Fasilitas Penjemuran Pakaian untuk Jemaah Haji Indonesia di Makkah Tersedia dengan Baik
Memasuki hari ke-19 operasional haji 1447 H/2026 M, pelayanan jemaah Indonesia berjalan lancar dan terkendali.
Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 303 kloter dengan 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berjalan secara bertahap.
Sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas sudah tiba di Makkah untuk menjalankan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji.
Kedatangan gelombang kedua di Bandara King Abdul Aziz di Jeddah tercatat sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas.
Dalam hal akomodasi, PPIH Daerah Kerja Madinah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang menempati 94 hotel, sedangkan PPIH Daerah Kerja Makkah melayani 165 kloter dengan 63.822 jemaah yang menginap di 180 hotel.
Layanan konsumsi juga berjalan dengan lancar, di mana sebanyak 2.782.118 box makanan telah didistribusikan kepada jemaah Indonesia, dengan 2.129.003 boks di Madinah dan 653.115 boks di Makkah.
Baca juga: Jaga Gizi Jemaah Haji 2026, Kemenhaj Pastikan Menu Nusantara Hadir di Tanah Suci
Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi vital dalam mendukung mobilitas jemaah. Sebanyak 17 rute bus dengan 969 trip telah dioperasikan untuk memfasilitasi perjalanan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.
Di sektor kesehatan, hingga saat ini tercatat 19.549 jemaah menjalani rawat jalan, sementara 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 352 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi.
Menghadapi suhu yang mencapai 38-42 derajat Celsius, Kemenhaj mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan.
Selain itu, hingga 8 Mei 2026, tercatat 20 jemaah wafat di Arab Saudi, dan Kemenhaj memastikan hak layanan bagi jemaah wafat terpenuhi sesuai prosedur.
Baca juga: Kemenhaj Perkuat Satgas Haji Nonprosedural, 80 Keberangkatan WNI Ditunda
Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada petugas haji Indonesia yang bekerja keras melayani jemaah dan kepada seluruh jemaah yang tertib dan disiplin.
"Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan," tutup Ichsan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang