Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tafsir Surat Al-Qari’ah: Gunung seperti Bulu Berhamburan Saat Kiamat

Kompas.com, 17 September 2026, 09:15 WIB
Reni Susanti

Editor

Sumber NU Online

KOMPAS.com — Gunung kerap menjadi simbol kekokohan dan keagungan alam. Bentuknya yang menjulang tinggi serta struktur batuannya yang kuat membuat gunung seolah tidak mudah tergerus oleh pergantian zaman.

Namun, kekokohan tersebut tidak akan bertahan ketika hari kiamat tiba. Al Quran menggambarkan gunung-gunung akan hancur dan beterbangan seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Muhammad Zainul Mujahid, alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo yang kini mengabdi di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif, Lombok Tengah, mengatakan, gambaran tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya peristiwa hari kiamat.

Baca juga: 4 Keutamaan Menjaga Wudhu, dari Penghapus Dosa hingga Menjadi Cahaya di Hari Kiamat

Menurut dia, gunung yang dikenal sebagai salah satu bagian alam paling kokoh akan kehilangan seluruh kemegahannya.

“Gunung adalah simbol kekokohan alam, sedangkan bulu merupakan benda yang rapuh dan mudah diterbangkan angin. Perumpamaan ini menambah kesan mengenai kengerian dan kedahsyatan hari kiamat,” kata Zainul dalam keterangannya.

Gunung seperti bulu berhamburan

Gambaran mengenai keadaan gunung pada hari kiamat salah satunya terdapat dalam Surat Al-Qari’ah ayat 1-5. Allah SWT berfirman:

الْقَارِعَةُۙ ١ مَا الْقَارِعَةُ ۚ ٢ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ ٣ يَوْمَ يَكُوْنُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوْثِۙ ٤ وَتَكُوْنُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوْشِۗ ٥

Artinya, “Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”

Zainul menjelaskan, ayat tersebut menyajikan dua gambaran yang memperlihatkan kekacauan luar biasa pada hari kiamat. Manusia diibaratkan seperti laron yang beterbangan, sedangkan gunung menjadi seperti bulu yang tercerai-berai.

Baca juga: Doa Membasuh Wajah Saat Wudhu agar Bercahaya di Hari Kiamat

Mengutip penjelasan Ibnu ‘Asyur dalam At-Tahrir wat Tanwir, persamaan antara kondisi gunung dan bulu yang berhamburan terletak pada bagian-bagiannya yang sama-sama terpisah.

Gunung-gunung akan hancur akibat guncangan yang sangat kuat, kemudian bagian-bagiannya tercerai-berai.

وَوَجْهُ الشَّبَهِ تَفَرُّقُ الْأَجْزَاءِ لِأَنَّ الْجِبَالَ تَنْدَكُّ بِالزَّلَازِلِ وَنَحْوِهَا فَتَتَفَرَّقُ أَجْزَاءً

Artinya, “Titik persamaannya adalah bagian-bagiannya yang sama-sama terpisah. Sesungguhnya gunung-gunung akan hancur disebabkan oleh guncangan hari kiamat sehingga terpencar menjadi beberapa bagian.”

Keterangan tersebut tercantum dalam At-Tahrir wat Tanwir karya Thahir bin ‘Asyur, juz 30, halaman 512-513.

Menunjukkan kedahsyatan hari kiamat

Abu Bakar Al-Biqa’i dalam Nazhmud Durar juga menjelaskan bahwa gunung merupakan salah satu bagian alam terkuat yang dapat disaksikan manusia.

Karena itu, gambaran mengenai kehancuran gunung dapat menimbulkan kesadaran tentang kedahsyatan hari kiamat. Gunung yang tersusun dari bebatuan dan tertanam kuat di bumi akan berubah menjadi seperti bulu berwarna yang mudah berhamburan.

Dikutip dari NU Online, Zainul mengatakan, perumpamaan tersebut sekaligus memperlihatkan ketidakberdayaan manusia.

Jika gunung yang kukuh saja dapat hancur, manusia yang secara fisik jauh lebih lemah tentu tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi peristiwa tersebut.

Hal ini juga dijelaskan Syekh Musthafa Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi. Menurut Al-Maraghi, gunung pada hari kiamat akan tercerai-berai hingga hanya menyerupai bulu yang dihamburkan.

“Lantas, bagaimana dengan manusia ketika peristiwa itu terjadi, sementara ia adalah makhluk yang lemah dan tubuhnya mudah hancur?” tulis Al-Maraghi sebagaimana dikutip Zainul.

Pengingat agar tidak terlena dunia

Zainul mengatakan, gambaran kehancuran gunung dalam Surat Al-Qari’ah bukan hanya menjelaskan keadaan alam ketika kiamat terjadi.

Ayat tersebut juga mengandung pelajaran agar manusia menyadari bahwa kekuatan, kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan duniawi tidak akan berarti ketika hari pertanggungjawaban tiba.

Harta yang dikumpulkan manusia akan ditinggalkan, sedangkan kekuasaan dan kekuatan yang dibanggakan akan sirna. Setiap orang hanya akan mempertanggungjawabkan iman dan perbuatannya.

Sayyid Muhammad Thanthawi dalam Tafsir Al-Wasith menjelaskan, orang yang merenungkan ayat-ayat tersebut akan menemukan peringatan kuat mengenai kedahsyatan hari kiamat.

Ayat tersebut sekaligus mendorong manusia untuk mempersiapkan kehidupan akhirat melalui keimanan dan amal saleh.

“Gambaran mengenai hancurnya gunung menjadi bahan refleksi agar manusia tidak terlalu membanggakan kekuatan, kekuasaan, dan kekayaan,” ujar Zainul.

Sebab, lanjut dia, gunung yang tampak begitu kukuh saja akan hancur akibat kedahsyatan hari kiamat. Sementara manusia merupakan makhluk yang lemah dan kehidupannya di dunia hanya berlangsung sementara.

Karena itu, kesadaran mengenai datangnya hari pertanggungjawaban seharusnya mendorong umat Islam untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan tidak terlena oleh kemegahan dunia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar