Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gus Rozin: Jangan Tunggu Bencana Datang, Nahdliyin Harus Siap

Kompas.com, 25 Oktober 2026, 14:39 WIB
Reni Susanti

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan KH Abdul Ghaffar Rozin memprioritaskan penguatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat, terutama warga NU atau Nahdliyin.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Rozin itu, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi melalui penguatan jejaring, keterampilan masyarakat, dan ketersediaan sumber daya.

“Tidak harus menunggu bencana datang, tetapi kesiapsiagaan bencana masyarakat dan terutama Nahdliyin, itu yang akan kita bangun,” ujar Gus Rozin dikutip dari NU Online, Minggu (25/10/2026).

Baca juga: Kemarau Berkepanjangan, Ini Doa Memohon Hujan dan Perlindungan dari Bencana

Program tersebut menjadi salah satu perhatiannya setelah dikukuhkan sebagai pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031.

Gus Rozin mengatakan, posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire membuat kesiapsiagaan terhadap bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Negara kita ada di ring of fire, yang artinya negara kita harus, di samping memang subur, tetapi juga bencana itu harus siap untuk datang terus-menerus,” katanya.

Dalam menjalankan agenda tersebut, ia menilai Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU memiliki peran strategis. Lembaga itu menangani persoalan kebencanaan dan perubahan iklim yang menjadi tantangan bagi masyarakat.

Dorong profesionalisme LAZISNU

Selain kesiapsiagaan bencana, Gus Rozin mendorong penguatan profesionalisme Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Menurutnya, LAZISNU berperan penting dalam mendukung ketersediaan sumber daya untuk menjalankan berbagai program NU.

Ia menilai pengelolaan LAZISNU selama ini sudah cukup baik. Namun, potensi yang dimiliki NU masih perlu digarap lebih optimal pada periode kepengurusan yang baru.

“Penguatan LAZISNU yang lebih profesional, sehingga setidak-tidaknya kita bisa menggarap 30 sampai 40 persen saja dari potensi yang kita miliki pada periode ini, itu sudah sangat luar biasa,” jelasnya.

Baca juga: Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri

Pemulihan lingkungan melibatkan banyak pihak

Gus Rozin juga menegaskan perhatian PBNU terhadap kelestarian dan pemulihan lingkungan.

Menurutnya, restorasi lingkungan memerlukan pembahasan lebih lanjut karena melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah sebagai pengambil kebijakan.

Pembahasan tersebut juga perlu mempertimbangkan perkembangan isu lingkungan di tingkat nasional dan internasional.

“PBNU mempunyai concern yang cukup kuat terhadap kelestarian lingkungan, restorasi lingkungan, yang nanti itu tentu perlu didiskusikan lebih jauh lagi,” ungkapnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar