Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan

Kompas.com, 27 Oktober 2026, 06:01 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober untuk mengenang ikrar persatuan yang lahir dari Kongres Pemuda Kedua pada 1928.

Momentum ini dapat menjadi pengingat bagi generasi muda Muslim untuk menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi bagi bangsa melalui nilai-nilai Islam.

Semangat persatuan tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang mengingatkan umatnya agar tidak terpecah belah.

Baca juga: 10 Contoh Doa Penutup Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026, Penuh Harapan untuk Indonesia

Berikut contoh teks kultum Hari Sumpah Pemuda 2026 bertema pemuda Muslim penjaga persatuan yang dapat disampaikan dalam kegiatan sekolah, masjid, maupun komunitas kepemudaan.

Contoh Teks Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesempatan kepada kita untuk berkumpul dalam keadaan sehat. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajarannya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pada 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa ini mengingatkan kita pada keberanian para pemuda dari berbagai daerah dan organisasi yang menyatukan tekad untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Para pemuda kala itu memiliki latar belakang yang beragam. Namun, mereka tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Mereka justru menyadari bahwa persatuan merupakan kekuatan untuk memperjuangkan cita-cita bersama.

Semangat tersebut juga memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Wa'taṣimū biḥablillāhi jamī'an wa lā tafarraqū.

Artinya: “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai.” (QS Ali Imran ayat 103).

Ayat tersebut mengajarkan umat Islam untuk berpegang teguh pada petunjuk Allah dan menghindari perpecahan. Dalam kehidupan sehari-hari, pesan ini dapat diwujudkan dengan menghormati perbedaan pendapat, tidak merendahkan orang lain, serta mengutamakan kepentingan bersama daripada ego pribadi.

Hadirin yang berbahagia,

Menjadi pemuda Muslim yang menjaga persatuan tidak cukup hanya dengan mengucapkan kata-kata tentang persaudaraan. Kita perlu membuktikannya melalui tindakan nyata, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan bermedia sosial.

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan tentang persaudaraan orang beriman. Dari Nu'man bin Basyir, Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Matsalul-mu'minīna fī tawāddihim wa tarāḥumihim wa ta'āṭufihim matsalul-jasadi, idzasy takā minhu 'uḍwun tadā'ā lahu sā'irul-jasadi bis-sahari wal-ḥummā

Artinya: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan mengalami demam.” (HR Muslim 2586a).

Hadis ini mengajarkan bahwa persaudaraan harus diwujudkan melalui kepedulian. Ketika ada teman yang mengalami kesulitan, kita berusaha membantu. Ketika melihat seseorang dirundung atau dihina, kita tidak ikut menertawakan. Ketika terjadi perbedaan pendapat, kita memilih berdialog daripada menyebarkan kebencian.

Di era digital, menjaga persatuan juga berarti tidak mudah membagikan informasi yang belum terverifikasi, tidak menyebarkan fitnah, dan tidak menjadikan perbedaan suku, agama, atau pilihan sebagai alasan untuk memusuhi sesama warga negara.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Pemuda Muslim juga perlu memahami bahwa cinta tanah air tidak berhenti pada perayaan seremonial. Semangat Sumpah Pemuda perlu diteruskan melalui pendidikan, kejujuran, kepedulian sosial, dan kesediaan berkontribusi bagi masyarakat.

Kita dapat memulainya dari hal sederhana, seperti menghargai teman yang berbeda keyakinan, bekerja sama dalam kegiatan sosial, membantu orang yang membutuhkan, serta menggunakan ilmu dan keterampilan untuk menghasilkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Jangan sampai kita lantang berbicara tentang persatuan, tetapi justru mudah menghina orang lain. Jangan sampai kita mengaku mencintai bangsa, tetapi mengabaikan tanggung jawab untuk menjaga kerukunan.

Semoga momentum Hari Sumpah Pemuda 2026 menguatkan tekad kita untuk menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.

Mari kita jadikan persatuan sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar slogan yang diucapkan setiap bulan Oktober.

Demikian kultum singkat ini. Semoga Allah SWT membimbing langkah kita untuk menjadi pemuda yang membawa kebaikan bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Sumpah Pemuda, Belajar Keteguhan Prinsip dari Kisah Ashabul Kahfi
Aktual
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Dua Putra Menhaj Irfan Yusuf Mundur dari Tenaga Ahli usai Tuai Polemik
Aktual
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Cemburu Anak Lebih Dekat dengan Kakek-Nenek? Begini Menyikapinya dalam Islam
Aktual
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Hilman Latief Ungkap Kunci Ketahanan Keuangan Muhammadiyah
Aktual
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
40 Contoh Penutup Pidato Islami Singkat dan Berkesan
Aktual
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Nu’aim bin Mas’ud, Sahabat Nabi yang Meretakkan Koalisi dalam Perang Khandaq
Aktual
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Beasiswa Santri ke Malaysia Dibuka 27–29 Oktober 2026, Ini Syaratnya
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Dugaan Penipuan Berkedok Agama di Bangkalan, MUI Minta Warga Tak Mudah Percaya
Aktual
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
PK-Tren Apresiasi Festival Sarung dan Peci Santri, Dinilai Bisa Gerakkan Ekonomi Kreatif
Aktual
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Bantu Teman Tuli Belajar Islam, Kemenag Kembangkan KOSMIN dan RISE
Aktual
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Dari 2 Hektar Sawah Wakaf, Baitul Arqom Kembangkan Lahan Produktif untuk Pendidikan
Aktual
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Kemenag Siapkan 15 Program Kerukunan, dari Nikah Akbar hingga Masjid Ramah Pemudik
Aktual
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Contoh Kultum Hari Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Muslim Penjaga Persatuan
Aktual
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
7 Golongan yang Mendapat Naungan Allah pada Hari Kiamat, Siapa Saja?
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Sumpah Pemuda 2026 Singkat untuk Guru Madrasah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar