Editor
YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Muhammadiyah kini memiliki Toko Oleh-Oleh 1915 di Grha Suara Muhammadiyah di Yogyakarta. Toko ini menghadirkan produk-produk lokal milik UMKM.
"Alhamdulillah hari ini Suara Muhammadiyah di Milad yang ke-111 menambah unit usaha bisnis baru, yakni Pusat Oleh-Oleh 1915. Tentu ini upaya yang bagus dalam rangka membangun ekosistem ekonomi Muhammadiyah, ekonomi umat," ujar Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman dalam rilisnya, Rabu (12/8/2026).
Agus menilai, Suara Muhammadiyah yang pada awal berdirinya pada 1915 bergerak di sektor kepenulisan, kini telah berkembang pesat.
Lembaga ini terus mengepakkan sayap bisnis ke berbagai sektor, mulai dari pariwisata, hotel syariah, hingga rumah makan.
Baca juga: Hadirnya Makanan Nusantara di Tanah Suci pada Musim Haji 2026 Membuka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Direktur Suara Muhammadiyah, Deni Asy'ari, memaparkan bahwa peluncuran toko oleh-oleh ini bertujuan menjawab kebutuhan wisatawan, khususnya warga Muhammadiyah.
Sebagian besar produk yang dijual di gerai ini merupakan 100 persen produk UMKM lokal warga persyarikatan dan warga Yogyakarta.
"Nama 1915 diambil dari tahun kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah. Maka inilah ikhtiar kami untuk menciptakan ekosistem bisnis—tidak sekadar mencari profit, tetapi bisnis yang adil dan berpihak mendorong produk-produk UMKM warga persyarikatan," ungkap Deni.
Toko Oleh-Oleh 1915 menghadirkan beragam produk unggulan yang dapat menjadi pilihan belanja bagi wisatawan, warga lokal, maupun warga persyarikatan yang berkunjung ke Yogyakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang