Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanda Akhir Zaman: Peringatan Rasulullah dan Pentingnya Amal Saleh

Kompas.com, 16 Juli 2026, 15:30 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pernahkah Anda merasa layar gawai hari ini dipenuhi berita yang membuat dada sesak?

Mulai dari kebijakan pemimpin yang membingungkan, kasus hukum yang tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, hingga hilangnya nyawa yang seolah tanpa harga.

Jauh sebelum hiruk-pikuk ini menghiasi algoritma media sosial kita, Rasulullah ﷺ sudah memberikan alarm dini melalui sabdanya.

Dari Ibnu 'Ammi 'Ābis al-Ghifārī, Rasulullah ﷺ bersabda:

بادِرُوا بِالأعمالِ خِصالا سِتًّا : إمارةُ السفهاءِ ، و كَثْرَةُ الشُّرَطِ ، و قَطِيعَةُ الرَّحِمِ ، و بَيْعُ الحُكْمِ ، و استخفافًا بِالدَّمِ ، ونَشْوٌ يَتَّخِذُونَ القرآنَ مَزَامِيَرًا ، يُقَدِّمُونَ الرجلَ ليس بأفقهِهِمْ و لا َأعْلَمِهِمْ ، مايُقَدِّمُونَهُ إلَّا لِيُغَنِّيَهُمْ

"Bersegeralah melakukan amal-amal saleh sebelum datang enam perkara: kepemimpinan orang-orang bodoh; banyaknya aparat (represif); terputusnya tali silaturahmi; diperjualbelikannya hukum; diremehkannya pertumpahan darah; serta munculnya generasi muda yang menjadikan Alquran seperti nyanyian..." (HR Ahmad & ath-Thahawi)

Baca juga: 10 Peristiwa Penting di Bulan Safar dalam Sejarah Islam, dari Hijrah Rasulullah hingga Penaklukan Khaibar

Berikut penjelasannya:

Kepemimpinan orang-orang bodoh (إمارة السفهاء)

Yang dimaksud ialah ketika urusan pemerintahan dan kepemimpinan diserahkan kepada orang-orang yang tidak memiliki kelayakan agama maupun akal.

Mereka adalah orang-orang yang bodoh dalam ilmu dan amal dangkal pemikirannya, lemah pertimbangannya, sehingga kepemimpinan mereka dipenuhi sikap sewenang-wenang, tergesa-gesa, serta kebijakan yang merusak.

Dalam riwayat Imam Ahmad dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma disebutkan bahwa Ka'b bin 'Ujrah bertanya:

"Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan orang-orang bodoh?"

Beliau menjawab:

"Para pemimpin yang akan datang sepeninggalku. Mereka tidak mengikuti petunjukku dan tidak menempuh sunnahku. Barang siapa membenarkan kedustaan mereka dan membantu kezaliman mereka, maka mereka bukan golonganku dan aku bukan golongan mereka; mereka tidak akan mendatangiku di telagaku. Sebaliknya, siapa yang tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak membantu kezaliman mereka, maka mereka termasuk golonganku dan aku termasuk golongan mereka; mereka akan datang kepadaku di telagaku."

Banyaknya aparat (كثرة الشرط)

Yang dimaksud dengan asy-syurath adalah para aparat, pengawal, atau pembantu para penguasa.

Banyaknya mereka di pintu-pintu penguasa merupakan pertanda meluasnya kezaliman dan tindakan represif.

Mereka dinamakan asy-syurath karena memiliki tanda atau atribut khusus yang membedakan mereka dari masyarakat umum.

Terputusnya tali silaturahmi (قطيعة الرحم)

Yang dimaksud ialah terputusnya hubungan kekerabatan, baik dengan cara memutus komunikasi, saling memboikot, menyakiti kerabat, maupun enggan berbuat baik kepada mereka.

Padahal Islam sangat menekankan pentingnya menyambung silaturahmi.

Diperjualbelikannya hukum (بيع الحكم)

Maksudnya ialah hukum diputuskan berdasarkan suap.

Seorang hakim atau pejabat menerima harta agar memenangkan pihak tertentu.

Disebut "jual beli" karena keputusan hukum dipertukarkan dengan uang atau kepentingan dunia.

Diremehkannya pertumpahan darah (استخفاف الدم)

Yakni hilangnya penghormatan terhadap nyawa manusia.

Pembunuhan dianggap perkara biasa, darah ditumpahkan tanpa rasa takut kepada Allah, dan para pelaku pembunuhan tidak lagi ditegakkan hukuman yang semestinya.

Munculnya generasi muda yang menjadikan Alquran seperti nyanyian (نشء يتخذون القرآن مزامير)

Yang dimaksud ialah muncul generasi muda yang membaca Alquran dengan menjadikannya seperti lagu-lagu dan nyanyian.

Mereka terlalu mengejar irama dan lenggak-lenggok suara hingga melampaui tujuan utama tilawah.

Mereka kemudian:

"Mengedepankan seseorang yang bukan yang paling fakih dan bukan pula yang paling berilmu di antara mereka; mereka hanya mengedepankannya karena ia mampu melagukan Alquran untuk mereka."

Artinya, seseorang dipilih menjadi imam atau qari bukan karena keluasan ilmunya, tetapi semata-mata karena kemerduan suaranya.

Ustadz Ahsanul Falihin, Dai dari Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, menjabarkannya dengan gamblang:

"Mengapa Rasulullah ﷺ memerintahkan kita untuk bergegas? Karena ketika enam perkara ini sudah menguasai sistem sosial, ruang gerak kita untuk beribadah dan berbuat baik akan menyempit drastis. Bayangkan betapa beratnya menjaga integritas saat hukum bisa dibeli, atau menjaga kemurnian niat saat urusan agama sudah bergeser menjadi komoditas panggung hiburan," katanya.

Baca juga: Memaknai Arah Hidup dalam Surat Al-Qiyamah Ayat 36

Lebih lanjut, beliau mengingatkan, "Hadis ini bukan untuk membuat kita putus asa, melainkan sebuah alarm agar kita segera membangun benteng diri dengan amal saleh selagi kondisi masih kondusif. Jangan tunggu sampai badai fitnah itu mengunci ruang gerak kita."

Zaman mungkin terus bergerak maju, namun tantangan moral di dalamnya kian nyata.

Menunda amal hari ini demi janji "besok" adalah celah kelalaian yang paling disukai setan.

"Sebelum badai fitnah akhir zaman itu benar-benar menutup pintu kesempatan, tidak ada pilihan lain bagi kita selain bergegas dan bergerak sekarang juga," ajaknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar