Editor
KOMPAS.com - Program pengelolaan dam atau denda haji tamattu pada musim haji 2026 tidak hanya berfokus pada tata kelola ibadah, tetapi juga membawa misi kemanusiaan internasional.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta sebagian besar daging dam jemaah haji Indonesia didistribusikan untuk masyarakat Palestina.
Permintaan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah Arab Saudi dan Adahi sebagai lembaga resmi pengelola dam jemaah haji.
Baca juga: DPR Minta Pemerintah Siapkan Skenario Darurat Jelang Puncak Haji Armuzna
Kebijakan itu disebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah Indonesia terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Azhar Simanjuntak, mengatakan distribusi daging dam untuk Palestina dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Modus Haji Ilegal 13 WNI Terbongkar di Kualanamu, Sempat Gagal Terbang di Soekarno-Hatta dan Batam
"Kami sudah meminta secara khusus kepada Adahi juga Pemerintah Saudi Arabia, supaya daging-daging dam ini itu didistribusikan untuk masyarakat Palestina," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Jumat (22/5/2026).
Menurut Dahnil, jumlah dam jemaah haji Indonesia tahun ini yang diperkirakan akan disalurkan ke Palestina mencapai hampir 90 ribu ekor.
"Presiden berharap daging-daging dam jemaah haji Indonesia didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan," tambah Dahnil.
Selain untuk Palestina, sebagian daging dam juga direncanakan disalurkan kepada masyarakat di kawasan Timur Tengah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Di sisi lain, kesadaran jemaah haji Indonesia untuk membayar dam melalui jalur resmi disebut meningkat signifikan pada musim haji tahun ini.
Berdasarkan data Kemenhaj per Jumat (22/5/2026), jumlah dam yang dibayarkan jemaah haji Indonesia mencapai 126.832 hadyu atau hewan kurban.
Rinciannya, sebanyak 90.956 jemaah membayar dam melalui Adahi di Arab Saudi, sedangkan 32.691 jemaah membayar dam di Tanah Air.
"Ada juga yang membayar damnya dengan puasa, yaitu 3.195 orang dan yang haji ifrad (tidak perlu membayar dam) 1.076 orang," kata Dahnil.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari 1.000 persen dibandingkan musim haji sebelumnya. Pada tahun lalu, jumlah dam yang tercatat hanya sekitar 10 ribu dari total 221 ribu jemaah haji Indonesia.
Dahnil menjelaskan, proses pemotongan hewan dam jemaah haji akan dimulai pada 10 Dzulhijjah atau Rabu, 27 Mei 2026. Perwakilan Kemenhaj RI bersama awak media disebut akan menyaksikan langsung proses pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Adahi.
Ia mengatakan jemaah nantinya akan menerima notifikasi dari Adahi melalui telepon seluler sebagai tanda hewan dam telah dipotong.
Sementara itu, pelaksanaan dam yang dilakukan di Tanah Air sepenuhnya diatur masing-masing jemaah tanpa koordinasi dari pemerintah.
"Kami, tidak ikut-ikut, artinya tidak mengoordinir atau jemaah bisa memotong hewan damnya di kampungnya masing-masing," ungkapnya.
Menurut Dahnil, pendataan dam haji yang dilakukan tahun ini menjadi bagian penting dalam pembenahan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Daging Kurban Dam Jemaah Haji Indonesia akan Didistribusikan untuk Palestina”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang