Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam

Kompas.com, 23 Agustus 2026, 11:39 WIB
Farid Assifa

Penulis

KOMPAS.com – Jaringan GUSDURian bersama Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, akan menggelar Festival Jagat 2026 (Jejaring Agama untuk Gerakan Alam dan Toleransi) pada 29-30 Agustus 2026.

Dilansir dari siaran pers, kegiatan ini mengusung tema “Agama untuk Alam Semesta: Merusak Alam Sama dengan Merusak Kemanusiaan”.

Festival ini disebut menjadi ruang konsolidasi lintas iman untuk memperkuat peran agama dalam menghadapi krisis ekologi sekaligus memperjuangkan keadilan sosial.

Festival Jagat akan mempertemukan tokoh agama, akademisi, aktivis lingkungan, pesantren, serta masyarakat untuk membicarakan berbagai persoalan ekologis yang terjadi di Indonesia.

Krisis lingkungan dinilai semakin mendesak seiring masifnya investasi ekstraktif dan pembangunan berskala besar yang berpotensi mengancam kelestarian alam serta ruang hidup masyarakat.

Dalam situasi tersebut, nilai-nilai keagamaan dinilai perlu dihadirkan sebagai kekuatan moral untuk mendorong perubahan perilaku sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga bumi.

Baca juga: Jaringan Gusdurian Tolak Board of Peace, Singgung Amanat Konstitusi

Konsolidasi Gerakan Lintas Iman

Festival Jagat tidak hanya menjadi forum diskusi mengenai lingkungan. Kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang konsolidasi berbagai simpul gerakan ekologis yang selama ini bekerja melalui beragam pendekatan.

Mulai dari advokasi kebijakan, pendampingan masyarakat akar rumput, litigasi, hingga gerakan sosial berbasis keagamaan akan dipertemukan dalam satu forum.

Festival tersebut juga menjadi momentum untuk mendiseminasikan gagasan mengenai hubungan agama dan ekologi sekaligus berbagi praktik baik pelestarian lingkungan di tingkat masyarakat.

Salah satu agenda pentingnya adalah perumusan Risalah Gerakan Lintas Iman sebagai komitmen bersama dalam mengadvokasi keadilan ekologi secara berkelanjutan.

Alissa Wahid hingga Tokoh Lintas Agama

Rangkaian Festival Jagat dimulai Sabtu (29/8/2026) pukul 09.00 WIB. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Pengasuh Pesantren Khoiriyah Hasyim dan Koordinator SekNas Jaringan GUSDURian Jay Akhmad.

Pembukaan dilanjutkan dengan orasi ilmiah bertajuk “Agama dan Keadilan Ekologi” yang disampaikan Alissa Wahid.

Setelah itu, peserta mengikuti Forum Lingkar Jagat atau Majelis Keadilan Ekologi yang terbagi dalam tiga sesi.

Sesi pertama mengangkat tema “Tobat Ekologi: Tanggung Jawab Agama terhadap Krisis Ekologi”. Forum ini menghadirkan Lukman Hakim Saefudin, Zainal Abidin Bagir, Hening Parlan, serta Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo.

Sesi kedua membahas “Merawat Bumi dari Akar Rumput” dengan menghadirkan Inaya Wahid, Prigi Arisandi, Tri Mumpuni, dan Bambang Tri Daxoko.

Sementara sesi ketiga difokuskan pada Perumusan Risalah Jagat, yang melibatkan Zaimatus Sa’diyah, Eko Cahyono, Roy Murtadho, dan Dewi Anggraeni.

Santri Diajak Belajar Ekologi

Festival Jagat juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi santri dan pelajar.

Melalui Fun Games Jagat, peserta akan diajak mengenal isu lingkungan dengan cara yang lebih menyenangkan. Sejumlah permainan yang disiapkan antara lain Puzzle Ekologi, Ular Tangga Ekologi, Kartu Sampah Organik dan Anorganik, hingga permainan bertema mangrove.

Pada Sabtu malam, Panggung Jagat akan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya. Agenda tersebut di antaranya musik, pemutaran film dokumenter “Mata Air yang Hilang di Wonosalam, Jombang”, pertunjukan Banjari, Tari Abu Semeru, musikalisasi puisi, komedi tunggal, dan pertunjukan musik.

Ada Pelatihan Pengelolaan Sampah

Memasuki hari kedua, Minggu (30/8/2026), Festival Jagat akan berfokus pada kegiatan edukasi dan aksi sosial.

Melalui Kelas Belajar Ekologi Jagat, peserta dapat mengikuti pelatihan pengolahan sampah yang dapat diterapkan di pesantren, sekolah, maupun rumah ibadah.

Materi yang diberikan antara lain pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, pengelolaan bank sampah anorganik, pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair, pemanfaatan maggot dan pembuatan kompos, hingga pengolahan kopi.

Di hari yang sama, GUSDURian Peduli juga menggelar aksi bakti sosial berupa cek kesehatan gratis dan donor darah bagi masyarakat sekitar.

Ditutup Ziarah Makam Gus Dur

Seluruh rangkaian Festival Jagat 2026 akan ditutup dengan ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pesantren Tebuireng, Jombang, pada Minggu sore.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 15.00-17.00 WIB. Acara akan diawali dengan tahlil bersama, kemudian dilanjutkan sambutan Koordinator SekNas Jaringan GUSDURian Jay Akhmad.

Baca juga: Jaringan GUSDURian Ajukan Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Aktivis yang Dijerat UU ITE

Selanjutnya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo akan menyampaikan testimoni mengenai sosok Gus Dur. Acara juga akan diisi nasihat dari Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Doa Lintas Iman, serta prosesi tabur bunga.

Festival Jagat 2026 akan berpusat di Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, dan Pesantren Tebuireng.

Melalui festival ini, Jaringan GUSDURian ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar agenda ekologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan keagamaan.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Robbisrohli Sodri: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir Doa Nabi Musa
Doa Harian
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Jelang Muktamar ke-35 NU, Makam Gus Dur di Tebuireng Dibuka 24 Jam
Aktual
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58
Aktual
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Festival Jagat 2026 di Jombang, Jaringan GUSDURian Gaungkan Agama untuk Menjaga Alam
Aktual
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Cara Registrasi Peserta Muktamar Ke-35 NU, dari Penjemputan hingga Dapat ID Card
Aktual
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan
Aktual
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Menjaga Gajah, Ikhtiar Konservasi yang Sejalan dengan Ajaran Islam
Aktual
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Belajar Berprasangka Baik kepada Allah dan Sesama
Aktual
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Kemenhaj Buka Pos di Bandara Soetta, Awasi Langsung Pelayanan Jemaah Umrah
Aktual
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Nabi Muhammad Menjadi Yatim Sejak dalam Kandungan, Begini Masa Kecil Rasulullah
Aktual
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Contoh Teks Sambutan Acara Maulid Nabi di RT, RW, dan Kelurahan
Aktual
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Singkat dan Lengkap
Aktual
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Forum Ustadz Muda Bima Kirim Bantuan 1 Ton Beras ke NTT dengan Perahu
Aktual
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Tak Sekadar Ramah, Panitia Muktamar NU Perketat Verifikasi Peserta Resmi
Aktual
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Derry Sulaiman dan Willi Salim Hadiri Ijazah Kubro Dalailul Khairat, 3.000 Peserta Membeludak
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar