Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, PCNU Cirebon Hormati Keputusan PBNU

Kompas.com, 9 Juli 2026, 16:38 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - PCNU Kabupaten Cirebon menerima keputusan PBNU yang menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Sebelumnya, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu daerah yang disurvei karena dinilai memiliki kesiapan menyelenggarakan forum tertinggi organisasi tersebut.

Meski peluang menjadi tuan rumah sempat menguat, PCNU Cirebon menegaskan menghormati sepenuhnya keputusan yang telah diambil PBNU.

Baca juga: Kesiapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum untuk Muktamar ke-35 NU

Organisasi di tingkat cabang itu juga meyakini penetapan lokasi Muktamar telah melalui berbagai pertimbangan yang matang.

PCNU Cirebon Hormati Keputusan PBNU

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim Syaerozie, mengatakan penentuan lokasi Muktamar merupakan kewenangan penuh PBNU melalui rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah.

Baca juga: Gus Ipul Ungkap Alasan Jadwal Muktamar NU Diundur ke 27 Agustus 2026

"Kalau kami di PCNU Kabupaten Cirebon menerima apa pun keputusan yang sudah diputuskan oleh PBNU dan itu adalah keputusan yang terbaik," ujar Aziz saat diwawancarai melalui sambungan telepon dengan TribunCirebon.com, Kamis (9/7/2026).

Menurut Aziz, sejak awal PCNU Kabupaten Cirebon telah berupaya maksimal agar daerahnya dapat menjadi tuan rumah Muktamar. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada pondok-pondok pesantren hingga mendukung proses survei yang dilakukan tim PBNU.

Ia menilai Kabupaten Cirebon pada prinsipnya telah memenuhi persyaratan sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar.

"Secara prinsip kami sudah melakukan sosialisasi kepada pondok-pondok pesantren, kemudian juga sudah melakukan survei dan memang Cirebon sudah patut dijadikan tempat muktamar. Adapun kemudian PBNU memutuskan di tempat yang berbeda, itu adalah hak prerogatif pengurus PBNU, karena memang tempat muktamar diputuskan oleh rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di tingkat PBNU," ucapnya.

Keputusan Lokasi Muktamar Tetap Domain PBNU

Aziz mengaku tidak mengetahui alasan pasti PBNU akhirnya memilih Jombang sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar. Namun, ia meyakini keputusan tersebut telah melalui berbagai pertimbangan internal.

"Saya kira tidak ada catatan. Secara prinsip tiga entitas pondok pesantren yang disurvei di Cirebon memang layak dijadikan tempat muktamar. Tetapi keputusan memang menjadi domain Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Kami sudah memberikan banyak argumentasi kenapa harus di Cirebon, tetapi pengurus PB memberikan pertimbangan yang mungkin berbeda dengan apa yang kita harapkan," kata dia.

Ia juga membantah anggapan bahwa Cirebon tidak terpilih karena persoalan infrastruktur atau aksesibilitas.

"Saya kira tidak ada. Infrastruktur cukup, aksesibilitas juga sangat cukup, jumlah hotel juga sangat memadai. Jadi memang secara sejarah pesantren Cirebon memiliki hubungan yang kuat dengan Nahdlatul Ulama dan banyak memiliki pesantren-pesantren tua," katanya.

Meski demikian, Aziz memilih berprasangka baik terhadap keputusan yang telah ditetapkan PBNU.

"Saya tidak tahu ada pertimbangan apa sehingga memutuskan di Jombang. Tentu saja itu menjadi pertimbangan internal di sana dan kami husnuzan saja bahwa keputusan itulah keputusan yang terbaik," ujarnya.

Menurutnya, pertimbangan PBNU dalam menentukan lokasi Muktamar kemungkinan tidak hanya didasarkan pada aspek teknis.

"Bahasa saya lebih tepatnya mungkin ada pertimbangan-pertimbangan yang kami tidak tahu, sehingga memastikan lokasi muktamar yang paling ideal itu di Jombang. Pertimbangannya bisa jadi pertimbangan teknis, bisa juga pertimbangan nonteknis," ucap Aziz.

Meski belum berhasil menjadi tuan rumah Muktamar Ke-35 NU, Aziz memastikan PCNU Kabupaten Cirebon akan terus mengajukan daerahnya sebagai lokasi berbagai agenda nasional NU pada masa mendatang.

"Ke depan masih banyak agenda-agenda NU dan Cirebon tentu saja akan terus kita upayakan untuk menjadi tuan rumah dengan menawarkan berbagai opsi kepada PBNU. Karena masih banyak agenda-agenda di luar muktamar ini," jelas dia.

PBNU Tetapkan Jombang Jadi Lokasi Muktamar Ke-35 NU

PBNU resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada 7 Juli 2026 setelah tim melakukan survei terhadap sejumlah calon lokasi di lima provinsi.

Sebelum menetapkan lokasi, PBNU meninjau delapan pondok pesantren di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Dari Jawa Barat, tiga pesantren di Kabupaten Cirebon masuk dalam daftar lokasi yang disurvei, yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek.

PBNU menyatakan penentuan lokasi Muktamar mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya kesiapan infrastruktur, kapasitas menampung ribuan peserta, akses transportasi, dukungan panitia daerah, serta kelayakan lingkungan penyelenggaraan.

Sebelumnya, peluang Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Muktamar sempat menguat setelah tim Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) PBNU melakukan survei ke tiga pondok pesantren di Kabupaten Cirebon pada Sabtu (4/7/2026).

Saat itu, Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami menyebut Pondok Buntet Pesantren sementara memenuhi persyaratan sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar.

"Untuk sementara Pondok Buntet Pesantren ini cukup memenuhi persyaratan untuk menjadi tuan rumah Muktamar," ujar Abu Yazid.

Meski demikian, Abu Yazid menegaskan hasil survei tersebut bukan merupakan keputusan akhir. Seluruh hasil peninjauan menjadi bahan evaluasi sebelum dibahas dalam rapat PBNU yang kemudian menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Ke-35 NU.

Artikel ini telah tayang di TribunCirebon.com dengan judul "Keputusan PBNU Final, PCNU Cirebon Legawa Muktamar NU Digelar di Jombang: Kami Husnuzan". 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
9 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan untuk Meraih Keberkahan
9 Amalan Sunnah Hari Jumat yang Dianjurkan untuk Meraih Keberkahan
Aktual
Jelang Muktamar NU, KH Zulfa Mustofa Ajak Ulama Hidupkan Tradisi Menulis Kitab
Jelang Muktamar NU, KH Zulfa Mustofa Ajak Ulama Hidupkan Tradisi Menulis Kitab
Aktual
Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, PCNU Cirebon Hormati Keputusan PBNU
Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, PCNU Cirebon Hormati Keputusan PBNU
Aktual
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Kabegjan Kanthi Rahmatipun Gusti Allah
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Kabegjan Kanthi Rahmatipun Gusti Allah
Aktual
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Sanadyan Mboten Sami, Nanging Tansah Saling Ngurmati
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Sanadyan Mboten Sami, Nanging Tansah Saling Ngurmati
Aktual
Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Meningkatkan Kualitas Sholat
Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Meningkatkan Kualitas Sholat
Aktual
Wamenag Bongkar 1.070 Kasus Mahasiswa RI di Mesir, Tata Kelola Pengiriman Bakal Dirombak
Wamenag Bongkar 1.070 Kasus Mahasiswa RI di Mesir, Tata Kelola Pengiriman Bakal Dirombak
Aktual
3 Doa Setelah Sholat Dhuha dan Artinya Lengkap Arab, Latin, serta Maknanya
3 Doa Setelah Sholat Dhuha dan Artinya Lengkap Arab, Latin, serta Maknanya
Doa Harian
Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Saat Muharram Mulai Sepi, Di Sini Iman Kita Sebenarnya Diuji
Khutbah Jumat 10 Juli 2026: Saat Muharram Mulai Sepi, Di Sini Iman Kita Sebenarnya Diuji
Aktual
MUI Kritik Skema Pembiayaan Haji 2027: Tak Adil bagi Jemaah yang Antre
MUI Kritik Skema Pembiayaan Haji 2027: Tak Adil bagi Jemaah yang Antre
Aktual
5 Doa Mustajab Rasulullah SAW untuk Diamalkan Setiap Hari, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
5 Doa Mustajab Rasulullah SAW untuk Diamalkan Setiap Hari, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Harian
Mahasiswa UII Raih Juara Internasional berkat Briket dari Limbah Ketapang
Mahasiswa UII Raih Juara Internasional berkat Briket dari Limbah Ketapang
Aktual
Kemenhaj Siapkan DP Rp 4 Triliun ke Arab Saudi untuk Haji 2027
Kemenhaj Siapkan DP Rp 4 Triliun ke Arab Saudi untuk Haji 2027
Aktual
Daftar 9 Camilan Halal Internasional bagi WNI yang Akan ke Luar Negeri
Daftar 9 Camilan Halal Internasional bagi WNI yang Akan ke Luar Negeri
Aktual
Kemenhaj Usul Biaya Haji Rp 42,8 Juta demi Ringankan Jemaah
Kemenhaj Usul Biaya Haji Rp 42,8 Juta demi Ringankan Jemaah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar