Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Ipul Ungkap Alasan Jadwal Muktamar NU Diundur ke 27 Agustus 2026

Kompas.com, 8 Juli 2026, 08:58 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Sekretaris Jenderal PBNU yang juga Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkap alasan di balik perubahan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU menjadi 27-31 Agustus 2026.

Menurut Gus Ipul, keputusan tersebut diambil berdasarkan berbagai pertimbangan teknis agar seluruh persiapan penyelenggaraan muktamar dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

"Ini kan ada faktor-faktor teknis yang dipertimbangkan supaya penyelenggaraan benar-benar memenuhi semua persyaratan yang ada. Jadi tentu kita mohon kepada pengurus wilayah dan cabang untuk memahami dengan baik keputusan yang diambil hari ini dan ini untuk kemaslahatan bersama," ujar Gus Ipul usai rapat gabungan PBNU, dilansir dari video yang dikirim Gus Ipul ke Kompas.com, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: PBNU Tetapkan Tambakberas Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU 2026

Keputusan itu sekaligus menetapkan Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Penetapan tersebut, kata Gus Ipul, merupakan hasil proses pembahasan yang cukup panjang melalui beberapa kali pertemuan terbatas.

"Alhamdulillah, lewat proses yang sangat panjang dan juga melalui beberapa kali pertemuan terbatas akhirnya rapat gabungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan Tambak Beras, Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang yang didirikan oleh KH Abdul Wahab Hasbullah sebagai tempat tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama," katanya.

Gus Ipul menegaskan perubahan jadwal tidak mengurangi komitmen PBNU untuk memberikan hak-hak pengurus wilayah dan pengurus cabang sebagai peserta utama muktamar. Ia berharap seluruh jajaran NU dapat menerima keputusan tersebut demi kelancaran penyelenggaraan forum permusyawaratan tertinggi organisasi.

Sebagai tindak lanjut, panitia akan segera berkoordinasi dengan PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, serta pesantren-pesantren di kawasan Tambak Beras untuk mematangkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan.

Menurutnya, fokus persiapan meliputi penyediaan akomodasi peserta, sarana dan prasarana, ruang sidang komisi, hingga dukungan transportasi selama muktamar berlangsung.

Gus Ipul optimistis Jombang mampu menjadi tuan rumah yang baik karena memiliki pengalaman menyelenggarakan Muktamar NU pada 2015.

Baca juga: Jelang Muktamar NU, Ulama dan Pesantren di Jabar Berharap Lahir Pemimpin yang Bertakwa

"Jombang telah punya pengalaman menyukseskan muktamar 10 tahun yang lalu atau pada tahun 2015. Ini salah satu modal yang bisa kita jadikan pedoman untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan muktamar ini," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan waktu persiapan yang masih tersedia hingga akhir Agustus, berbagai infrastruktur yang belum rampung diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan jamiyah Nahdlatul Ulama.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar