Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Puncak Haji 2026, Saudi Perkuat Layanan di Dua Miqat Utama

Kompas.com, 22 Mei 2026, 14:00 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus mematangkan berbagai persiapan menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Salah satu fokus utama tahun ini adalah peningkatan layanan di kawasan miqat, titik penting yang menjadi tempat jamaah memulai niat ihram sebelum memasuki rangkaian ibadah haji dan umrah.

Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat Suci bersama sejumlah instansi penyelenggara haji telah menyelesaikan persiapan operasional di dua miqat utama, yaitu Miqat Yalamlam di Kegubernuran Al Lith dan Miqat Al-Juhfah di Kegubernuran Rabigh.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kedatangan jamaah haji dari berbagai negara melalui jalur udara, laut, dan darat menjelang fase puncak haji.

Miqat Jadi Gerbang Awal Perjalanan Spiritual Jamaah

Bagi umat Islam, miqat bukan sekadar titik transit perjalanan menuju Tanah Suci. Tempat ini memiliki makna penting karena menjadi lokasi dimulainya ihram, salah satu ketentuan utama dalam ibadah haji dan umrah.

Di miqat, jamaah mulai mengenakan pakaian ihram, melafalkan niat, serta memasuki fase ibadah yang penuh kekhusyukan.

Oleh karena itu, kenyamanan dan kesiapan fasilitas di kawasan miqat menjadi perhatian besar pemerintah Saudi.

Dalam buku Fiqih Haji dan Umrah karya Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa miqat merupakan bagian penting dalam syariat haji yang telah ditentukan langsung oleh Rasulullah SAW untuk jamaah dari berbagai arah kedatangan.

Sementara itu, dalam buku Manasik Haji dan Umrah karya KH Ahmad Sarwat disebutkan bahwa kesiapan jamaah sejak di miqat sangat memengaruhi kelancaran ibadah pada tahap-tahap berikutnya.

Baca juga: Daftar Barang Wajib Saat Armuzna, Jemaah Haji Jangan Sampai Salah

Perbaikan Jalur hingga Pendingin Udara

Menurut laporan SPA, persiapan di Miqat Yalamlam dan Miqat Al-Juhfah mencakup pengembangan dan pemeliharaan menyeluruh terhadap berbagai fasilitas layanan jamaah.

Pemerintah Saudi melakukan peningkatan jalur internal, penataan halaman, area istirahat, serta penguatan layanan kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum.

Selain itu, sistem pendingin udara juga ditingkatkan untuk membantu jamaah menghadapi suhu panas yang kerap ekstrem menjelang musim haji.

Tidak hanya itu, kesiapan area shalat, tempat wudhu, dan toilet menjadi bagian penting dalam pembenahan layanan.

Pemerintah Saudi bekerja sama dengan operator lapangan untuk memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal ketika jumlah jamaah mulai membludak.

Peningkatan tersebut dinilai penting mengingat jutaan jamaah akan melintasi kawasan miqat dalam waktu yang hampir bersamaan.

Sistem Informasi Multibahasa Disiapkan

Salah satu tantangan besar dalam penyelenggaraan haji adalah keberagaman jamaah dari berbagai negara dan bahasa.

Oleh karena itu, pemerintah Saudi juga memperkuat sistem informasi dan petunjuk arah multibahasa di kawasan miqat.

Petunjuk tersebut diharapkan mempermudah jamaah memahami alur perjalanan, lokasi fasilitas umum, hingga tata cara pelayanan selama berada di kawasan miqat.

Selain sistem informasi, jumlah petugas lapangan, relawan, layanan darurat, dan tenaga kesehatan juga ditambah untuk mendukung kelancaran operasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Saudi dalam membangun pelayanan haji yang lebih modern, aman, dan terintegrasi.

Baca juga: Jadwal Pembagian dan Menu Makanan Jemaah Jelang Puncak Haji di Armuzna

Wukuf di Arafah Jatuh pada 26 Mei 2026

Mahkamah Agung Arab Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah akan jatuh pada 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah 1447 H.

Sementara itu, Hari Raya Idul Adha ditetapkan berlangsung pada 27 Mei 2026.

Keputusan tersebut diumumkan setelah sidang rukyat hilal Dzulhijjah yang digelar Mahkamah Agung Arab Saudi pada Ahad (17/5/2026).

Penetapan awal Dzulhijjah menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan besar penyelenggaraan haji, termasuk pengaturan transportasi, layanan kesehatan, pengamanan, hingga kesiapan kawasan miqat dan Armuzna.

Jamaah Diminta Tidak Memforsir Tenaga

Menjelang puncak haji, para pembimbing ibadah juga mulai mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri menjalani aktivitas berat.

Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH Abdullah Kafabihi Machrus, menekankan pentingnya menjaga stamina sebelum wukuf di Arafah.

Ia mengingatkan bahwa wukuf merupakan inti ibadah haji yang tidak dapat ditinggalkan.

“Al-Hajju Arafah, haji itu intinya wukuf di Arafah. Maka sebelum itu jangan memforsir tenaga,” ujar Kiai Kafabihi kepada Media Center Haji di Madinah.

Ia mengimbau jamaah agar tidak terlalu sering melakukan aktivitas sunnah yang menguras energi, seperti umrah berulang kali atau perjalanan tambahan yang melelahkan.

Menurutnya, menjaga kesehatan dan energi jauh lebih penting agar jamaah mampu menjalankan seluruh rukun haji dengan baik.

Baca juga: Unik, Makanan di Armuzna Juga Bisa Jadi Oleh-oleh Jamaah Haji Indonesia

Cuaca Panas Jadi Tantangan Besar Musim Haji

Selain kepadatan jamaah, cuaca panas Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri selama musim haji berlangsung.

Dalam sejumlah laporan kesehatan haji, dehidrasi dan kelelahan akibat paparan suhu ekstrem menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami jamaah.

Oleh karena itu, pemerintah Saudi beberapa tahun terakhir terus memperkuat infrastruktur pendukung, mulai dari pendingin udara, jalur pejalan kaki yang teduh, layanan air minum, hingga pusat kesehatan darurat di berbagai titik.

Dalam buku Tuntunan Super Lengkap Haji dan Umrah karya Ustadz Rusdianto disebutkan bahwa kesiapan fisik dan pengelolaan energi menjadi faktor penting agar jamaah dapat menyelesaikan ibadah haji secara optimal.

Modernisasi Layanan Haji Terus Dilakukan

Arab Saudi terus melakukan transformasi layanan haji berbasis teknologi dan infrastruktur modern.

Pengembangan kawasan miqat menjadi bagian dari upaya besar kerajaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jutaan jamaah dunia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Saudi juga melakukan berbagai inovasi lain seperti layanan bus pintar, pendingin udara raksasa di Masjidil Haram, jalur pedestrian modern, hingga sistem hidrasi pintar di kawasan Armuzna.

Modernisasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas layanan, tetapi juga menciptakan pengalaman ibadah yang lebih aman, nyaman, dan tertata.

Dengan rampungnya persiapan di Miqat Yalamlam dan Miqat Al-Juhfah, pemerintah Saudi berharap jamaah dapat memulai perjalanan spiritual mereka dengan lebih tenang dan nyaman sejak memasuki gerbang awal ibadah haji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com