Editor
JOMBANG, KOMPAS.com — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Alissa Wahid berharap Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang terpilih dalam Muktamar Ke-35 NU mampu mengembalikan kepercayaan warga terhadap organisasi.
Menurut Alissa, kepemimpinan PBNU periode lima tahun mendatang memiliki tugas untuk melakukan transformasi jamiah atau organisasi sekaligus memastikan NU tetap berorientasi kepada jamaah.
"Saya sangat berharap bahwa siapa pun yang nanti terpilih menjadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU benar-benar mampu membawa NU untuk menjalani transformasi jamiahnya," kata Alissa di sela Muktamar Ke-35 NU seperti dikutip dari Tribun Jatim, Minggu (30/8/2026).
Baca juga: Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut mengatakan, transformasi diperlukan agar NU dapat menjalankan tujuan organisasinya.
Tujuan tersebut antara lain menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan bangsa, serta menghadirkan rahmat bagi semesta.
Menurut Alissa, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan organisasi yang kuat dan solid.
Namun, kekuatan organisasi saja dinilai belum cukup. PBNU juga harus mampu memastikan organisasi tetap dekat dengan jamaah dan memperoleh kepercayaan warga NU.
"Yang paling penting, membutuhkan jamiah yang berorientasi kepada jamaah dan mengembalikan kepercayaan masyarakat, warga NU, kepada Jamiah Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Baca juga: Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Alissa berharap kepercayaan warga terhadap NU dapat menjadi modal bagi organisasi untuk menjalankan khidmah kepada masyarakat secara lebih optimal.
"Sehingga kita bisa berkhidmah dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bangsa dan kemaslahatan dunia," kata dia.
Menurut Alissa, harapan tersebut berlaku bagi siapa pun yang akhirnya mendapat mandat dari peserta Muktamar untuk menduduki posisi Rais Aam maupun Ketua Umum PBNU.
Pemimpin baru NU, kata dia, memiliki tantangan untuk menjaga organisasi tetap kuat dan solid sekaligus dekat dengan jamaah serta masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan di tengah berlangsungnya Muktamar Ke-35 NU yang salah satu agenda utamanya menentukan kepemimpinan PBNU periode 2026–2031.
Muktamar Ke-35 NU berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Dalam Sidang Pleno III, Minggu (30/8/2026), peserta Muktamar telah memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara. Dari 552 suara, sebanyak 401 memilih perubahan mekanisme melalui AHWA, 150 suara memilih mempertahankan sistem one man one vote, sedangkan satu suara dinyatakan tidak sah.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pesan Alissa Wahid Putri Gus Dur untuk Ketum PBNU Terpilih: Kembalikan Kepercayaan Warga NU
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT