Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri

Kompas.com, 26 Mei 2026, 19:08 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Anggota Amirulhaj Indonesia sekaligus Khatib Wukuf di Arafah, Asep Saifuddin Chalim, menegaskan bahwa makna utama ibadah haji terletak pada ketakwaan dan perubahan diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Dalam khutbah wukuf pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Padang Arafah, Asep mengajak jamaah menjadikan momentum haji sebagai jalan kembali kepada Allah SWT dengan hati yang lebih bersih.

Ia menekankan bahwa kemabruran haji harus tercermin dalam perubahan perilaku, akhlak, dan kepedulian sosial setelah kembali ke Tanah Air.

Baca juga: PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah

Selain itu, Asep juga mengingatkan pentingnya persaudaraan umat dan penguatan nilai peradaban dalam pelaksanaan ibadah haji.

Khatib Wukuf Tekankan Makna Takwa dalam Haji

Dalam khutbah wukuf di Padang Arafah, Selasa (26/5/2026), Asep mengajak jamaah haji Indonesia menjadikan Arafah sebagai momentum memperkuat keimanan dan memperbaiki kualitas diri.

Baca juga: Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah

“Oleh-oleh terbaik dari haji adalah takwa, hati yang lebih bersih, hidup yang lebih dekat kepada Allah, kesediaan untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat,” kata Asep di hadapan jamaah haji Indonesia.

Menurut dia, Padang Arafah mengajarkan bahwa tidak ada kemuliaan sejati selain ketakwaan. Harta, jabatan, maupun kedudukan sosial dinilai tidak menentukan kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT.

“Di tempat ini semua hadir sebagai hamba. Semua memohon ampun. Semua mengharap rahmat Allah,” ujarnya.

Haji Mabrur Harus Tercermin dalam Perubahan Sikap

Asep mengatakan haji mabrur tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian manasik, tetapi juga dari perubahan perilaku setelah jamaah kembali ke kehidupan sehari-hari.

“Haji mabrur adalah perubahan hidup yang tampak pada hati yang lebih lembut, ibadah yang lebih terjaga, lisan yang lebih santun, sikap yang lebih sabar dan bijak, serta kepedulian yang lebih nyata dalam kehidupan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya persaudaraan dan kepedulian sosial yang dipelajari jamaah selama berhaji. Menurut dia, jutaan umat Islam dari berbagai bangsa dipersatukan oleh tauhid meski memiliki perbedaan bahasa, warna kulit, dan latar belakang.

Khatib Wukuf Jelaskan Program Tri Sukses Haji

Dalam kesempatan tersebut, Asep turut menjelaskan program “Tri Sukses Haji” yang dicanangkan pemerintah, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses keadaban serta peradaban.

Menurut dia, sukses ritual menekankan pentingnya pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Sementara sukses ekosistem ekonomi haji diarahkan agar pengelolaan dana dan layanan haji dilakukan secara amanah, transparan, serta memberi manfaat bagi ekonomi umat dan bangsa.

Adapun sukses keadaban dan peradaban bertujuan membentuk jamaah haji yang mampu menjadi penebar kedamaian dan perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Haji bukan hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga harus menguatkan kesalehan sosial dan menjadi katalisator peradaban bangsa,” ujarnya.

Asep berharap seluruh jamaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air dengan membawa perubahan diri yang lebih baik, akhlak yang lebih mulia, dan semangat melayani sesama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Wapres Gibran Salurkan Sapi Kurban 916 Kilogram Lewat BAZNAS RI
Aktual
Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
Khatib Wukuf Arafah: Oleh-oleh Terbaik Haji adalah Takwa dan Perubahan Diri
Aktual
PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah
PPIH: Seorang Jemaah Haji Asal Bireun Aceh Meninggal di Tenda Arafah
Aktual
Seskab: Presiden Prabowo Dijadwalkan Shalat Idul Adha di KBRI Paris
Seskab: Presiden Prabowo Dijadwalkan Shalat Idul Adha di KBRI Paris
Aktual
Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha
Dosen UGM Tekankan Kesejahteraan Hewan dalam Penyembelihan Kurban Idul Adha
Aktual
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Menag Nasaruddin Umar: Idul Adha Ajarkan Keikhlasan dan Kepedulian Sosial
Aktual
Muhammadiyah Siapkan 1.412 Lokasi Shalat Idul Adha 2026 di Yogyakarta
Muhammadiyah Siapkan 1.412 Lokasi Shalat Idul Adha 2026 di Yogyakarta
Aktual
Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Menggetarkan Hati, Inilah Isi Khutbah Terakhir Rasulullah SAW di Hari Arafah
Aktual
Idul Adha 2026 di Gaza Kembali Dirayakan Tanpa Tradisi Sembelih Hewan Kurban
Idul Adha 2026 di Gaza Kembali Dirayakan Tanpa Tradisi Sembelih Hewan Kurban
Aktual
Timwas DPR Menilai Optimalisasi Produk Pangan RI untuk Haji dan Umrah Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional
Timwas DPR Menilai Optimalisasi Produk Pangan RI untuk Haji dan Umrah Bisa Gerakkan Ekonomi Nasional
Aktual
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha 2026 Lengkap dengan Niat & Waktunya
Tata Cara Mandi Sunnah Idul Adha 2026 Lengkap dengan Niat & Waktunya
Aktual
Takbir Idul Adha 2026 Dimulai Malam Ini, Ini Bacaan & Amalan Sunnahnya
Takbir Idul Adha 2026 Dimulai Malam Ini, Ini Bacaan & Amalan Sunnahnya
Aktual
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 Sesuai Syariat Islam
Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha 2026 Sesuai Syariat Islam
Aktual
Jelang Idul Adha 2026, Guru Besar UNP Ingatkan Bahaya “Kemelekatan” Harta dan Kekuasaan
Jelang Idul Adha 2026, Guru Besar UNP Ingatkan Bahaya “Kemelekatan” Harta dan Kekuasaan
Aktual
Bolehkah Minum Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Bolehkah Minum Sebelum Shalat Idul Adha? Ini Penjelasan Hadis Nabi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com