Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci

Kompas.com, 11 Mei 2026, 22:06 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Gulf News

KOMPAS.com - Ibadah haji menjadi rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan umat Islam yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.

Menjelang musim haji 1447 Hijriah/2026, jutaan jemaah dari berbagai negara mulai mempersiapkan perjalanan menuju Tanah Suci Makkah.

Haji bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi ibadah suci yang menjadi impian banyak Muslim sepanjang hidupnya.

Baca juga: Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci

Karena itu, calon jemaah perlu memahami syarat, aturan, hingga rangkaian ibadah haji sebelum berangkat.

Dilansir dari Gulf News, berikut panduan haji 2026 lengkap yang bisa disimak agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

Baca juga: Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci

Jadwal Puncak Haji 2026 dan Hari Arafah

Musim haji 2026 diperkirakan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 hingga Sabtu, 30 Mei 2026.

Sementara puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026. Setelah itu, Hari Raya Idul Adha diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Menjelang keberangkatan, calon jemaah biasanya mulai mempersiapkan kondisi fisik, mental, perlengkapan, hingga memperbanyak ibadah dan doa.

Rangkaian Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir

Ibadah haji dimulai dengan niat dan memasuki ihram sebelum tiba di Makkah.

Setelah itu, jemaah melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, kemudian melanjutkan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah untuk mengenang perjuangan Siti Hajar mencari air bagi Nabi Ismail AS.

Jemaah kemudian menuju Mina untuk bermalam sebelum menjalani wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji.

Setelah matahari terbenam, jemaah bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam dan mengumpulkan batu kerikil untuk lempar jumrah di Mina.

Prosesi lempar jumrah dilakukan untuk mengenang Nabi Ibrahim AS yang melempar setan ketika digoda agar tidak menaati perintah Allah SWT.

Setelah itu, jemaah menyembelih hewan kurban dan melaksanakan tahalul dengan mencukur atau memotong rambut sebagai tanda selesainya sebagian rangkaian ibadah haji.

Rangkaian ibadah kemudian diakhiri dengan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Makkah.

Haji Jadi Ibadah Wajib bagi Muslim yang Mampu

Bagi umat Islam, haji merupakan perjalanan spiritual menuju Makkah yang wajib dilakukan minimal sekali seumur hidup bagi yang memenuhi syarat istitha’ah atau kemampuan.

Ibadah ini dianggap istimewa karena diyakini menjadi kesempatan untuk memohon ampunan dan membersihkan diri dari dosa.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang menunaikan haji dengan ikhlas tanpa melakukan perbuatan buruk akan kembali dalam keadaan suci seperti saat dilahirkan ibunya.

Perbedaan Haji dan Umrah

Sebagian masyarakat masih menyamakan haji dengan umrah, padahal keduanya memiliki perbedaan.

Umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun dan hukumnya tidak wajib. Sedangkan haji wajib dilakukan sekali seumur hidup bagi yang mampu dan hanya berlangsung pada waktu tertentu di bulan Zulhijah.

Umrah sering disebut sebagai ibadah kunjungan singkat ke Tanah Suci, sedangkan haji menjadi perjalanan ibadah besar yang menjadi puncak spiritual umat Islam.

Kelompok Muslim yang Wajib Menunaikan Haji

Kewajiban haji hanya berlaku bagi Muslim yang telah baligh, berakal sehat, mampu secara fisik, serta memiliki kemampuan biaya tanpa harus berutang.

Orang yang sakit berat, lansia dengan kondisi fisik lemah, penyandang disabilitas tertentu, atau mereka yang belum mampu secara ekonomi tidak diwajibkan berhaji.

Anak-anak juga tidak memiliki kewajiban menunaikan haji, meskipun sebagian keluarga tetap mengajak mereka ke Tanah Suci.

Islam juga tidak membebani seseorang di luar kemampuannya, sehingga tidak ada dosa bagi orang yang belum mampu berhaji.

Persiapan Penting Sebelum Berangkat Haji

Menjelang keberangkatan, calon jemaah disarankan mulai menjaga kondisi tubuh karena ibadah haji membutuhkan aktivitas fisik cukup berat.

Selama di Tanah Suci, jemaah akan banyak berjalan kaki di tengah cuaca panas dan keramaian jutaan manusia.

Karena itu, jemaah dianjurkan rutin berjalan kaki ringan, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga pola makan, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum berangkat.

Selain kesiapan fisik, jemaah juga perlu memahami makna ihram sebagai bentuk kesiapan spiritual selama berhaji.

Memahami Aturan Ihram saat Haji

Ihram bukan hanya pakaian, tetapi juga kondisi spiritual ketika jemaah mulai memasuki rangkaian ibadah haji.

Saat berihram, jemaah dilarang bertengkar, berkata kasar, menyakiti orang lain, memotong rambut atau kuku, hingga menggunakan wewangian.

Bagi laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan. Sedangkan perempuan mengenakan pakaian tertutup, namun tidak menutupi wajah dan telapak tangan.

Pakaian ihram melambangkan kesederajatan seluruh manusia di hadapan Allah SWT tanpa memandang status sosial maupun kekayaan.

Keselamatan dan Kesehatan Jemaah Jadi Prioritas

Keramaian saat musim haji membuat jemaah perlu lebih memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan.

Jemaah disarankan membawa identitas diri, memastikan telepon genggam tetap aktif, menentukan titik kumpul bersama rombongan, serta mengikuti arahan petugas haji dan otoritas Arab Saudi.

Selain itu, penggunaan masker, rutin mencuci tangan, dan membawa obat-obatan pribadi juga dianjurkan untuk menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.

Luruskan Niat Sebelum Berangkat Haji

Calon jemaah juga diingatkan untuk meluruskan niat sebelum berangkat haji.

Ibadah haji bukan dilakukan demi pengakuan, pujian, atau sekadar membagikan momen di media sosial, melainkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.

Karena itu, seluruh rangkaian haji sebaiknya dijalankan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan.

Pesan untuk Calon Jemaah Haji 2026

Calon jemaah haji diimbau membawa perlengkapan secukupnya namun tetap lengkap, seperti kain ihram, sandal nyaman, obat pribadi, sabun tanpa pewangi, serta tas kecil untuk kebutuhan harian.

Jemaah juga dianjurkan memperbanyak membaca talbiyah:

“Labbaik Allahumma Labbaik”
Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu.”

Saat berada di Arafah, jemaah dianjurkan memperbanyak doa untuk keluarga, orang tua, anak-anak, dan seluruh umat Islam di dunia.

Hari Arafah dikenal sebagai salah satu waktu terbaik untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Ini Cara Arab Saudi Ciptakan Suasana Sejuk di Arafah saat Puncak Haji 2026
Aktual
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Panduan Singkat Haji 2026: Hal yang Wajib Diketahui Jemaah Sebelum Berangkat dan Saat di Tanah Suci
Aktual
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tiga Kelompok Jemaah Haji yang Paling Rentan Saat Hadapi Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Dokter Gizi Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke di Tanah Suci
Aktual
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Dokter Gizi Bagikan Tips Bagi jemaah Haji Saat Beraktivitas di Tengah Cuaca Panas Ekstrem di Tanah Suci
Aktual
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Ketentuan Ibadah Haji bagi Perempuan Haid, Tawaf Ifadah Harus Menunggu Suci
Aktual
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Jemaah Kloter 30 Embarkasi Makassar Mulai Masuk Asrama Haji Sudiang, Berangkat ke Tanah Suci Selasa Malam
Aktual
Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Perjalanan Panjang Jemaah Haji Merauke ke Asrama Haji Sudiang demi Bisa Terbang ke Tanah Suci
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji 2026
Aktual
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Cerita Yusuf Merawat Blecki, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026
Aktual
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Sapi Berbobot 900 Kg Milik Peternak Reban Batang Terpilih sebagai Hewan Kurban Presiden Prabowo
Aktual
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Cerita Agus Pemilik “Si Gerandong”, Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palu
Aktual
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Pemkot Palu Keluarkan Larangan Penggunaan Kantong Plastik Saat Pembagian Daging Kurban Idul Adha 2026
Aktual
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Harga Sapi Kurban di Sukoharjo Naik Hingga Rp 2 Juta Jelang Idul Adha 2026
Aktual
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Ketentuan Umrah Wajib yang Dijalani Jemaah Haji Sebelum Puncak Haji di Armuzna
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com