Editor
KOMPAS.com-Otoritas Umum Statistik Arab Saudi mengumumkan jumlah jemaah haji 2026 mencapai 1.707.301 orang.
Dilansir dari Saudi Gazette, s]data tersebut diumumkan pada Selasa (26/5/2026), bertepatan dengan rangkaian puncak ibadah haji tahun ini.
Sebagian besar jemaah datang dari luar Arab Saudi melalui berbagai pintu masuk Kerajaan.
Laporan ini menjadi gambaran resmi mengenai skala penyelenggaraan haji 2026, termasuk jumlah jemaah, tenaga kerja, relawan, dan jalur kedatangan jemaah dari luar negeri.
Baca juga: Jemaah Haji Gorontalo Bersiap Lempar Jumrah di Mina Usai Wukuf di Arafah
Berdasarkan data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi, sebanyak 1.546.655 jemaah haji datang dari luar Arab Saudi.
Para jemaah tersebut berasal dari 165 kewarganegaraan dan masuk melalui berbagai pintu kedatangan di Kerajaan Arab Saudi.
Sementara itu, jumlah jemaah dari dalam Arab Saudi tercatat sebanyak 160.646 orang.
Jemaah dari dalam negeri terdiri atas warga negara Saudi dan penduduk yang tinggal di Kerajaan.
Otoritas tersebut juga merinci jumlah jemaah berdasarkan jenis kelamin.
Total jemaah laki-laki dari dalam dan luar Arab Saudi mencapai 893.396 orang.
Adapun jumlah jemaah perempuan tercatat sebanyak 813.905 orang.
Data ini menunjukkan selisih jumlah jemaah laki-laki dan perempuan pada penyelenggaraan haji tahun ini.
Di antara jemaah yang datang dari luar Arab Saudi, mayoritas masuk melalui jalur udara.
Jumlah jemaah yang tiba melalui bandara mencapai 1.485.729 orang.
Sementara itu, sebanyak 54.429 jemaah datang melalui jalur darat.
Adapun jemaah yang masuk melalui jalur laut tercatat sebanyak 6.497 orang.
Baca juga: Dari Arafah, Jemaah Haji Lanjutkan Rangkaian Puncak Haji di Muzdalifah dan Mina
Laporan statistik haji 2026 juga mencatat jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan musim haji tahun ini.
Jumlah tenaga kerja haji mencapai 441.049 orang.
Selain itu, jumlah relawan yang bertugas di berbagai sektor tercatat sebanyak 26.701 orang.
Keberadaan tenaga kerja dan relawan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan, keamanan, kesehatan, dan kelancaran ibadah haji.
Otoritas Umum Statistik Arab Saudi menyatakan, data haji tahun ini disusun menggunakan catatan administratif.
Catatan tersebut terutama berasal dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Penggunaan catatan administratif dilakukan untuk memastikan tingkat akurasi dan keandalan data yang tinggi.
Pengumpulan data juga mengikuti model statistik terpadu yang telah digunakan selama enam tahun terakhir dalam pelaporan musim haji.
Baca juga: Wukuf Arafah: Doa Jemaah Haji Indonesia dan Harapan Terkabul
Otoritas Umum Statistik merupakan badan rujukan resmi Kerajaan Arab Saudi untuk data dan informasi statistik.
Lembaga tersebut telah menerbitkan laporan lengkap statistik haji 2026 melalui situs resminya.
Data ini menjadi salah satu rujukan utama untuk melihat perkembangan penyelenggaraan haji, terutama dari sisi jumlah jemaah, jalur kedatangan, serta dukungan sumber daya manusia selama musim haji.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang