Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan calon petugas haji pusat dan daerah akan mendapatkan pelatihan dengan durasi yang sama dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 Hijriah atau 2027.
Kebijakan tersebut diambil setelah Kemenhaj melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, termasuk layanan yang diberikan petugas kepada jamaah di Tanah Suci.
Selama ini, terdapat perbedaan masa pembekalan antara petugas haji pusat dan petugas haji daerah yang dinilai memengaruhi kesiapan mereka dalam menjalankan tugas.
Baca juga: Prabowo Apresiasi Kinerja Kemenhaj dan Petugas Haji 2026
Melalui penyamaan masa pelatihan, Kemenhaj berharap kualitas layanan kepada jamaah haji Indonesia dapat semakin meningkat.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengatakan petugas haji pusat dan daerah akan mendapatkan persiapan yang sama selama satu bulan penuh untuk penyelenggaraan haji 2027.
Baca juga: Kemenhaj: 98.487 Jemaah dan 1.010 Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air
“Kami mencatat evaluasi ini dan Insya Allah tahun 2027, keduanya akan kita lakukan persiapan yang sama, sama-sama satu bulannya," kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa.
Pernyataan tersebut disampaikan Menhaj Irfan menyusul adanya informasi mengenai perbedaan layanan yang diberikan oleh petugas haji pusat atau Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan petugas haji daerah kepada jamaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Menurut Menhaj Irfan, selama ini petugas haji pusat dan daerah memang mendapatkan masa pembekalan yang berbeda.
Petugas haji pusat memperoleh persiapan selama sekitar satu bulan, sedangkan petugas haji daerah hanya mengikuti pembekalan selama sekitar satu minggu hingga 10 hari.
“Memang ada perbedaan karena persiapannya berbeda. PPIH kita siapkan satu bulan, sementara petugas haji daerah dipersiapkan sekitar seminggu atau 10 hari,” ujarnya.
Ia menilai penyamaan masa pelatihan penting dilakukan agar seluruh petugas memiliki kesiapan yang setara dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jamaah.
Selain menyiapkan skema pelatihan baru, Kemenhaj juga tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh petugas haji yang bertugas pada musim haji tahun ini.
Evaluasi dilakukan melalui laporan dan penilaian yang telah dikumpulkan dari masing-masing petugas.
“Sampai hari ini kami sudah mendapatkan rapor-rapor dari semua petugas haji. Kami sudah meminta tim untuk memberikan rapor masing-masing,” katanya.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Kemenhaj untuk memberikan apresiasi kepada petugas yang menunjukkan kinerja terbaik selama penyelenggaraan ibadah haji.
“Yang terbaik nantinya akan kami berikan penghargaan,” kata Menhaj Irfan.
Kemenhaj berharap penyamaan masa pelatihan dan evaluasi menyeluruh terhadap petugas dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.
Dengan kesiapan yang lebih merata, seluruh petugas diharapkan mampu memberikan layanan yang optimal kepada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang