Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hilal Rabiulakhir 1448 H Terpantau di Jakarta, Ini Hasil Pengamatan Kemenag

Kompas.com, 14 September 2026, 07:03 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Agama (Kemenag) menggelar rukyatul hilal awal Rabiulakhir 1448 Hijriah di Rumah Falak Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Pengamatan tersebut mencatat posisi hilal mencapai 13,04 derajat dengan sudut elongasi 16,72 derajat. Data itu dihimpun sebagai bagian dari dokumentasi rukyatul hilal Kemenag.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, rukyatul hilal merupakan bagian penting dalam rangkaian kegiatan hisab dan rukyat untuk memperoleh data empiris mengenai posisi dan keberadaan hilal.

Baca juga: Kemenag Rilis Posisi Hilal Awal Muharam 1448 H, Ini Hasilnya

“Rukyatul hilal menjadi salah satu bentuk pengamatan langsung terhadap fenomena astronomis yang memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan ibadah umat Islam,” ujar Arsad dalam rilisnya, Senin (14/9/2026).

“Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan dengan melibatkan unsur akademik dan komunitas,” lanjutnya.

Libatkan Mahasiswa

Pengamatan melibatkan Rumah Falak Pondok Labu, mahasiswa Program Studi Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta komunitas Indonesian Islamic Astronomy Club (IIAC) Jabodetabek.

Menurut Arsad, pelibatan perguruan tinggi dan komunitas falak dapat memperluas ruang pembelajaran sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang hisab dan rukyat.

Mahasiswa dan generasi muda berkesempatan mengikuti proses observasi hilal secara langsung, mulai dari persiapan hingga pencatatan dan analisis hasil pengamatan.

“Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dapat memahami bagaimana proses observasi dilakukan dan bagaimana data hasil pengamatan dicatat serta dianalisis,” katanya.

Kepala Subdirektorat Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag Ismail Fahmi menjelaskan, peserta menggunakan instrumen astronomi untuk memantau posisi hilal di ufuk. Hasil pengamatan kemudian dicatat dan didokumentasikan sebagai data observasi.

Menurut Ismail, kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya keterpaduan metode hisab dan rukyat dalam pengembangan ilmu falak.

Baca juga: Krisis Air Saat Kemarau, Bolehkah Warga Mengambil Air dari Masjid?

Hisab memberikan gambaran mengenai posisi dan kondisi geometris hilal, sedangkan rukyat menghadirkan data berdasarkan pengamatan langsung di lapangan.

“Hisab dan rukyat memiliki posisi yang saling melengkapi. Perhitungan memberikan informasi mengenai posisi hilal, sementara observasi memberikan pengalaman empiris melalui pengamatan langsung,” jelas Ismail.

Selain berkaitan dengan pemantauan hilal, data hasil observasi dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, penelitian, dan pengembangan kajian astronomi Islam.

Arsad mengatakan, Kemenag akan terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga falak, dan komunitas astronomi Islam. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat kompetensi generasi muda dan menjaga kesinambungan tradisi keilmuan falak di Indonesia.

“Harapannya, kolaborasi seperti ini terus diperkuat sehingga lahir generasi yang memiliki kemampuan dalam ilmu falak, baik dari sisi teoretis maupun praktik observasi,” tutur Arsad.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar