Editor
KOMPAS.com — Pagi, siang, hingga menjelang tidur, hari-hari Adzra Khairy Fadian lekat dengan persiapan panjang menuju Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Rutinitas itu bukan dijalani satu atau dua pekan. Selama berbulan-bulan, siswi kelas XI IPA 1 MAN 1 Kota Serang tersebut membiasakan diri menempa fisik sekaligus mengasah kemampuan akademik dan wawasan kebangsaan.
Setiap hari, Adzra berlari sejauh tiga kilometer serta rutin melakukan push up dan sit up. Sepulang sekolah, latihan kembali menantinya.
Baca juga: Mimpi sejak SD Terwujud, Siswi MAN 1 Lubuklinggau Ini Jadi Paskibraka Nasional
Perjuangan itu akhirnya berbuah manis. Setelah melewati seleksi tingkat Kota Serang dan mewakili Provinsi Banten, Adzra terpilih menjadi salah satu dari 76 anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026 yang bertugas dalam rangkaian HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ia menjadi wakil Provinsi Banten untuk menjalankan tugas di Istana Merdeka.
Namun, menjadi Paskibraka bukan cita-cita yang baru muncul ketika seleksi dibuka.
Kepala MAN 1 Kota Serang Muamar Hadafi mengatakan, Adzra telah mempersiapkan diri untuk mengejar cita-cita tersebut sejak duduk di kelas X.
"Adzra sosok yang sangat ceria dan penuh semangat dalam menjalani sekolah dan latihan. Dari awal masuk kelas 10, ia memang sudah dipersiapkan untuk menjadi Paskibraka dan memang bagian dari cita-citanya," kata Muamar dikutip dari laman Kemenag, Senin (17/8/2026).
Baca juga: Pilih Paskibraka daripada O2SN, Siswa MAN IC Siak Wakili Riau di Istana
Sejak kelas X, Adzra mengikuti latihan rutin tiga kali sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu.
Konsistensi tersebut membawanya terpilih mewakili Paskibra tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten pada Agustus 2025.
Persiapannya tak hanya dilakukan di lapangan.
Adzra menyadari seleksi Paskibraka juga membutuhkan kemampuan akademik dan wawasan yang baik. Karena itu, di tengah latihan fisik, ia tetap mempersiapkan diri menghadapi berbagai tes.
Salah satu capaian yang menonjol adalah hasil psikotes dalam proses seleksi yang menempatkan Adzra di peringkat pertama dengan hasil sempurna.
"Selain itu juga peningkatan pada kemampuan kognitifnya, karena seleksi Paskibraka tidak hanya dinilai pada kekuatan fisik dan kemampuan baris-berbaris," ujar Muamar.
Adzra memang memiliki rekam jejak prestasi akademik.
Ia pernah menjadi Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-7 tingkat Kota Serang pada 2024 dan Juara 4 OBA tingkat Provinsi Banten pada tahun yang sama.
Pada 2025, ia juga masuk Top 6 Danton Terbaik dalam lomba The Crown Season 3.
Menurut Muamar, kemampuan akademik menjadi salah satu kekuatan Adzra ketika mengikuti seleksi Paskibraka.
"Kompetensi Adzra sangat mumpuni, dengan nilai TWK dan TIU terbaik di Kota Serang. Sehingga untuk akademik tidak memiliki kendala," katanya.
Di balik berbagai pencapaiannya, perjalanan Adzra tidak selalu dilalui dengan rasa percaya diri.
Menjelang seleksi tingkat provinsi, ia sempat meragukan kemampuannya sendiri. Namun, Adzra memilih tetap melangkah dan mencoba mempercayai kemampuan yang dimilikinya.
Keputusan itu membawanya melewati tahapan demi tahapan hingga akhirnya mengikuti seleksi tingkat pusat.
Perjalanan tersebut tidak sederhana. Adzra harus menjalani serangkaian proses verifikasi dan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikotes berbasis komputer, peraturan baris-berbaris, tes minat dan bakat, hingga wawancara.
Latihan fisik pun hanya menjadi satu bagian dari persiapannya.
Adzra juga mempelajari wawasan kebangsaan serta kebudayaan lokal Banten. Pengetahuan mengenai makanan khas hingga tarian daerah turut dipelajarinya sebagai bekal menghadapi seleksi.
Muamar mengatakan, keberhasilan Adzra tidak terlepas dari upaya madrasah mendorong siswa berprestasi dalam bidang akademik maupun nonakademik.
MAN 1 Kota Serang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, seni, hingga olimpiade.
Namun, aktivitas tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan prestasi di ruang kelas.
Madrasah bersama para guru memberikan bimbingan akademik di luar jam belajar agar siswa yang aktif mengikuti berbagai kegiatan tetap mampu menjaga capaian akademiknya.
"Bimbingan akademik di luar jam kerja untuk terus meningkatkan prestasi akademik siswa MAN 1 Kota Serang dalam mengimbangi kegiatan latihan ekstrakurikuler siswa," kata Muamar.
Menurut dia, keberhasilan Adzra turut meningkatkan kepercayaan diri siswa lain.
Prestasi yang sebelumnya dianggap sulit, bahkan mustahil, mulai dilihat sebagai sesuatu yang dapat diperjuangkan.
"Alhamdulillah, selain Adzra dalam bidang Paskibraka juga memberikan pengaruh pada bidang lain, dengan meningkatnya kepercayaan siswa-siswa MAN 1 Kota Serang memiliki potensi dan bisa mengalahkan sekolah lain yang tadinya mustahil," ujarnya.
Peningkatan prestasi tersebut, kata Muamar, terlihat pula pada bidang Pramuka, pencak silat, olahraga, seni, OMI, dan OSN.
Madrasah juga mewajibkan siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Menurut Muamar, kegiatan seperti Pramuka, PMR, dan Paskibraka bukan semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi.
"Kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, Paskibraka sangat mempengaruhi karakter dan adab siswa semakin baik dan tambah disiplin terhadap sikapnya," katanya.
Keberhasilan Adzra juga mendapat perhatian pelajar lain di Kota Serang.
Nizar, siswa SMAN 1 Serang, mengaku mengetahui pencapaian Adzra melalui media sosial meski tidak mengenalnya secara pribadi.
"Meskipun saya tidak kenal secara pribadi, tapi saya mengetahuinya melalui media sosial. Adzra sudah membawa nama baik Kota Serang," ujar Nizar.
Ia berharap pencapaian tersebut tidak menjadi akhir perjalanan Adzra.
"Semangat dan terus lanjutkan prestasi serta potensi yang dimiliki. Semoga apa yang dilakukan membawa dampak positif bagi masyarakat, keluarga, dan diri sendiri," katanya.
Bagi Muamar, perjalanan Adzra menunjukkan bahwa sesuatu yang awalnya dianggap sulit bukan berarti tidak mungkin diraih.
"Kegigihan dan ketekunan yang kita lakukan, insya Allah bisa merubah prestasi masa depan kita yang awalnya dibilang mustahil bagi siswa," ujarnya.
Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Paskibraka Tingkat Pusat, Adzra pun telah memiliki target berikutnya.
Menurut Muamar, Adzra ingin mempersiapkan diri untuk mengejar cita-citanya masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Dari lapangan latihan, ruang kelas, hingga akhirnya dipercaya membawa nama Banten di tingkat nasional, perjalanan Adzra menunjukkan bahwa ketangguhan bukan hanya perkara kuat menjalani latihan fisik.
Ada konsistensi untuk mempersiapkan diri, keberanian menghadapi keraguan, dan kemauan untuk terus melangkah ketika kesempatan datang.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT