Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya

Kompas.com, 11 Juni 2026, 17:38 WIB
Pythag Kurniati,
Khairina

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com- Chulaeli Ali (73), lansia asal Pidodowetan, Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah itu tampak tertegun sesaat di atas kursi rodanya.

Tangan keriputnya bergetar menerima amplop berisi uang dari petugas haji daerah kerja (Daker) Bandara.

"Ini buat Mbah ya, rezeki untuk keluarga Mbah Chulaeli di rumah," kata seorang petugas haji di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa (9/6/2026).

Sesaat kemudian tangis Chulaeli pecah. Tak banyak kata terucap, kecuali ucapan terima kasih.

"Maturnuwun (terima kasih)," ujar lansia yang pernah mengalami stroke tersebut lirih sembari mengusap air matanya.

Chulaeli adalah seorang petani asal Kendal, Jawa Tengah. Dia pernah bekerja sebagai penarik becak motor dan membuka tempat tambal ban yang dikelola oleh sang istri.

Namun beberapa tahun lalu, Chulaeli menderita stroke hingga mengalami keterbatasan gerak. Praktis, saat itu Chulaeli tak lagi bisa bekerja. Selama beribadah haji di Tanah Suci, Chulaeli menggunakan kursi roda untuk mobilitas.

Baca juga: Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci

Berawal tangisan Chulaeli

Chulaeli menangis saat menerima bantuan dari petugas daker Bandara di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi. DOK. Pythag Kurniati (MCH 2026) Chulaeli menangis saat menerima bantuan dari petugas daker Bandara di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi.

Kisah Chulaeli, yang berangkat haji seorang diri pada usia senjanya tersebar setelah kakek kelahiran 21 Februari 1953 tersebut mengikuti safari wukuf pada Selasa (26/5/2026).

Safari wukuf adalah layanan khusus dari pemerintah yang memfasilitasi jemaah lansia agar tetap bisa mengikuti wukuf di Arafah.

Petugas Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Makkah Kamal Pramayuda mengetahui kisah Chulaeli saat membantu lansia tersebut selama proses safari wukuf, saat berada di kendaraan hingga setelah pelayanan.

"Saya pendamping Bapak Chulaeli selama safari wukuf lansia, mulanya beliau itu sering menangis jika kami ajak berbincang tentang keluarganya," kata Kamal kepada Kompas.com.

Interaksi dalam waktu yang cukup lama sebagai pendamping, membuat Kamal mengetahui sosok Mbah Chulaeli. Selain berangkat berhaji seorang diri dengan kursi roda, Mbah Chulaeli juga membawa bekal yang terbatas.

"Pernah suatu saat saya bertanya tentang oleh-oleh untuk keluarganya, saat itu Mbah Chulaleli semakin menangis karena belum membeli oleh-oleh. Hal itu yang membuat hati kami tergerak," kata dia.

Baca juga: Kisah-kisah Anak Berbakti di Haji 2026: Demi Ibu, Gushendra Latihan Jalan 3 Km Per Hari

'Pelukan hangat' petugas haji

Kamal dan sejumlah temannya kemudian berinisiatif untuk membelikan Chulaeli oleh-oleh bagi istri, anak, dan cucunya di kampung halaman. Gerakan kebaikan itu meluas saat kisah Mbah Chulaeli menyebar di kalangan petugas haji Sektor 2 Makkah. Petugas haji juga membantu Chulaeli merapikan kopernya lantaran Chulaeli mengalami keterbatasan gerak.

"Ada beberapa teman yang kemudian dengan sukarela bahu-membahu membelikan oleh-oleh untuk beliau. Alhamdulillah terkumpul sangat banyak, ada abaya, sorban, coklat, kurma, boneka, sangat tidak disangka," kata Kamal.

Baca juga: Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji

Ketua Regu 2 Kloter 20 SOC asal Kendal Masruri (57) merasa terharu dengan perhatian petugas haji, teman-teman seregu, dan serombongan Chulaeli.

"Perhatian petugas dan teman-teman itu sangat luar biasa, seperti pada keluarganya sendiri," kata dia saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Selasa (9/6/2026) sebelum bertolak ke Tanah Air.

Bantuan tenaga juga terus berdatangan sejak Chulaeli mengikuti proses manasik dan selama ibadah haji berlangsung.

"Ada yang mencucikan baju, menyuapi, kadang membelikan bubur kentang, saya berterima kasih," ungkapnya.

Kabar mengenai kisah sang ayah dan 'pelukan' petugas haji Indonesia di Arab Saudi sampai ke keluarga Chulaeli.

Sang anak, Khaedar (50) mengaku terharu dan bersyukur karena Chulaeli bisa menyelesaikan ibadah haji dengan lancar di tengah keterbatasan.

"Terima kasih kepada semua yang telah membantu dan memperhatikan bapak saya, saya mewakili keluarga Pak Chulaeli tidak bisa membalas satu-persatu," katanya terharu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar