Editor
KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan pembentukan "Danantara Syariah" kepada pemerintah guna mengkonsolidasi seluruh potensi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Usulan ini disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis di sela-sela Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 di Jakarta, Jumat, mengingat potensi yang dinilai masih berjalan sendiri-sendiri.
Cholil Nafis menjelaskan bahwa lembaga Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah hadir untuk mengkonsolidasi seluruh kekuatan ekonomi nasional.
Baca juga: MUI Canangkan Jihad Digital: Waspada Belajar Agama dari AI Tanpa Guru
Namun, ia menyayangkan belum ada wadah khusus di dalam Danantara yang bertugas mengkonsolidasi ekosistem keuangan syariah.
Cholil menyebut potensi ekonomi syariah di Tanah Air sangat masif, mulai dari sektor perbankan, asuransi, pasar modal, BPRS, BMT, hingga kekuatan dana sosial seperti zakat dan wakaf.
Ia mencatat perputaran dana syariah pendidikan yang dikelola oleh negara mencapai sekitar Rp930 triliun, sementara yang dikelola swasta mencapai lebih dari Rp2.000 triliun.
"Kita ingin ada yang mengkonsolidasi ekonomi ini. Ketika dikonsolidasi, maka kekuatan akan besar, cost of fund (biaya pendanaan) dalam proses bisnis akan lebih murah, dan kekuatannya bisa mengerjakan proyek-proyek yang lebih besar," ujar Cholil.
Untuk mewujudkan hal tersebut, MUI mengusulkan agar Danantara dapat difungsikan sebagai super holding, sementara "Danantara Syariah" bertindak sebagai holding khusus untuk menggerakkan ekonomi umat.
Cholil membeberkan bahwa ciri khas kekuatan ekonomi syariah sangat bertumpu pada penyaluran kredit (lending) kerakyatan dan sektor konsumen di tingkat masyarakat akar rumput, bukan semata-mata bermain di tingkat global atau pasar modal.
"Karena ekonomi syariah itu berbeda dengan ekonomi konvensional, punya karakter yang berbeda dan juga punya pola bisnis yang berbeda," kata Cholil Nafis.
Dorongan atas usulan tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar.
Ia menyoroti fakta bahwa sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar, pelaksanaan dan pengoptimalan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia hingga kini masih belum mencapai titik yang diharapkan.
Baca juga: MUI Akan Buat Fatwa Zakat Infak dan Sedekah Bisa Bantu Iuran BPJS
"Ada konsep dari kami untuk lahirnya sebuah 'Danantara Syariah Indonesia'. Kami mohon dukungan dari semua pihak dalam rangka mengoptimalkan ekonomi syariah agar terkoordinir dengan sebaik-baiknya," kata Anwar.
Anwar optimistis bahwa kehadiran wadah terpusat seperti "Danantara Syariah" akan menjadi mesin penggerak kekuatan baru untuk mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan ekonomi umat di Republik Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang