Editor
KOMPAS.com — Dua buku karya Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membahas fatwa kontemporer dan fikih kebencanaan resmi menjadi bagian dari koleksi perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS).
Kedua buku tersebut, yakni The Contemporary Fatwas of Muhammadiyah dan Coping with Disaster: Principle Guidance from an Islamic Perspective, diterima bersama tiga judul lain yang memuat pemikiran Muhammadiyah.
“Kami bersyukur pemikiran salah satu tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah kini dapat diakses oleh para akademisi dan peneliti di salah satu pusat kajian Islam terkemuka di Eropa. Tentu ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan khazanah keilmuan Islam berkemajuan secara lebih luas di dunia Internasional,” ujar Ince Dian dikutip dari laman Muhammadiyah, Rabu (7/10/2026).
Penyerahan buku berlangsung pada 22 September 2026 dan diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan OCIS, Wassilena Sekulova.
Donasi tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana penyerahan buku-buku Muhammadiyah yang disampaikan kepada pihak perpustakaan pada 25 Agustus 2026.
Sebelum penyerahan, daftar buku disampaikan kepada OCIS untuk diverifikasi berdasarkan kebijakan koleksi perpustakaan. Kurang dari sebulan setelah rencana donasi diajukan, lima judul diterima sebagai koleksi.
Selain dua buku karya Majelis Tarjih dan Tajdid, perpustakaan OCIS menerima Muhammadiyah for All: A Progressive Islamic Movement Enlightening Indonesia and the World.
Dua judul lainnya merupakan karya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, yaitu Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan dan Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan.
Dengan demikian, lima buku yang diterima mencakup tiga judul berbahasa Inggris dan dua judul berbahasa Indonesia.
Baca juga: Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia menyambut penerimaan buku-buku tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas akses terhadap pemikiran Muhammadiyah di lingkungan akademik internasional.
Menurut PCIM Britania Raya dan Irlandia, karya akademisi Indonesia dalam koleksi perpustakaan OCIS masih relatif terbatas.
Kehadiran buku-buku tersebut memungkinkan akademisi dan peneliti mengakses pemikiran Muhammadiyah mengenai sejumlah persoalan, mulai dari fatwa kontemporer, kebencanaan, hingga pengelolaan pluralitas agama dalam pendidikan.
Secara khusus, dua buku karya Majelis Tarjih dan Tajdid memuat pandangan keislaman dalam merespons persoalan kontemporer, termasuk panduan menghadapi bencana.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.