Editor
KOMPAS.com - Suasana haru menyelimuti proses pemakaman jemaah haji asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan, yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi.
Setelah ditemukan meninggal dunia pada Jumat (22/5/2026), jenazah Firdaus dimakamkan pada Sabtu (23/5/2026) di pemakaman umum di Makkah.
Sang istri, Nafsiah Nawan, tampak tegar mengikuti seluruh proses pemakaman meski hanya dapat menyaksikan dari balik pagar.
Baca juga: Kronologi Jemaah Haji Asal Jakarta Hilang di Makkah, Kemenhaj Kerahkan Tim Lakukan Pencarian
Di tengah duka mendalam, Nafsiah tetap menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada petugas haji Indonesia yang telah membantu pencarian suaminya.
Sebelum dimakamkan, jenazah Firdaus terlebih dahulu disalatkan di Masjidil Haram usai shalat Subuh bersama tujuh jenazah lainnya. Setelah itu, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju lokasi pemakaman.
Baca juga: Jemaah Haji JKG-27 Muhammad Firdaus Wafat, Dimakamkan di Makkah
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Kasi Linjam) PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Tulus Widodo, memastikan proses pemakaman berjalan aman dan lancar.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Alhamdulillah kita telah memakamkan almarhum Bapak Muhammad Firdaus Akhlan dalam keadaan aman dan lancar," kata Tulus kepada tim Media Center Haji (MCH).
Tulus juga mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT.
"Semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya. Dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan," lanjut Tulus.
Usai proses pemakaman, Nafsiah tampak tetap tegar meski baru saja kehilangan suami yang telah mendampinginya sejak tahun 1976.
Dengan mengenakan gamis dan kerudung hitam, perempuan yang sehari-hari menjadi guru ngaji itu menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas haji Indonesia.
"Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak kepada petugas Indonesia atas bantuan. Saya bersyukur, Masya Allah, begitu besar," ujarnya.
"Mudah-mudahan, atas bantuannya dari Indonesia, Allah berikan selalu kesehatan, Allah jaga, Allah pelihara," lanjut Nafsiah.
Ibu tiga anak tersebut juga memanjatkan doa untuk almarhum suaminya agar mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Mudah-mudahan Pak Firdaus ini dapat pertolongan dari Jemaah Indonesia. Mudah-mudahan, Pak Firdaus, Allah ampunkan dosanya, diterima amal ibadahnya, diluaskan kuburnya," kata Nafsiah.
"Sekali lagi, saya mohon maaf dari bapak-bapak semua. Mohon maaf dan terima kasih," tambahnya.
Firdaus sebelumnya dilaporkan hilang pada Jumat (15/5/2026) setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di sektor 9 Misfalah, Makkah.
Kepergiannya sekitar pukul 09.04 waktu Arab Saudi sempat terekam kamera CCTV. Saat itu, Firdaus berpamitan kepada istrinya untuk melaksanakan shalat Jumat.
Nafsiah bahkan telah menyiapkan pakaian berupa baju koko putih dan sarung warna gelap untuk dikenakan suaminya.
Saat meninggalkan hotel, Firdaus diketahui tidak membawa identitas apa pun selain gelang haji. Kartu nusuk, paspor, telepon seluler, dan dokumen lainnya ditinggalkan di kamar hotel.
Setelah menerima laporan kehilangan, Kementerian Haji dan Umrah melalui PPIH Arab Saudi langsung membentuk tim pencarian intensif.
Pencarian dilakukan dengan menyusuri sejumlah sektor di Makkah, termasuk beberapa rumah sakit.
Pada Jumat (22/5/2026), tim akhirnya memastikan keberadaan Firdaus. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan perbukitan Jabal Kudai yang berjarak sekitar 1,5 hingga 2 kilometer dari hotel tempatnya menginap.
Berdasarkan kondisi jenazah, almarhum diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Firdaus.
"Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Hasan.
Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit, petugas haji, dan masyarakat Indonesia yang turut membantu serta mendoakan proses pencarian.
Ia memastikan pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi almarhum.
"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," jelas Hasan.
Hasan mengajak seluruh jemaah dan petugas haji meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.
Menurutnya, jemaah yang terlihat berjalan sendiri, kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan perlu segera dibantu.
"Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," imbaunya.
Hasan juga mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendirian tanpa pendampingan demi mencegah risiko tersesat selama berada di Tanah Suci.
"Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya," tegasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Ketegaran Nafsiah, Istri Kakek Firdaus usai Suami Dimakamkan: Mudah-mudahan Diterima Amal Ibadahnya”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang