Editor
KOMPAS.com - Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menekankan pentingnya kesiapan santri menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, santri akan menjadi bagian dari generasi produktif yang berperan besar dalam menentukan arah pembangunan nasional pada era bonus demografi.
Karena itu, santri perlu dibekali kemampuan, integritas, serta kepatuhan terhadap ilmu pengetahuan agar mampu berkontribusi bagi bangsa.
Baca juga: Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Pesantren Ambil Peran Jadi Solusi bagi Bangsa
Pesan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri Wisuda Kelas XII SMA dan MA Unggulan Bertaraf Internasional serta SMK Unggulan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA), Cirebon, Jawa Barat.
Cak Imin mengatakan santri masa depan harus memiliki tiga syarat utama agar mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Kemenag Resmi Tutup Ponpes Ibadurrahman Kaltim, Bagaimana Nasib Santri?
Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi generasi santri dalam memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia.
"Santri harus memenuhi tiga syarat. Pertama memiliki skill dan kemampuan. Kedua memiliki integritas. Ketiga taat asas terhadap ilmu pengetahuan," kata Cak Imin, dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan para santri akan memasuki usia produktif dan menjadi generasi yang memegang peran penting dalam pembangunan nasional.
"Kalau sekarang kalian lulus, berarti tahun 2030 kalian sudah mulai memegang kendali. Muhaimin Iskandar boleh gagal, tetapi lulusan BIMA tahun 2030 tidak boleh gagal. Modal kalian sangat besar, dan bonus demografi itu mutlak ada di tangan kalian," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin mengapresiasi sistem pendidikan yang diterapkan Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA).
Menurutnya, pesantren yang diasuh KH Imam Jazuli memiliki konsep pendidikan yang visioner dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Ia mengaku pertama kali mengenal KH Imam Jazuli melalui media sosial sebelum akhirnya beberapa kali berkunjung langsung ke Pesantren BIMA.
"Saya kenal beliau bukan langsung bertemu, tetapi lewat Instagram. Saya melihat ada pesantren yang unik, bangunannya bagus, suasananya luar biasa. Saya sempat bertanya kepada Kiai Said Aqil Siradj, dan beliau mengatakan memang pesantren ini luar biasa. Akhirnya saya beberapa kali sowan ke BIMA dan semakin yakin bahwa pesantren ini memiliki visi, tahapan, dan model pendidikan yang sangat jelas," ungkap Cak Imin.
Cak Imin juga mengungkapkan pernah berdiskusi dengan KH Imam Jazuli mengenai penyusunan kurikulum pesantren agar lebih efektif dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Saya pernah bertanya kepada beliau, apakah pengalaman belajar puluhan tahun di Lirboyo bisa dipadatkan menjadi beberapa tahun. Beliau menjawab sangat bisa. Karena itu kurikulum yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan zaman," ujarnya.
Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin optimistis semakin banyak lulusan pesantren akan berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui berbagai bidang keahlian sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes BIMA KH Imam Jazuli mengatakan target pesantren untuk melahirkan 1.000 sarjana di kampus internasional dan 1.000 sarjana di perguruan tinggi negeri diperkirakan tercapai lebih cepat dari target semula.
"Target kami tahun 2028 harus ada 1.000 sarjana di kampus internasional dan 1.000 sarjana di PTN nasional. Namun melihat perkembangan saat ini, insyaallah target tersebut akan tercapai pada tahun 2027," ungkapnya.
Menurut KH Imam Jazuli, pesantren perlu mempersiapkan generasi yang menguasai berbagai disiplin ilmu strategis sesuai kebutuhan bangsa, mulai dari bidang pertambangan hingga persenjataan.
"Saya ingin menggerakkan pesantren-pesantren secara nasional agar memiliki visi yang sama, bukan sekadar mencetak santri yang saleh, tetapi juga mencetak santri yang bermanfaat," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Muhaimin Dorong Kalangan Santri Miliki Skill dan Pengetahuan, Ambil Peran dalam Bonus Demografi".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang