Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kompas.com, 24 September 2026, 19:24 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penguatan ekonomi syariah perlu terus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menurutnya, prinsip keadilan dan keseimbangan dalam Al Quran dapat menjadi landasan agar pertumbuhan ekonomi diikuti pemerataan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Danantara Syariah: Missing Link Ekonomi Syariah?

“Al Quran sebagai pedoman hidup telah memberikan asas-asas fundamental dalam tata kelola perekonomian yaitu Prinsip Keadilan (’Adl) dan Keseimbangan (Mizan), Sebagaimana firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 90 ‘Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran’,” ujar Airlangga saat menyampaikan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas PTIQ, dikutip di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Baca juga: Kementerian PANRB Dukung Peta Jalan MES 2026–2030, Dorong Birokrasi Jadi Enabler Akselerasi Ekonomi Syariah

Ekonomi Syariah Didorong untuk Pertumbuhan Inklusif

Menurut Airlangga, penerapan prinsip keadilan dan keseimbangan semakin penting di tengah ketidakpastian global.

Ketahanan ekonomi nasional juga perlu didukung sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mampu menerjemahkan prinsip keadilan sosial dalam kebijakan serta kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan perbaikan indikator sosial. Pada Maret 2026, tingkat kemiskinan tercatat 8,07 persen, rasio Gini 0,368, sedangkan tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,65 persen.

Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 926 ribu orang.

Untuk memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih merata, pemerintah menyiapkan 28 program perlindungan sosial yang mencakup berbagai tahapan kehidupan masyarakat.

Program tersebut meliputi Program Indonesia Pintar bagi 22 juta siswa, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 74 juta penerima, Cek Kesehatan Gratis, Program Keluarga Harapan bagi 10 juta keluarga penerima manfaat, serta pembiayaan iuran BPJS Kesehatan bagi 96,8 juta masyarakat.

Pemerintah juga memberikan berbagai subsidi dan kompensasi energi sebagai bagian dari kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Inklusi Keuangan Syariah Masih Perlu Diperkuat

Di sektor akses keuangan, pemerintah terus mendorong peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Indeks inklusi keuangan telah mencapai 93,61 persen, sedangkan literasi keuangan mencapai 69,57 persen.

Namun, inklusi keuangan syariah masih berada pada 13,14 persen. Airlangga menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman masyarakat sekaligus perluasan akses terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

Pemerintah juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Aset Keuangan Syariah Capai Rp 3.131 Triliun

Sejalan dengan penguatan inklusi keuangan, pemerintah terus mengembangkan ekonomi syariah dan industri halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional.

Airlangga menyampaikan aset keuangan syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp 3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia bersama Malaysia pada posisi keempat dunia.

Di sektor industri halal, pemerintah telah menerbitkan 4,4 juta sertifikat halal bagi 3,4 juta pelaku usaha yang mencakup 14,68 juta produk.

Indonesia juga telah memiliki mutual recognition arrangement (MRA) untuk produk halal dengan 39 negara.

Menurut Airlangga, ekonomi syariah dan industri halal masih dapat dikembangkan dengan memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan, meningkatkan literasi, serta memperkuat kapasitas pelaku usaha.

Airlangga Dorong Wisudawan Kuasai Teknologi

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga mendorong para wisudawan Universitas PTIQ Jakarta untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, dan nilai-nilai Al Quran dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ia berpesan agar para wisudawan menjadi pemecah masalah dan inovator dengan membawa nilai-nilai Al Quran ke dalam ruang kebijakan.

Nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi gagasan dan solusi yang dapat menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Airlangga juga mendorong para wisudawan menguasai teknologi dan meningkatkan literasi digital agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi lainnya.

"Ketiga, manfaatkan program-program Pemerintah seperti MagangHub, pelatihan GIG Economy dan Digital Talent Scholarship, akses pembiayaan bersubsidi untuk wirausaha termasuk KUR syariah, serta LPDP untuk melanjutkan pendidikan,” tutup Airlangga.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Aktual
Konsumsi Rumah Tangga Muslim Capai Rp5.974 Triliun, Jadi Penopang Industri Halal RI
Konsumsi Rumah Tangga Muslim Capai Rp5.974 Triliun, Jadi Penopang Industri Halal RI
Aktual
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Aktual
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Aktual
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Aktual
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Aktual
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Aktual
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Aktual
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Aktual
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Aktual
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Aktual
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Aktual
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Aktual
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
Aktual
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar