Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Maulid Nabi 2026, Menag: Akhlak Fondasi Membangun Peradaban

Kompas.com, 25 Agustus 2026, 10:35 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Menurut Nasaruddin, akhlak merupakan fondasi dalam membangun peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan, ilmu pengetahuan yang bermanfaat, kekuasaan yang amanah, serta kasih sayang dapat tumbuh di tengah masyarakat.

“Beliau memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh. Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” kata Nasaruddin dalam rilisnya, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Maulid Nabi 2026: Sejarah, Hikmah, dan Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah

Menurut dia, fondasi akhlak menjadi salah satu kunci transformasi yang dibawa Rasulullah SAW. Perubahan yang lahir melalui dakwah Nabi Muhammad SAW tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga mengubah wajah peradaban manusia.

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” ujarnya.

Akhlak Menjadi Kunci Perubahan

Nasaruddin kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu'itstu li utammima makārimal akhlāq”, yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Menurut dia, pesan tersebut menjadi salah satu kunci untuk memahami perubahan yang dibawa Nabi Muhammad SAW dalam sejarah peradaban manusia.

Rasulullah SAW memulai dakwah dengan membangun akhlak sehingga nilai-nilai agama tidak berhenti sebagai ajaran individual, tetapi menjadi kekuatan yang membentuk kehidupan sosial.

Nasaruddin mengatakan, 14 abad lalu manusia berada pada masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah. Ketika itu, nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan, pihak yang kuat menindas yang lemah, sementara perempuan kehilangan martabatnya.

Baca juga: Dalil dan Hadis tentang Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasannya

Kehadiran Nabi Muhammad SAW kemudian membawa perubahan yang berakar pada tauhid sekaligus penghormatan terhadap martabat manusia.

“Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dialah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan,” tutur Nasaruddin.

Kemajuan Peradaban Harus Diiringi Akhlak

Nasaruddin mengatakan, kehidupan manusia kini telah mengalami lompatan peradaban. Ilmu pengetahuan terus berkembang dan membawa berbagai perubahan besar dalam kehidupan.

Namun, kemajuan tersebut perlu disertai nilai-nilai kemanusiaan dan akhlak agar ilmu pengetahuan serta kekuasaan benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan.

Karena itu, Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan.

Nasaruddin pun mengajak umat Islam memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan, dan memohonkan ampun bagi umatnya,” ujarnya.

Nasaruddin berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi penguat bagi umat Islam untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menghidupkan ajarannya.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya dan menghidupkan ajarannya. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” pungkasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar