Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Memaknai Arah Hidup dalam Surat Al-Qiyamah Ayat 36

Kompas.com, 16 Juli 2026, 14:43 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pernahkah Anda melihat kawanan unta atau hewan ternak yang dilepas begitu saja di padang rumput yang luas?

Mereka berjalan tanpa arah, makan sesuka hati, tanpa ada penggembala yang mengawasi, mendisiplinkan, atau menuntun mereka pulang.

Dalam bahasa Arab klasik, kondisi unta yang dibiarkan telantar tanpa arah ini disebut sebagai ibil suda.

Sayangnya, sebagian manusia modern hari ini acap kali mengadopsi falsafah hidup layaknya ibil suda dengan menjalani hari sekadar untuk memenuhi hasrat biologis, memuja kebebasan mutlak tanpa batas, dan mengabaikan nilai-nilai moral agama.

Mereka mengira bahwa hidup ini hanyalah panggung sandiwara yang akan selesai begitu saja saat tirai kematian ditutup.

Baca juga: Kajian Islam: Utamakan Shalat dan Ajakan Berhenti Membandingkan Hidup di Media Sosial

Namun, benarkah manusia diciptakan hanya untuk dibiarkan telantar tanpa tujuan?

Melalui Al-Qur'an, Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā melayangkan sebuah pertanyaan retoris yang tajam untuk menggugah kesadaran manusia yang mulai mati rasa:

أَيَحْسَبُ الْإِنسَنُ أَن يُتْرَكَ سُدًى

"Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?" - (QS Al-Qiyamah: 36)

Kata suda dalam ayat tersebut memuat makna yang sangat dalam menurut para ahli tafsir.

Setidaknya ada tiga dimensi makna yang saling berkaitan:

  • Dibiarkan begitu saja: Manusia mengira mereka tidak diberi perintah dan tidak dilarang dari apa pun.
  • Diciptakan secara sia-sia: Anggapan batil bahwa penciptaan manusia tidak memiliki hikmah dan tujuan agung.
  • Bebas dari pertanggungjawaban: Prasangka bahwa setelah mati, manusia akan hancur menjadi tanah begitu saja tanpa dibangkitkan, tanpa hisab (perhitungan amal), dan tanpa balasan. 

Ayat ini hadir sebagai bantahan keras.

Allah menegaskan bahwa manusia bukanlah makhluk kebetulan, dan dunia ini bukanlah tempat bermain tanpa aturan.

Menanggapi fenomena manusia yang kerap melupakan hakikat penciptaannya, Dai dari Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin, memberikan catatan mendalam.

Ia mengingatkan bahwa status manusia sebagai makhluk yang dibebani syariat (mukallaf) adalah sebuah kepastian yang tidak bisa diganggu gugat.

"Manusia bukanlah binatang yang hidup tanpa aturan, bukan pula benda mati yang tidak memiliki konsekuensi. Allah telah memuliakan kita dengan akal, dan konsekuensi logis dari adanya akal tersebut adalah taklif, yaitu pembebanan syariat. Sungguh sebuah kemustahilan yang nyata bagi kemahabijaksanaan Allah jika Dia menciptakan manusia, memberinya fasilitas hidup, lalu membiarkannya begitu saja tanpa perintah, larangan, dan pertanggungjawaban di akhirat kelak," urai Ustadz Ahsanul Falihin.

Melalui penuturan para ulama dan pesan tegas dari Surat Al-Qiyamah ayat 36 ini, umat disadarkan kembali pada realitas yang sesungguhnya.

Manusia diciptakan untuk sebuah misi mulia: beribadah kepada Allah dan memakmurkan bumi dengan syariat-Nya.

Setiap helai napas, ketikan jemari, langkah kaki, hingga keputusan-keputusan besar yang kita ambil di dunia ini sedang dicatat dengan rapi.

Kehidupan memiliki sistem pertanggungjawaban yang mutlak.

Baca juga: 7 Surat Penenang Hati dalam Al-Quran untuk Dibaca saat Cemas dan Gelisah Menghadapi Cobaan Hidup

Siapa pun yang menabur kebaikan, sekecil zarah pun, akan melihat balasannya.

Sebaliknya, setiap keburukan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, akan dimintai pertanggungjawabannya.

Pada akhirnya, menyadari bahwa kita tidak hidup sudā (sia-sia) adalah langkah awal untuk menjalani hidup dengan penuh kehati-hatian, bermartabat, dan terarah.

Sebab, setelah dunia yang fana ini berakhir, ada pengadilan akhirat yang telah menanti.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar