Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Salam Sambut Penetapan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Kompas.com, 11 Juli 2026, 21:52 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendapat sambutan positif dari sejumlah tokoh NU.

Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

Menurutnya, keputusan tersebut memiliki nilai historis sekaligus mengembalikan pelaksanaan muktamar ke lingkungan pesantren.

Baca juga: Sejarah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Ia berharap forum tertinggi NU itu dapat berlangsung teduh, bermartabat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

Gus Salam Sambut Gembira Muktamar NU Kembali Digelar di Pesantren

Gus Salam menyampaikan rasa syukur atas ditunjuknya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35.

Baca juga: Muktamar NU ke-35 Siapkan Layanan Kesehatan Terpadu, LK PBNU Gandeng RS NU dan Dinkes

"Alhamdulillah, kami menyambut baik dan gembira atas ditetapkannya PP Tambakberas menjadi tuan rumah Muktamar," kata Gus Salam saat dikonfirmasi SURYA.co.id dari Surabaya, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, Pondok Pesantren Tambakberas merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia yang memiliki nilai sejarah penting bagi Nahdlatul Ulama. Pesantren tersebut juga dikenal sebagai tempat lahir KH Abdul Wahab Chasbullah, salah seorang pendiri NU.

Gus Salam menilai pemilihan Tambakberas sejalan dengan rekomendasi Musyawarah Masyayikh di Ploso sebelum pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang mengusulkan agar Muktamar kembali digelar di lingkungan pesantren guna menjaga ruh kepesantrenan dalam tubuh NU.

"Kami sebagai penduduk Jombang tentu ikut bangga karena ditunjuk kembali menjadi tuan rumah setelah tahun 2015, harapan besar akan terselenggaranya Muktamar yang teduh, menyenangkan dan bermartabat," jelas Gus Salam yang merupakan cucu salah seorang pendiri NU KH Bisri Syansuri.

Meski sebelumnya telah menyatakan diri sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, Gus Salam menegaskan bahwa yang paling penting adalah pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan baik serta mencerminkan aspirasi warga Nahdliyin.

Ia berharap proses muktamar berlangsung secara mandiri, transparan, independen, dan bebas dari berbagai bentuk intervensi.

"Harapan kami bisa menjadi Muktamar yang mandiri dan transparan, independen serta bebas intervensi," tandas Gus Salam.

PBNU Tetapkan Tambakberas sebagai Lokasi Muktamar NU ke-35

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Dalam rekaman rapat yang beredar, Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyampaikan bahwa seluruh peserta rapat telah menyepakati Pondok Pesantren Tambakberas sebagai tuan rumah muktamar.

"Tempat yang telah diputuskan dan disepakati adalah Tambakberas Jombang. Masih ada waktu hingga pelaksanaan pada 27 sampai 31 Agustus, sehingga kebutuhan infrastruktur yang belum selesai masih dapat dipersiapkan," ucap KH Miftachul Akhyar dalam rapat tersebut.

Di akhir penyampaiannya, KH Miftachul Akhyar berharap kepengurusan PBNU periode saat ini dapat menuntaskan masa baktinya dengan hasil yang baik dan memperoleh ridha Allah SWT.

Gus Ipul Ajak PWNU dan PCNU Sukseskan Muktamar

Keputusan tersebut juga diumumkan secara resmi oleh PBNU. Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar NU ke-35, H Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas merupakan hasil Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU.

Menurutnya, pesantren yang didirikan KH Abdul Wahab Chasbullah itu dinilai siap menjadi pusat penyelenggaraan muktamar yang akan dihadiri delegasi Nahdlatul Ulama dari seluruh Indonesia.

Gus Ipul mengajak seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

"Kami mengajak seluruh wilayah dan cabang sebagai peserta Muktamar untuk menyukseskan agenda ini dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan, sehingga menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi jam'iyyah di masa mendatang," ujar Gus Ipul dalam keterangan yang diterima SURYA.co.id.

PBNU Survei Sembilan Pesantren Sebelum Menetapkan Tuan Rumah

Sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan, PBNU terlebih dahulu melakukan survei terhadap sembilan pondok pesantren yang tersebar di lima provinsi, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat.

Survei tersebut dilaksanakan pada 4–5 Juli 2026 untuk menilai kesiapan masing-masing calon tuan rumah.

Hasil penilaian kemudian menjadi salah satu bahan pembahasan dalam rapat gabungan hingga akhirnya PBNU menetapkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul “Gus Salam Sambut Baik Penunjukan Ponpes Tambakberas sebagai Tuan Rumah Muktamar NU”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar