Editor
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan KH Abdul Ghaffar Rozin memprioritaskan penguatan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat, terutama warga NU atau Nahdliyin.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Rozin itu, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi melalui penguatan jejaring, keterampilan masyarakat, dan ketersediaan sumber daya.
“Tidak harus menunggu bencana datang, tetapi kesiapsiagaan bencana masyarakat dan terutama Nahdliyin, itu yang akan kita bangun,” ujar Gus Rozin dikutip dari NU Online, Minggu (25/10/2026).
Baca juga: Kemarau Berkepanjangan, Ini Doa Memohon Hujan dan Perlindungan dari Bencana
Program tersebut menjadi salah satu perhatiannya setelah dikukuhkan sebagai pengurus PBNU masa khidmah 2026–2031.
Gus Rozin mengatakan, posisi Indonesia di kawasan cincin api atau ring of fire membuat kesiapsiagaan terhadap bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Negara kita ada di ring of fire, yang artinya negara kita harus, di samping memang subur, tetapi juga bencana itu harus siap untuk datang terus-menerus,” katanya.
Dalam menjalankan agenda tersebut, ia menilai Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU memiliki peran strategis. Lembaga itu menangani persoalan kebencanaan dan perubahan iklim yang menjadi tantangan bagi masyarakat.
Selain kesiapsiagaan bencana, Gus Rozin mendorong penguatan profesionalisme Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).
Menurutnya, LAZISNU berperan penting dalam mendukung ketersediaan sumber daya untuk menjalankan berbagai program NU.
Ia menilai pengelolaan LAZISNU selama ini sudah cukup baik. Namun, potensi yang dimiliki NU masih perlu digarap lebih optimal pada periode kepengurusan yang baru.
“Penguatan LAZISNU yang lebih profesional, sehingga setidak-tidaknya kita bisa menggarap 30 sampai 40 persen saja dari potensi yang kita miliki pada periode ini, itu sudah sangat luar biasa,” jelasnya.
Baca juga: Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Gus Rozin juga menegaskan perhatian PBNU terhadap kelestarian dan pemulihan lingkungan.
Menurutnya, restorasi lingkungan memerlukan pembahasan lebih lanjut karena melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah sebagai pengambil kebijakan.
Pembahasan tersebut juga perlu mempertimbangkan perkembangan isu lingkungan di tingkat nasional dan internasional.
“PBNU mempunyai concern yang cukup kuat terhadap kelestarian lingkungan, restorasi lingkungan, yang nanti itu tentu perlu didiskusikan lebih jauh lagi,” ungkapnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.