Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat

Kompas.com, 29 Juni 2026, 19:00 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Golek Garwo menjadi salah satu rangkaian yang paling diminati dalam Nikah Fest 2026 yang digelar Kementerian Agama.

Program ini menghadirkan ruang ta'aruf bagi masyarakat yang ingin mencari pasangan hidup melalui proses yang sesuai dengan tuntunan agama.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Kemenag Gelar Golek Garwo, 354 Peserta Berburu Jodoh Secara Syari

Mereka berharap menemukan pasangan untuk membangun keluarga sakinah melalui ikhtiar yang benar.

Perantau dari Aceh Ikut Golek Garwo untuk Mencari Pasangan

Salah satu peserta, Arvares Manita (28), perantau asal Aceh, mengaku mengetahui informasi mengenai Golek Garwo dari temannya melalui grup percakapan.

Baca juga: Cerita Ratih Cari Jodoh di Golek Garwo demi Wujudkan Pesan Sang Ibu

Setelah itu, ia memutuskan mendaftar karena menilai kegiatan tersebut menjadi cara yang baik untuk mencari pasangan hidup.

"Bagi saya ini cara yang baik untuk mencari pasangan hidup. Tujuannya tentu ingin menikah dan membangun keluarga sakinah," katanya saat ditemui di sela kegiatan Golek Garwo, Minggu (28/6/2026).

Arvares berharap dapat dipertemukan dengan laki-laki yang telah memiliki pekerjaan, bertanggung jawab, dan setia. I

a mengaku pernah mengalami kegagalan menjelang pernikahan sehingga pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa pernikahan tidak perlu ditunda apabila kedua belah pihak sudah siap.

"Kalau sama-sama sudah cocok, jangan lama-lama," tuturnya.

Ia juga berharap program Golek Garwo dapat diperluas ke berbagai daerah agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan yang sama.

"Kalau bisa disediakan di berbagai kota. Di Aceh sendiri belum ada kegiatan seperti ini, padahal masih banyak yang ingin menikah," harapnya.

Mencari Pasangan untuk Membangun Rumah Tangga Bersama

Peserta lainnya, Muhammad Firdiansyah (26), perantau asal Bengkulu yang kini bekerja di Depok, juga mengikuti Golek Garwo setelah memperoleh informasi dari temannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi sarana mencari pasangan, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri.

"Saya ingin belajar mengevaluasi diri, sekaligus mendukung teman-teman yang juga sedang mencari pasangan," ujarnya.

Firdiansyah berharap dipertemukan dengan perempuan yang seiman dan memiliki komitmen untuk berjuang bersama membangun rumah tangga.

"Yang penting mau sama-sama berjuang membangun rumah tangga," katanya.

Kemenag: Golek Garwo Jadi Ikhtiar Membangun Keluarga Sakinah

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan Golek Garwo bukan sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan, tetapi menjadi ikhtiar menghadirkan proses pencarian jodoh yang sesuai tuntunan agama sekaligus mempersiapkan lahirnya keluarga sakinah.

"Hari ini adalah wasilah untuk menghidupkan sunah Rasulullah melalui ikhtiar mencari pasangan hidup. Kalau niatnya karena Allah dan mengikuti sunah nabi, maka kehadiran kita di tempat ini sudah mengandung keberkahan dan pahala," ujar Abu Rokhmad.

Ia menambahkan, Golek Garwo merupakan salah satu sesi dalam Nikah Fest 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Peaceful Muharam.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam untuk memperkuat ekosistem pembinaan keluarga sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sebagaimana ditekankan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi
Menag Nasaruddin Umar: Peran Kemenag dan MUI Saling Melengkapi
Aktual
Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana
Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana
Aktual
Hukum Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Quran ke Toilet, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Membawa HP Berisi Aplikasi Al-Quran ke Toilet, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
40 Persen Santri Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon Hafal 30 Juz Hanya dalam 4 Bulan
Aktual
Surah Ali Imran Ayat 92: Belajar Melepas Harta yang Dicintai
Surah Ali Imran Ayat 92: Belajar Melepas Harta yang Dicintai
Aktual
Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat
Kisah Perantau Ikut Golek Garwo Kemenag, Ikhtiar Cari Jodoh Lewat Ta'aruf Sesuai Syariat
Aktual
Hukum Wudhu saat Masih Memakai Makeup dan Skincare, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Hukum Wudhu saat Masih Memakai Makeup dan Skincare, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Merawat Sejak Lahir, Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah? Begini Penjelasan Hukum Islam
Merawat Sejak Lahir, Bolehkah Ayah Tiri Menjadi Wali Nikah? Begini Penjelasan Hukum Islam
Aktual
Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Kemenhaj Imbau Masyarakat Cek Legalitas Travel Umrah, Jangan Tergiur Promosi Harga Murah
Aktual
Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Kemenhaj: 90 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Petugas Tetap Siaga hingga Kloter Terakhir
Aktual
Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
Jelang Muktamar Ke-35 NU, KH Imam Jazuli dan Gus Muhaimin Bertemu Bahas Masa Depan NU
Aktual
Para Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, dari Penemu Algoritma hingga Sains Modern
Para Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia, dari Penemu Algoritma hingga Sains Modern
Aktual
Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Sakit atau Safar? Ini Cara Amalanmu Tetap Berpahala Sempurna
Aktual
Mars Al-Irsyad: Manifesto Kesetaraan Islam dan Anti-Feodalisme
Mars Al-Irsyad: Manifesto Kesetaraan Islam dan Anti-Feodalisme
Aktual
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Cak Imin: Santri Harus Punya Skill, Integritas, dan Taat Ilmu
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar