Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua

Kompas.com, 13 Oktober 2026, 07:51 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Julaibib merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenang melalui riwayat tentang pernikahan, keberanian di medan perang, dan penghormatan Rasulullah SAW kepadanya.

Kisahnya memperlihatkan bahwa latar belakang sosial seseorang tidak menghalanginya untuk memperoleh penghargaan.

Riwayat tentang Julaibib tercatat dalam literatur hadis, termasuk Sahih Muslim dan Musnad Ahmad.

Dua peristiwa yang menonjol ialah ketika Rasulullah SAW mencarikan pasangan untuknya dan ketika Nabi secara langsung mencari keberadaannya setelah pertempuran.

Siapa Julaibib dalam Sejarah Islam?

Julaibib, yang juga ditulis Julaybib dalam sejumlah sumber berbahasa Inggris, dikenal melalui riwayat para sahabat.

Ibn Hajar al-Asqalani mencatat namanya dalam kitab Al-Iṣābah fī Tamyīz aṣ-Ṣaḥābah.

Informasi mengenai nasab dan asal-usul keluarganya tidak tercatat secara lengkap sehingga penulisannya perlu menghindari penambahan nama ayah atau garis keturunan yang tidak terverifikasi.

Baca juga: Hukum Menerima Hadiah dari Orang yang Berutang, Apakah Termasuk Riba?

Kisah Julaibib menjadi perhatian karena riwayat tentang dirinya tidak hanya membicarakan peperangan, tetapi juga penerimaan sosial dan pernikahan.

Namun, detail mengenai kehidupannya perlu dibedakan berdasarkan kekuatan sumber agar cerita populer yang tidak memiliki landasan memadai tidak dianggap sebagai fakta sejarah.

Rasulullah Mencarikan Pasangan untuk Julaibib

Dalam riwayat yang dihimpun Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW mengajukan lamaran kepada seorang laki-laki Ansar agar putrinya menikah dengan Julaibib.

Ayah perempuan tersebut menyambut permintaan Rasulullah SAW dengan hormat.

Namun, ketika ia menyampaikan maksud itu kepada istrinya, sang ibu keberatan setelah mengetahui bahwa calon suami putrinya adalah Julaibib.

Keberatan tersebut menunjukkan adanya penolakan terhadap Julaibib sebagai calon menantu.

Baca juga: Bandara Riyadh Diserang, Keselamatan Jemaah Umrah Jadi Sorotan

Perempuan itu mendengar percakapan orang tuanya. Ia kemudian mempertanyakan apakah mereka akan menolak permintaan Rasulullah SAW.

Ia bersedia menerima pernikahan tersebut karena meyakini bahwa Nabi tidak akan memilihkan sesuatu yang membawa keburukan baginya.

Ayahnya lalu kembali kepada Rasulullah SAW dan menyetujui pernikahan itu.

Perempuan Ansar yang Menerima Julaibib

Riwayat yang sama menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menikahkan perempuan tersebut dengan Julaibib.

Identitas perempuan itu tidak disebutkan secara jelas dalam riwayat yang menjadi rujukan, sehingga namanya tidak perlu ditambahkan berdasarkan cerita yang belum terverifikasi.

Anas bin Malik RA juga menyampaikan bahwa perempuan tersebut kemudian dikenal sebagai bagian dari rumah tangga yang paling banyak mengeluarkan sedekah di Madinah.

Keterangan ini menjadi bagian penting dari riwayat pernikahan Julaibib.

Baca juga: Masa Tunggu Haji di Sulteng Jadi 14 Tahun, Kuota 2027 Malah Berkurang

Kisah tersebut dapat dipahami sebagai gambaran penerimaan terhadap seseorang yang semula ditolak oleh calon keluarga istrinya.

Meski demikian, penyebutan perempuan itu sebagai sosok paling cantik atau paling mulia tidak boleh dinyatakan sebagai fakta apabila tidak didukung sumber yang jelas.

Rasulullah Mencari Julaibib Seusai Perang

Riwayat sahih mengenai akhir hayat Julaibib terdapat dalam Sahih Muslim nomor 2472.

Abu Barzah al-Aslami RA meriwayatkan bahwa setelah suatu pertempuran, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat apakah ada orang yang belum ditemukan.

Setelah beberapa nama disebutkan dan para sahabat menyatakan tidak ada lagi yang hilang, Rasulullah SAW mengatakan bahwa Julaibib belum ditemukan.

Nabi kemudian meminta para sahabat mencarinya di antara orang-orang yang gugur.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Umrah di Arab Saudi Waspada, Ini Pesan Penting bagi yang Belum Berangkat

Julaibib akhirnya ditemukan di dekat tujuh orang yang telah dibunuhnya sebelum ia sendiri terbunuh. Rasulullah SAW mendatangi jenazahnya dan bersabda:

قَتَلَ سَبْعَةً ثُمَّ قَتَلُوهُ، هَذَا مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ

Qatala sab'atan tsumma qatalūhu, hādzā minnī wa anā minhu.

Artinya: “Ia membunuh tujuh orang, kemudian mereka membunuhnya. Ia bagian dariku dan aku bagian darinya.” (HR Muslim, Sahih Muslim 2472).

Riwayat tersebut juga menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mengangkat jenazah Julaibib dengan kedua lengan beliau hingga dimakamkan.

Kemuliaan Julaibib dalam Sejarah Islam

Kisah Julaibib memperlihatkan dua sisi kehidupannya yang dikenang melalui riwayat: pernikahan yang sempat menghadapi penolakan dan pengorbanannya di medan perang.

Rasulullah SAW memberikan perhatian kepadanya, baik ketika mencarikan pasangan maupun ketika memastikan keberadaannya setelah pertempuran.

Baca juga: Apakah Anak Wajib Melunasi Utang Orangtua yang Meninggal?

Bagi umat Islam, kisah Julaibib menjadi pengingat untuk tidak mengukur nilai seseorang hanya berdasarkan latar belakang atau penerimaan sosial.

Kemuliaan dalam Islam perlu dipahami melalui iman, amal, dan ketakwaan, sementara setiap kisah sejarah harus tetap disampaikan sesuai bukti riwayat yang tersedia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Bolehkah Uang Infak Masjid Dipakai untuk Kebutuhan di Luar Masjid?
Aktual
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Barang Pinjaman Rusak Saat Dipakai, Siapa yang Wajib Mengganti?
Aktual
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Uang Kembalian Berlebih, Apa yang Harus Dilakukan Menurut Islam?
Aktual
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Jangan Tunggu Pensiun untuk Beribadah, Kesibukan Bisa Menjadi Bekal Akhirat
Aktual
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Kemenag dan Al-Azhar Siapkan Gelar Ganda, Dua Tahun di Indonesia dan Mesir
Aktual
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Asyik Main HP hingga Tak Menjawab Adzan, Apakah Berdosa?
Aktual
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
MUI Minta Pemerintah Lindungi WNI dan Jemaah Umrah Usai Serangan di Riyadh
Aktual
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Cerita Siswa Galang Donasi Rp163 Juta untuk Vaksinasi Gratis di Tangsel
Aktual
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua
Aktual
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Seleksi Mahasiswa ke Al Azhar Diperketat, Peserta Lolos Tak Langsung Kuliah
Aktual
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Situasi di Riyadh, Penerbangan Langsung Jemaah Umrah ke Jeddah dan Madinah Tetap Normal
Aktual
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Jumadil Awal 1448 H: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026
Aktual
 Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Apa Itu Riya? Pengertian, Contoh, Bahaya, dan Cara Menghindarinya
Aktual
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Kemenag Siapkan 25 Calon Anggota Majelis Masyayikh Periode 2026–2031
Aktual
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Qari Indonesia Muhammad Fauji Ridwan Juara I Tilawah Internasional di Kuala Lumpur
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar