Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 06:17 WIB
Reni Susanti

Editor


BANDUNG, KOMPAS.com — Kebiasaan sederhana seperti mengatur waktu makan, mendapatkan cahaya alami pada pagi hari, beraktivitas fisik, hingga menjaga waktu tidur dinilai dapat membantu tubuh bekerja selaras dengan jam biologisnya.

Pendekatan tersebut diterapkan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) melalui program SALAM Sehat Tamansari bersama masyarakat RW 09 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung.

Ketua tim program SALAM Sehat Tamansari, dr. Hilmi Sulaiman Rathomi mengatakan, tantangan dalam promosi kesehatan bukan hanya membuat masyarakat mengetahui pola hidup sehat, tetapi juga membuat kebiasaan tersebut mudah dilakukan secara konsisten.

"Tantangan terbesar promosi kesehatan sering kali bukan membuat masyarakat tahu apa yang sehat, tetapi membantu agar perilaku sehat lebih mudah dilakukan dan dipertahankan dalam kehidupan nyata," ujar Hilmi dalam rilisnya, Minggu (23/8/2026).

"Karena itu, SALAM Sehat dirancang bukan sekadar sebagai penyuluhan, tetapi sebagai pengalaman perubahan perilaku," sambungnya.

Baca juga: Apa Arti Amanat Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Surat An-Nisa Ayat 58

Menyesuaikan Kebiasaan dengan Jam Biologis

SALAM Sehat Tamansari merupakan program promosi kesehatan yang mendorong masyarakat menyelaraskan aktivitas sehari-hari dengan jam biologis tubuh sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan metabolik dan mencegah penyakit kronis.

Program ini menggunakan pendekatan behavioral economics dan choice architecture.

Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai jam biologis dan pola hidup sehat, tetapi juga perangkat yang dirancang untuk mempermudah mereka mengambil pilihan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya berupa piring makan yang dilengkapi penanda waktu makan seimbang.

Baca juga: Gempa NTT, Muhammadiyah Terjunkan EMT dan Siapkan Rumah Sakit Lapangan

Peserta juga memperoleh penutup mata untuk mendukung kualitas tidur serta mengikuti tantangan mengunggah foto langit pagi melalui grup WhatsApp.

Tantangan tersebut digunakan untuk mendorong peserta beraktivitas di luar ruangan sekaligus mendapatkan paparan cahaya alami pada pagi hari.

Selain itu, peserta mendapatkan kartu deposit sembako sebagai bagian dari strategi untuk mendorong konsistensi perubahan perilaku selama program.

Melalui cara tersebut, intervensi kesehatan dilakukan pada sejumlah kebiasaan sehari-hari, mulai dari waktu makan, paparan cahaya, aktivitas fisik, hingga tidur dan istirahat.

Hipertensi, Diabetes, dan Obesitas

Kepala Puskesmas Tamansari dr. Beti Sulistyorini mengatakan, pendekatan tersebut relevan dengan tantangan penyakit tidak menular yang dihadapi masyarakat.

"Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas kini menjadi bagian penting dari masalah kesehatan yang kita hadapi di masyarakat," kata Beti.

Menurut dia, pencegahan penyakit tidak menular tidak cukup dilakukan dengan membuat masyarakat mengetahui hal-hal yang baik bagi kesehatan.

Pengetahuan tersebut perlu diterapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Upaya mengatur waktu makan, aktivitas, paparan cahaya, dan istirahat agar lebih selaras dengan jam biologis tubuh merupakan pendekatan yang menarik untuk membantu masyarakat membangun pola hidup yang lebih sehat," ujarnya.

Sebanyak delapan kader Posyandu sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menjadi Kader SALAM atau Pendamping Ritme Hidup Sehat.

Para kader akan mendampingi peserta selama 14 hari untuk mencoba dan mempertahankan kebiasaan yang lebih selaras dengan ritme alami tubuh.

Jam Biologis dan Keteraturan Siang-Malam

Program tersebut juga menghubungkan pemahaman mengenai jam biologis dengan nilai keislaman tentang keteraturan waktu.

Salah satunya merujuk pada Surat Al-Qasas ayat 73 yang menjelaskan mengenai malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu mencari sebagian karunia Allah SWT.

Hilmi mengatakan, konsep keteraturan tersebut memiliki titik temu dengan ilmu kesehatan modern mengenai ritme sirkadian.

"Menjaga kesehatan dengan mengikuti keteraturan yang Allah ciptakan pada tubuh juga dapat kita maknai sebagai bagian dari ibadah dan upaya menjaga amanah tubuh yang diberikan kepada kita," kata Hilmi.

Menurut dia, Al-Quran berulang kali mengingatkan manusia mengenai siang dan malam yang mempunyai fungsi berbeda.

"Sains modern membantu kita memahami bahwa tubuh memang memiliki jam biologis yang mengatur berbagai fungsi tubuh mengikuti waktu dalam sehari," jelasnya.

Kajian mengenai jam biologis juga telah mendapatkan perhatian besar dalam ilmu kedokteran modern.

Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2017 diberikan kepada Jeffrey C Hall, Michael Rosbash, dan Michael W Young atas penemuan mekanisme molekuler yang mengendalikan ritme sirkadian.

Temuan tersebut membantu menjelaskan bagaimana makhluk hidup menyesuaikan ritme biologisnya dengan siklus siang dan malam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
5 Tantangan Penyuluh Agama Islam, dari Krisis Global, AI, hingga Perubahan Kondisi Sosial
Aktual
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Kemenag Lakukan Rukyatulhilal Awal Jumadil Awal 1448 H, Hilal Tak Terlihat di Jakarta
Aktual
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Kemenhaj Pastikan Tidak Ada Jemaah Umrah Terdampak Situasi di Arab Saudi, Imbau untuk Tetap Tenang
Aktual
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Respons Situasi di Arab Saudi, Ini Imbauan Resmi Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Aktual
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Menhaj Minta Calon Jemaah Haji Belajar dari Mereka yang Gagal Berangkat karena Kendala Kesehatan
Aktual
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?
Aktual
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan
Aktual
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Doa Belum Terkabul, Apakah Berarti Allah Tidak Menjawabnya?
Aktual
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Hukum Menyebarkan Chat Pribadi Tanpa Izin dalam Islam
Aktual
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang
Aktual
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat
Aktual
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Adzan di Telinga Bayi hingga di Atas Kuburan, Bagaimana Hukumnya?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar