KOMPAS.com - Ukkasyah bin Mihshan merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang namanya disebut dalam hadis tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab atau perhitungan amal.
Ketika Rasulullah menjelaskan ciri-ciri golongan tersebut, Ukkasyah bertanya apakah dirinya termasuk di dalamnya.
Rasulullah menjawab, “Ya.” Riwayat yang tercatat dalam Sahih al-Bukhari itu menjadi dasar kisah Ukkasyah sebagai salah satu sahabat yang mendapat kabar gembira tersebut.
Dalam At-Ṭabaqāt al-Kubrā, Ibnu Sa'd mencatat nama lengkap Ukkasyah sebagai Ukkasyah bin Mihshan bin Hurtsan bin Qais bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah.
Ia berasal dari Bani Asad dan dikenal dengan kunyah Abu Mihshan.
Baca juga: Bersin Saat Salat, Kenali Hukum dan Ketentuan Mengucapkan Alhamdulillah
Ibnu Sa'd menyebut Ukkasyah termasuk sahabat yang mengikuti Perang Badar, Uhud, Khandaq, serta berbagai peperangan bersama Rasulullah.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Ukkasyah bukan hanya dikenal melalui hadis tentang surga tanpa hisab, tetapi juga memiliki peran dalam perjalanan awal kaum Muslimin.
Dalam Sahih al-Bukhari 5705, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah melihat berbagai umat dalam suatu penglihatan.
Beliau kemudian diberi tahu bahwa 70.000 orang dari umatnya akan masuk surga tanpa hisab.
Setelah itu, Rasulullah menjelaskan ciri-ciri golongan tersebut. Mereka tidak meminta ruqyah, tidak meyakini pertanda buruk, tidak menjalani pengobatan dengan kay, dan bertawakal kepada Tuhan mereka.
Dalam konteks riwayat ini, kay merujuk pada pengobatan menggunakan besi panas.
Baca juga: Resolusi Jihad NU: Sejarah, Tokoh Pencetus, dan Isi Naskah untuk Dibaca di Hari Santri
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Ukkasyah bin Mihshan berdiri dan bertanya kepada Rasulullah. Bagian inti percakapannya tercatat dalam Sahih al-Bukhari 5705 sebagai berikut.
فَقَالَ عُكَّاشَةُ بْنُ مِحْصَنٍ أَمِنْهُمْ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ
Faqāla ‘Ukkāsyatu bnu Mihṣanin: a-minhum anā yā Rasūlallāh? Qāla: na‘am.
Ukkasyah bin Mihshan bertanya, “Apakah aku termasuk di antara mereka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya.” (HR. Sahih al-Bukhari 5705).
Dalam riwayat yang sama, seorang laki-laki lain kemudian mengajukan pertanyaan serupa. Rasulullah menjawab, “Ukkasyah telah mendahuluimu.” Hadis tersebut tidak menyebutkan nama laki-laki kedua itu.
Tawakal menjadi salah satu ciri yang disebut Rasulullah dalam hadis tersebut. Namun, penjelasan mengenai ruqyah dan pengobatan dengan kay perlu dipahami secara cermat.
Riwayat ini tidak dengan sendirinya berarti semua bentuk ruqyah atau pengobatan dilarang dalam Islam.
Baca juga: Saat Melihat Nikmat Orang Lain, Bagaimana Cara Menghindari Hasad?
Pesan yang secara eksplisit disebutkan dalam hadis adalah kepercayaan kepada Allah.
Karena itu, kisah Ukkasyah sebaiknya dipahami berdasarkan redaksi riwayat, bukan dikembangkan menjadi klaim bahwa setiap orang yang tidak menjalani pengobatan tertentu pasti masuk golongan tersebut.
Catatan Ibnu Sa'd juga merekam akhir kehidupan Ukkasyah. Ketika Rasulullah wafat, usianya disebut 44 tahun.
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar ash-Shiddiq, Ukkasyah terlibat dalam pertempuran melawan kelompok yang memberontak, termasuk pasukan Tulaihah bin Khuwailid di wilayah Buzakhah.
Ibnu Sa'd meriwayatkan bahwa Ukkasyah bersama Tsabit bin Aqram menjalankan tugas pengintaian sebelum keduanya terbunuh dalam pertempuran tersebut.
Dengan demikian, riwayat biografinya mencatat bahwa kehidupan Ukkasyah berakhir dalam konflik pada masa awal kekhalifahan Abu Bakar.
Baca juga: Panduan Peringatan Hari Santri 2026 Kemenag dan PBNU, Ini Tema dan Logonya
Kisah Ukkasyah bin Mihshan dikenal terutama karena jawaban Rasulullah ketika ia bertanya tentang golongan yang masuk surga tanpa hisab.
Riwayat itu memberikan kabar gembira khusus kepadanya, tetapi tidak menjadi dasar untuk memastikan kedudukan orang lain tanpa dalil.
Kisah ini juga mengingatkan pentingnya menjaga tawakal kepada Allah.
Dalam memahami keutamaan seorang sahabat, umat Islam perlu berpijak pada riwayat yang jelas dan membedakan keterangan hadis dari informasi biografi.
Dengan cara itu, kisah Ukkasyah dapat dipahami sesuai sumbernya tanpa menambahkan cerita yang tidak memiliki dasar kuat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.