Editor
KOMPAS.com - Puncak ibadah haji 2026 di Padang Arafah berlangsung di tengah suhu panas ekstrem yang melanda Arab Saudi.
Untuk menjaga keselamatan jemaah, otoritas haji Arab Saudi mengeluarkan sejumlah imbauan terkait aktivitas selama wukuf.
Jemaah diminta membatasi aktivitas di luar tenda guna menghindari paparan langsung sinar matahari saat suhu berada di titik tertinggi.
Baca juga: Melalui Khutbah Arafah 2026, Imam Masjid Nabawi Serukan Persatuan dan Tolak Slogan Politik Saat Haji
Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap pengaturan pergerakan jemaah demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan haji.
Dilansir dari Gulf News, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah tetap berada di tenda-tenda Arafah pada 9 Dzulhijjah hingga pukul 16.00 waktu setempat.
Baca juga: Seorang Jemaah Haji Asal Batang Wafat di Arafah Saat Persiapan Wukuf
Imbauan tersebut disampaikan untuk melindungi jemaah dari paparan panas langsung serta mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca ekstrem selama menjalankan wukuf, yang menjadi rukun utama ibadah haji.
Berdasarkan laporan Kantor Berita Saudi Press Agency (SPA), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan khutbah Arafah akan disiarkan langsung melalui saluran audio dan visual ke seluruh tenda jemaah.
Dengan sistem tersebut, jemaah dapat mengikuti khutbah Arafah dengan nyaman tanpa harus keluar dari area tenda masing-masing.
Langkah ini juga dilakukan untuk mengurangi kepadatan pergerakan jemaah di area terbuka saat cuaca panas mencapai puncaknya.
Selain mengimbau jemaah tetap berada di tenda, pemerintah Arab Saudi juga meminta seluruh jemaah mematuhi jadwal dan skema pergerakan yang telah ditetapkan otoritas setempat.
Jemaah diingatkan agar tidak keluar ke jalur lalu lintas maupun area yang tidak diizinkan karena dapat mengganggu pengaturan arus massa dan mobilitas antar lokasi ibadah.
Otoritas haji menilai kepatuhan terhadap pengaturan tersebut sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan selama fase puncak ibadah haji.
Pemerintah Arab Saudi juga mengimbau jemaah tidak memaksakan diri mendaki Jabal Rahmah karena berisiko terhadap keselamatan, terutama di tengah suhu panas ekstrem.
Kementerian menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan dan arahan petugas akan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lebih tertib.
Selain itu, langkah tersebut dinilai mendukung efektivitas pengelolaan jemaah selama rangkaian puncak ibadah haji berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang