Editor
KOMPAS.com - Rabiul Awal (رَبِيعُ الْأَوَّلِ) merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah yang memiliki tempat istimewa bagi umat Islam karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Setiap datang bulan Rabiul Awal, sebagian umat Islam akan bersiap merayakannya dengan tradisi Maulid Nabi.
Selain Maulid Nabi, terdapat sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang berkaitan dengan bulan Rabiul Awal.
Baca juga: 4 Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Bulan Rabiul Awal
Kata rabi’ dalam bahasa Arab memiliki makna yang cukup kompleks karena dapat digunakan untuk menyebut musim maupun bulan. Dalam konteks musim, rabi’ dapat berarti musim semi atau musim gugur.
Sebagian masyarakat Arab menyebut musim semi sebagai rabi’, sedangkan sebagian lainnya menggunakan istilah tersebut untuk menyebut musim gugur.
Baca juga: 4 Amalan Sunah di Bulan Rabiul Awal, dari Puasa hingga Sedekah
Adapun dalam konteks bulan, rabi’ merujuk pada dua bulan setelah Safar, yaitu Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.
Penamaan tersebut berkaitan dengan waktu terjadinya kedua bulan tersebut yang berada di antara musim semi hingga musim gugur.
Untuk membedakan rabi’ yang bermakna musim dengan rabi’ yang bermakna bulan, masyarakat Arab menggunakan kata syahr atau bulan sebelum nama Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.
Dengan demikian, penyebutannya menjadi syahru rabi’ al-awwal dan syahr rabi’ al-akhir. (Jawwad Ali, al-Mufasshal fi Tarikhil Arab qablal Islam, juz 16, hlm. 76)
Allah SWT menetapkan kalender Islam terdiri dari 12 bulan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
Saat menafsirkan Surat At-Taubah ayat 36 tentang pembagian bulan menjadi 12, Ibnu Katsir merujuk pendapat Syekh Alamuddin as-Sakhawi mengenai asal-usul penamaan bulan-bulan dalam kalender Hijriah.
Dalam karya Syekh Alamuddin, al-Masyhur fi Asma’il Ayyam was-Syuhur, dijelaskan bahwa Rabiul Awal dan Rabiul Akhir dinamai demikian karena pada kedua bulan tersebut masyarakat Arab membangun atau mendiami bangunan khusus yang berkaitan dengan musim semi atau gugur. (Tafsir Ibnu Katsir Darut-Thayibah, juz 4 hlm. 146)
Selain pendapat tersebut, terdapat penjelasan dari al-Biruni mengenai asal-usul nama dua bulan Rabi’. Menurutnya, Rabiul Awal dan Rabiul Akhir dinamai demikian karena pada periode tersebut bunga-bunga tumbuh, embun terus muncul, dan hujan turun.
Menurut al-Biruni, kondisi tersebut merupakan ciri musim yang di daerah tempat tinggalnya disebut kharif atau musim gugur. Sementara itu, masyarakat Arab menyebut musim dengan ciri serupa sebagai rabi’ atau musim semi. (al-Biruni, al-Atsar al-Baqiyah ‘anil Qurun al-Khaliyah, hlm. 69)
Rabiul Awal tidak hanya dikenal karena menjadi bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam juga terjadi pada bulan ketiga kalender Hijriah ini.
Peristiwa paling utama yang berkaitan dengan Rabiul Awal adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jika dikaitkan dengan makna rabi’ sebagai masa tumbuhnya bunga dan turunnya hujan di padang pasir, kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat dimaknai sebagai sebuah isyarat.
Kehadiran Nabi Muhammad SAW ibarat sosok yang menyuburkan dan menghilangkan dahaga di tengah kondisi masyarakat jahiliyah yang mengalami kegersangan peradaban. Ajaran yang dibawa Rasulullah SAW kemudian menjadi jalan perubahan bagi masyarakat Arab dan umat manusia.
Rabiul Awal juga menjadi bagian penting dalam sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW. Pada bulan ini, Nabi Muhammad SAW bersama rombongan tiba di Madinah setelah sebelumnya berhijrah dari Makkah.
Kedatangan Nabi Muhammad SAW di Madinah menjadi salah satu titik balik penting dalam penyebaran ajaran Islam. Dari Madinah, perkembangan komunitas dan dakwah Islam kemudian berlangsung semakin luas.
Masjid Quba, yang dikenal sebagai masjid pertama umat Muslim, juga dibangun pada bulan Rabiul Awal. Pembangunan masjid ini menjadi salah satu peristiwa penting yang berkaitan dengan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa besar lainnya yang terjadi pada Rabiul Awal adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Karena itu, bulan ini memiliki makna yang sangat kuat dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW, mulai dari kelahiran hingga wafatnya beliau.
Rabiul Awal tidak hanya menjadi bulan yang identik dengan Maulid Nabi, tetapi juga menyimpan berbagai catatan penting dalam sejarah Islam.
Memahami asal-usul nama Rabiul Awal sekaligus peristiwa yang terjadi di dalamnya dapat membantu umat Islam mengenali lebih dekat sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Bulan ini menjadi momentum untuk mengingat kelahiran, perjuangan, dakwah, hingga wafatnya Rasulullah SAW.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang