Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adab Takziah dalam Islam: Ucapan, Doa, dan Sunnahnya

Kompas.com, 17 September 2026, 07:43 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Takziah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam ketika seorang Muslim ditimpa musibah kematian.

Tujuan takziah bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, melainkan menghibur keluarga yang ditinggalkan, mendoakan jenazah, serta menguatkan mereka agar bersabar menghadapi ujian dari Allah SWT.

Rasulullah SAW memberikan teladan bahwa orang yang berduka membutuhkan empati, doa, dan bantuan nyata, bukan perkataan yang menyakiti atau memperpanjang kesedihan.

Karena itu, Islam mengatur adab takziah agar menjadi bentuk kasih sayang antarsesama Muslim.

Baca juga: Hukum Mengirim Karangan Bunga Duka Cita dalam Islam, Apakah Termasuk Takziah? Ini Penjelasan Ulama

Takziah Adalah Wujud Kasih Sayang

Islam mengajarkan bahwa setiap musibah adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar dan tawakal.

Melalui takziah, seorang Muslim menghadirkan ketenangan bagi saudaranya dengan doa, ucapan yang baik, serta bantuan yang nyata.

Meneladani Rasulullah SAW berarti menghibur orang berduka tanpa mengurangi ruang mereka untuk bersedih.

Ucapan yang lembut, doa yang tulus, dan kepedulian terhadap kebutuhan keluarga merupakan sunnah yang menjadikan takziah sebagai bentuk ibadah sekaligus wujud kasih sayang antarsesama.

Baca juga: Benarkah Semua Utang Harus Dibayar Sebelum Meninggal?

Apa Itu Takziah dalam Islam?

Takziah adalah menghibur dan menguatkan hati keluarga yang sedang mengalami musibah kematian.

Para ulama menjelaskan bahwa hukum bertakziah adalah sunnah muakkadah karena termasuk bentuk kepedulian sosial dan mempererat ukhuwah.

Allah SWT mengingatkan bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi ujian, termasuk kehilangan orang yang dicintai.

QS Al-Baqarah Ayat 155–156

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ۝ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ

Wa lanabluwannakum bisyai'im minal-khaufi wal-jū‘i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn. Allażīna iżā aṣābathum muṣībatun qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Artinya: “Dan sungguh, Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.’”

Ayat ini menjadi dasar dianjurkannya mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un ketika mendengar kabar duka.

Ucapan Takziah yang Dicontohkan Rasulullah

Salah satu ucapan takziah paling masyhur berasal dari hadis sahih ketika putri Rasulullah SAW kehilangan anaknya. Nabi mengirimkan pesan yang berisi penghiburan dan ajakan untuk bersabar.

Sahih al-Bukhari No. 1284

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَىْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ

Inna lillāhi mā akhaża, wa lahu mā a‘ṭā, wa kullu syai'in ‘indahu bi ajalim musammā, faltashbir waltaḥtasib.

Artinya: “Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil, dan milik-Nya pula apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki ajal yang telah ditentukan. Maka bersabarlah dan berharaplah pahala kepada Allah.”

Ucapan ini mengajarkan bahwa takziah sebaiknya berisi doa, penguatan, dan pengingat akan takdir Allah, bukan kalimat yang menghakimi atau meremehkan kesedihan seseorang.

Doa untuk Keluarga yang Berduka

Selain mengucapkan belasungkawa, seorang Muslim dianjurkan mendoakan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan dan pahala atas musibah yang mereka alami.

Doa yang sering diamalkan adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allāhumma-ghfir lahu warḥamhu wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikan keselamatan kepadanya, dan maafkanlah dia.”

Doa ini berasal dari hadis sahih tentang doa untuk jenazah dan dapat dibaca ketika mendoakan almarhum laki-laki. Untuk jenazah perempuan, dhamir lahu diganti menjadi lahā.

Sunnah Membantu Keluarga yang Berduka

Takziah tidak berhenti pada ucapan. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam membantu keluarga yang sedang ditimpa musibah, termasuk menyiapkan makanan karena mereka sedang disibukkan oleh urusan pemakaman.

اصْنَعُوا لِآلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا، فَقَدْ أَتَاهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ

Iṣna‘ū li āli Ja‘farin ṭa‘āman, faqad atāhum mā yasyghaluhum.

Artinya: “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja‘far, karena telah datang kepada mereka sesuatu yang menyibukkan mereka.” (Sunan Ibnu Majah No. 1610)

Hadis ini menjadi dasar sunnah bagi tetangga dan kerabat untuk membantu kebutuhan keluarga yang berduka, bukan justru membebani mereka dengan jamuan.

Adab yang Perlu Dijaga Saat Takziah

Rasulullah SAW mengajarkan takziah dengan penuh kelembutan. Karena itu, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan.

Pertama, menyampaikan ucapan belasungkawa dengan tulus tanpa memperpanjang ratapan.

Kedua, mendoakan jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.

Ketiga, menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti, seperti menyalahkan musibah atau membandingkan kehilangan seseorang dengan orang lain.

Keempat, tidak berlama-lama apabila kehadiran justru menambah beban keluarga.

Takziah juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah melalui empati dan kepedulian, bukan sekadar memenuhi kewajiban sosial.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar