Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenag Cairkan Rp4,156 Miliar untuk Rumah Ibadah Buddha Terdampak Banjir Sumatera

Kompas.com, 23 September 2026, 08:59 WIB
Reni Susanti

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama menyiapkan anggaran Rp4,156 miliar untuk membantu pemulihan rumah ibadah dan sarana pendidikan keagamaan Buddha yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatera Utara.

Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi mengatakan, sebagian bantuan telah dicairkan, sementara sisanya masih diproses.

“Sejumlah bantuan kini mulai dicairkan kepada penerima. Kami terus memantau dan mempercepat proses pencairan bantuan ini,” kata Supriyadi dalam rilisnya,  Rabu (23/9/2026).

Di Aceh, bantuan untuk rumah ibadah telah memasuki tahap penerbitan Surat Perintah Pembayaran (SPP). Sementara itu, bantuan sarana untuk dua Sekolah Minggu Buddhis telah terealisasi, masing-masing sebesar Rp55 juta.

Baca juga: Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus

Bantuan Dicairkan Bertahap

Adapun di Sumatera Utara, bantuan telah dicairkan untuk 27 dari 62 rumah ibadah yang menjadi sasaran, atau sekitar 44 persen.

Empat lokasi lainnya ditargetkan menyusul pada pekan berikutnya sehingga jumlah penerima bantuan yang telah dicairkan menjadi 31 lokasi.

Supriyadi mengatakan, penyaluran bantuan menjadi prioritas pemerintah sesuai arahan Menteri Agama dan Presiden Prabowo Subianto.

Perkembangan pencairan bantuan sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi pemantauan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera yang digelar secara virtual, Jumat (18/9/2026).

Baca juga: Kisah Bencana yang Diungkap dalam Al-Quran dan Hadis, dari Banjir hingga Wabah

Rapat itu juga membahas kendala administrasi dan pemutakhiran data penerima.

Di Aceh, kendala perubahan rekening serta penandatanganan perjanjian kerja sama disebut telah diselesaikan. Proses pencairan selanjutnya akan dipantau hingga dana masuk ke rekening penerima.

Sementara di Sumatera Utara, pemutakhiran data menemukan sejumlah rumah ibadah telah melakukan perbaikan secara mandiri. Pembimas Buddha di daerah mengusulkan lokasi pengganti agar bantuan dapat diberikan kepada rumah ibadah yang masih membutuhkan.

Usulan tersebut harus disertai dokumen pendukung dan memenuhi ketentuan penerima bantuan.

Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Triroso mengatakan, pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk menyelesaikan kendala pencairan.

Menurut dia, percepatan penyaluran bertujuan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak.

“Ini adalah upaya kita sebagai Kementerian Agama yang dekat dengan masyarakat dan memberikan dampak kepada masyarakat,” ujar Triroso.

Ditjen Bimas Buddha menyatakan akan memantau proses pencairan setiap pekan dan menyampaikan perkembangannya secara berkala.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar