Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Al-Baqarah Ayat 285 dan 286: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya

Kompas.com, 29 Oktober 2026, 18:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yakni ayat 285–286, mengandung pesan tentang keimanan, ketaatan, dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam membaca kedua ayat tersebut pada malam hari karena memiliki keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nur Kholis, pernah menguraikan makna, keutamaan, dan hikmah dua ayat tersebut dalam kajian di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Ahad (12/10/2025).

Baca juga: Surah Al-Baqarah Ayat 205 dan Larangan Membakar Hutan hingga Merusak Lingkungan

Keutamaan Membaca Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Dalam kajian tersebut, Nur Kholis mengutip hadis sahih riwayat al-Bukhārī dan Muslim tentang keutamaan membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah pada malam hari. Rasulullah SAW bersabda:

“Man qara’a bi āyatayn min ākhiri sūrat al-Baqarah fī laylatin kafatahu“

Artinya: “Barang siapa membaca dua ayat terakhir Surah al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya.”

Baca juga: 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya untuk Berdoa

Menurut penjelasan Imam al-Nawawī dalam kitab Syarh-nya, kata kafatahu atau “mencukupinya” memiliki tiga makna utama.

Pertama, membaca kedua ayat tersebut pada malam hari dianggap cukup sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

Kedua, bacaan itu menjadi sarana memohon penjagaan dan pertolongan Allah dalam menghadapi berbagai kesulitan.

Ketiga, bagi orang yang tidak mampu melaksanakan salat malam karena suatu sebab, membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah dapat menggantikan keutamaannya.

Nur Kholis mengajak jamaah tidak sekadar membaca kedua ayat tersebut, tetapi juga memahami kandungannya agar dapat memperkuat keyakinan dan menghadirkan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.

Bacaan Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah dan Artinya

Dalam kajian itu, Nur Kholis memimpin jamaah membaca bersama dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yakni ayat 285 dan 286.

Surah Al-Baqarah ayat 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya: “Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (yaitu Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul-Nya.” Mereka pun berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.”

Surah Al-Baqarah ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Baginya (balasan) dari apa yang telah diusahakannya dan atasnya (akibat buruk) dari apa yang telah dikerjakannya. (Mereka berdoa,) “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.”

Makna Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Ayat 285 menegaskan keimanan dan ketaatan

Nur Kholis menjelaskan, Surah Al-Baqarah ayat 285 menegaskan keimanan Rasulullah SAW dan orang-orang mukmin kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab, serta rasul-rasul-Nya. Ayat ini juga mengajarkan agar umat Islam tidak membeda-bedakan para rasul dalam hal keimanan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan redaksi antara pernyataan keimanan Rasulullah dalam frasa āmana al-rasūlu bimā unzila ilayhi min rabbihi dan keimanan orang-orang beriman dalam frasa wal-mu’minūn.

Menurut penjelasan para mufasir, pemisahan tersebut menunjukkan perbedaan kualitas keimanan. Keimanan Rasulullah bersifat sempurna dan mutlak, sedangkan kualitas keimanan umat memiliki tingkatan yang berbeda-beda.

Ayat ini juga menggambarkan sikap orang-orang mukmin yang menyatakan sami‘nā wa aṭa‘nā, yang berarti “kami mendengar dan kami taat”. Sikap tersebut berbeda dengan ungkapan umat terdahulu, yakni sami‘nā wa ‘aṣaynā, yang berarti “kami mendengar dan kami durhaka”.

Nur Kholis menggambarkan bahwa tanggung jawab untuk menaati perintah Allah bukanlah perkara ringan bagi para sahabat. Karena itu, ayat berikutnya menghadirkan pesan tentang batas kemampuan manusia yang memberikan ketenangan dalam menjalankan ajaran agama.

Ayat 286 menegaskan Allah tidak membebani di luar kemampuan

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, Allah SWT berfirman:

“Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā”

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Nur Kholis menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi penutup yang melegakan para sahabat. Pesan ini menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang memberikan kemudahan bagi umatnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Inna al-dīna yusrun”

Artinya: “Sesungguhnya agama ini mudah.”

Kemudahan dalam Islam dapat dilihat dalam berbagai ketentuan syariat. Misalnya, orang tua renta yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan dapat menggantinya dengan membayar fidyah sesuai ketentuan yang berlaku.

Hal serupa terlihat dalam ibadah haji yang mensyaratkan istiṭā‘ah atau kemampuan. Seseorang yang memiliki biaya, tetapi kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk melaksanakan ibadah haji, tidak dibebani kewajiban untuk melaksanakannya sendiri, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat yang berlaku.

Doa-Doa dalam Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Selain menjelaskan keimanan dan kemudahan dalam Islam, Nur Kholis menyoroti rangkaian doa dalam Surah Al-Baqarah ayat 285–286. Doa-doa tersebut mengajarkan umat Islam untuk memohon ampunan, meminta keringanan, serta mengharapkan rahmat dan pertolongan Allah SWT.

1. Ghufrânaka rabbana

Ungkapan ghufrânaka rabbana berarti “ampunan-Mu, ya Tuhan kami”. Doa ini menunjukkan harapan seorang hamba agar Allah SWT mengampuni dan menutupi dosa-dosanya.

2. Rabbana lâ tu’âkhidznâ in nasînâ aw akhṭa’nā

Doa ini berarti “Ya Tuhan kami, jangan hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah”. Permohonan tersebut mencerminkan pengakuan manusia atas keterbatasan dirinya yang dapat mengalami kelalaian atau melakukan kesalahan.

3. Rabbana walâ taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahu ‘alallażīna min qablina

Artinya, “Ya Tuhan kami, jangan bebankan kami dengan beban berat seperti yang Engkau bebankan kepada umat sebelum kami”. Doa ini berisi permohonan agar Allah tidak memberikan beban berat sebagaimana yang pernah ditanggung umat terdahulu.

4. Wa‘fu ‘annâ, waghfir lanâ, warḥamnā

Ungkapan ini berarti “hapuskan dosa kami, ampunilah kami, dan kasihanilah kami”. Menurut penjelasan Nur Kholis, rangkaian tersebut menunjukkan tingkatan permohonan seorang hamba, mulai dari meminta penghapusan dosa, pengampunan, hingga limpahan kasih sayang Allah SWT.

Nur Kholis juga menambahkan bahwa doa yang dibaca berulang-ulang dapat menumbuhkan kedekatan spiritual dengan Allah. Kedekatan tersebut membuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya semakin mendalam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Menjadi Pemuda Produktif Berkarya, Bukan Kaum Rebahan
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Menjadi Pemuda Produktif Berkarya, Bukan Kaum Rebahan
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Pemuda sebagai Pemimpin Masa Kini dan Masa Depan
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Pemuda sebagai Pemimpin Masa Kini dan Masa Depan
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Mengatasi Kesenjangan Ekonomi dengan Budaya Berbagi
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Mengatasi Kesenjangan Ekonomi dengan Budaya Berbagi
Aktual
Hukum Khatib Jumat Menunjuk Orang Lain untuk Menjadi Imam Jika Bacaannya Kurang Fasih, Boleh atau Tidak?
Hukum Khatib Jumat Menunjuk Orang Lain untuk Menjadi Imam Jika Bacaannya Kurang Fasih, Boleh atau Tidak?
Aktual
Berapa Kali Azan Shalat Jumat dan Berapa Minimal Jumlah Jemaahnya?
Berapa Kali Azan Shalat Jumat dan Berapa Minimal Jumlah Jemaahnya?
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober: Cinta kepada Sesama Manusia Karena Allah
Khutbah Jumat 30 Oktober: Cinta kepada Sesama Manusia Karena Allah
Aktual
Hukum Berdoa Sambil Memejamkan Mata dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Hukum Berdoa Sambil Memejamkan Mata dalam Islam, Sah atau Tidak? Ini Penjelasannya
Aktual
Hukum Memejamkan Mata Saat Shalat, Apakah Dibolehkan dan Sah untuk Dilakukan?
Hukum Memejamkan Mata Saat Shalat, Apakah Dibolehkan dan Sah untuk Dilakukan?
Aktual
Surah Al-Baqarah Ayat 285 dan 286: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Surah Al-Baqarah Ayat 285 dan 286: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya
Aktual
4 Perlindungan yang Diminta Rasulullah dalam Bacaan Doa Shalat
4 Perlindungan yang Diminta Rasulullah dalam Bacaan Doa Shalat
Aktual
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Tanggung Jawabe Pemimpin Nalika Alas Kobong
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Tanggung Jawabe Pemimpin Nalika Alas Kobong
Aktual
Membiasakan Istighfar sebagai Bekal Menghadapi Kematian
Membiasakan Istighfar sebagai Bekal Menghadapi Kematian
Aktual
Tokoh Agama Sasak TGH Lalu Nurudin Marzuki Wafat Saat Pimpin Doa
Tokoh Agama Sasak TGH Lalu Nurudin Marzuki Wafat Saat Pimpin Doa
Aktual
Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya
Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya
Aktual
6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah
6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar