Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya untuk Berdoa

Kompas.com, 16 Oktober 2026, 22:05 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yakni ayat 285–286, menjelaskan keimanan kepada Allah SWT, ketaatan kepada-Nya, serta doa memohon ampunan dan perlindungan.

Selain dianjurkan untuk dibaca pada malam hari, kedua ayat ini mengandung pesan tentang kemudahan dalam Islam dan keyakinan bahwa Allah tidak membebani seseorang di luar kesanggupannya.

Baca juga: Al-Baqarah 286: Ayat Penenang Saat Merasa Ujian Hidup Terasa Berat

Bacaan 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah dan Artinya

Surah Al-Baqarah Ayat 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Latin: Amanar rasulu bima unzila ilaihi mir rabbihi wal muminun. Kullun amana billahi wa malaikatihi wa kutubihi wa rusulihi, la nufarriqu baina ahadim mir rusulihi. Wa qalu samina wa athana, ghufranaka rabbana wa ilaikal masir.

Artinya: “Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (yaitu Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul-Nya.’ Mereka pun berkata, ‘Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.’”

Baca juga: Mengapa Disebut Ayat Kursi? Ini Makna “Kursi” dalam Al-Baqarah 255

Surah Al-Baqarah Ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin: La yukallifullahu nafsan illa wus'aha, laha ma kasabat wa alaiha maktasabat. Rabbana la tuakhidzna in nasina aw akhtana, rabbana wa la tahmil alaina isran kama hamaltahu alalladzina min qablina. Rabbana wa la tuhammilna ma la taqata lana bih, wa'fu anna, waghfir lana, warhamna, anta maulana fanshurna alal qaumil kafirin.

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Baginya (balasan) dari apa yang telah diusahakannya dan atasnya (akibat buruk) dari apa yang telah dikerjakannya. (Mereka berdoa,) ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang kafir.’”

Keutamaan Membaca 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Salah satu keutamaan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah dijelaskan dalam hadis sahih riwayat al-Bukhari dan Muslim.

Hadis tersebut menyebutkan bahwa membaca kedua ayat ini pada malam hari dapat mencukupi orang yang membacanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Man qara’a bi ayatayn min akhiri surat al-Baqarah fī laylatin kafatahu“, yang artinya, “Barang siapa membaca dua ayat terakhir Surah al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya.”

Menurut penjelasan Imam al-Nawawi dalam Syarh-nya, kata kafatahu atau “mencukupinya” memiliki tiga makna utama.

Pertama, membaca kedua ayat tersebut pada malam hari dianggap cukup sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

Kedua, bacaan ini menjadi sarana memohon penjagaan dan pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan.

Ketiga, bagi orang yang tidak mampu melaksanakan salat malam karena suatu sebab, membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah dapat menggantikan keutamaannya.

Penjelasan mengenai keutamaan tersebut juga disampaikan oleh anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Nur Kholis, dalam kajian di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan pada Ahad (12/10/2025).

Dalam kajian itu, Nur Kholis mengajak jamaah tidak hanya membaca kedua ayat, tetapi juga memahami kandungannya agar bacaan Al-Qur'an dapat menumbuhkan keyakinan dan ketenangan hati.

Makna Kandungan 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Makna Surah Al-Baqarah Ayat 285

Surah Al-Baqarah ayat 285 menegaskan keimanan Rasulullah SAW dan orang-orang beriman kepada Allah SWT, para malaikat, kitab-kitab, serta rasul-rasul-Nya. Ayat ini juga menekankan sikap tidak membeda-bedakan para rasul dan kesediaan untuk menaati perintah Allah.

Nur Kholis menjelaskan bahwa redaksi keimanan Rasulullah dalam frasa āmana al-rasulu bima unzila ilayhi min rabbihi dipisahkan dari redaksi keimanan orang beriman, yaitu wal-mu’minun.

Para mufasir menafsirkan pemisahan tersebut sebagai penanda perbedaan kualitas iman. Keimanan Rasulullah SAW bersifat sempurna dan mutlak, sedangkan keimanan umat memiliki tingkatan yang berbeda-beda.

Ayat ini juga memuat ungkapan sami‘nā wa aṭa‘nā, yang berarti “kami mendengar dan kami taat”. Ungkapan tersebut menggambarkan sikap orang beriman dalam menerima dan menjalankan perintah Allah, berbeda dengan ungkapan umat terdahulu, sami‘na wa ‘asayna, yang berarti “kami mendengar dan kami durhaka”.

Makna Surah Al-Baqarah Ayat 286

Salah satu bagian penting dalam ayat 286 adalah firman Allah SWT, “La yukallifullahu nafsan illa wus‘aha”, yang artinya, “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Menurut Nur Kholis, ayat ini menjadi penutup yang melegakan para sahabat setelah ayat sebelumnya menegaskan tanggung jawab keimanan dan ketaatan. Kandungannya juga menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan kepada umatnya dalam menjalankan syariat.

Hal tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah SAW, “Inna al-dina yusrun”, yang berarti, “Sesungguhnya agama ini mudah.”

Kemudahan dalam Islam dapat dilihat dalam ketentuan berbagai ibadah. Orang tua renta yang tidak mampu berpuasa Ramadan, misalnya, dapat menggantinya dengan fidyah. Sementara itu, ibadah haji mensyaratkan istita‘ah atau kemampuan untuk menunaikannya.

Nur Kholis menjelaskan bahwa jika seseorang memiliki biaya untuk berhaji, tetapi kondisi fisiknya tidak memungkinkan, kewajiban haji mempertimbangkan syarat kemampuan demi menjaga kemaslahatan.

Doa dalam 2 Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah

Selain memuat penegasan iman dan kemudahan dalam menjalankan agama, ayat 285–286 Surah Al-Baqarah juga berisi doa untuk memohon ampunan, perlindungan, dan kasih sayang Allah SWT.

Nur Kholis menjelaskan beberapa bagian doa yang memiliki makna penting bagi kehidupan seorang Muslim.

1. Ghufranaka rabbana

Ungkapan ghufrânaka rabbana berarti “ampunan-Mu, ya Tuhan kami”. Doa ini menunjukkan harapan seorang hamba agar Allah SWT mengampuni dan menutupi dosa-dosanya.

2. Rabbana la tu’akhidzna in nasina aw akhta’na

Artinya, “Ya Tuhan kami, jangan hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah”. Doa ini menggambarkan pengakuan manusia atas kemungkinan melakukan kesalahan dan mengalami kelalaian.

3. Rabbana wala tahmil ‘alaina isran kama hamaltahu ‘alallazina min qablina

Artinya, “Ya Tuhan kami, jangan bebankan kami dengan beban berat seperti yang Engkau bebankan kepada umat sebelum kami”. Bagian ini berkaitan dengan permohonan agar Allah tidak memberikan beban berat sebagaimana yang pernah dibebankan kepada umat terdahulu.

4. Wa‘fu ‘anna, waghfir lana, warhamna

Ungkapan ini berarti “hapuskan dosa kami, ampunilah kami, dan kasihanilah kami”. Menurut penjelasan Nur Kholis, rangkaian doa tersebut menunjukkan tingkatan permohonan seorang hamba, mulai dari penghapusan dosa, pengampunan, hingga kasih sayang Allah SWT.

Nur Kholis menambahkan bahwa doa yang diulang-ulang dapat menumbuhkan kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Kedekatan tersebut memperkuat hubungan seorang hamba dengan Tuhannya dalam menjalani kehidupan.

Anjuran Membaca 2 Ayat Terakhir Al-Baqarah Setiap Malam

Pada akhir kajian, Nur Kholis mengajak jamaah membiasakan membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah setiap malam, sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.

Ia kemudian memimpin jamaah membaca kedua ayat tersebut bersama-sama sebelum menutup kajian dengan permohonan maaf atas kekurangan dalam penyampaian.

Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah tidak hanya memiliki keutamaan sebagai bacaan malam, tetapi juga mengandung pesan tentang keimanan, ketaatan, kemudahan dalam Islam, dan pentingnya berdoa kepada Allah SWT.

Memahami arti dan kandungannya dapat membantu umat Islam menghayati bacaan tersebut sekaligus menerapkan pesan-pesannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
MUI Sesalkan Wajib Halal Ditunda hingga 2028, Minta Umat Islam Hindari Produk Tanpa Label Halal
MUI Sesalkan Wajib Halal Ditunda hingga 2028, Minta Umat Islam Hindari Produk Tanpa Label Halal
Aktual
Pemerintah Tunda Wajib Halal 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Terdampak
Pemerintah Tunda Wajib Halal 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Terdampak
Aktual
50 Ajengan PUI Berkumpul di Jakarta: Bahas Haji, Pinjol hingga Nazhir Wakaf
50 Ajengan PUI Berkumpul di Jakarta: Bahas Haji, Pinjol hingga Nazhir Wakaf
Aktual
UAS Ingatkan Polisi soal Gaji dari APBN: Jaga Iman dan Integritas
UAS Ingatkan Polisi soal Gaji dari APBN: Jaga Iman dan Integritas
Aktual
Hukum Membakar Hutan dalam Islam, QS Al-Baqarah Ayat 205 Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Bumi
Hukum Membakar Hutan dalam Islam, QS Al-Baqarah Ayat 205 Menegaskan Larangan Berbuat Kerusakan di Bumi
Aktual
MUI Ingatkan Penundaan Wajib Halal 2026 Berisiko Picu Ketidakpercayaan Publik
MUI Ingatkan Penundaan Wajib Halal 2026 Berisiko Picu Ketidakpercayaan Publik
Aktual
Kisah Abdullah bin Salam dan Asap Tetangga, Pelajaran tentang Menjaga Sesama
Kisah Abdullah bin Salam dan Asap Tetangga, Pelajaran tentang Menjaga Sesama
Aktual
6 Cara Mendampingi Orang yang Mengalami Tekanan Mental dalam Perspektif Islam
6 Cara Mendampingi Orang yang Mengalami Tekanan Mental dalam Perspektif Islam
Aktual
KH Subuki, Tokoh Bambu Runcing Parakan, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
KH Subuki, Tokoh Bambu Runcing Parakan, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Aktual
Sambut Hari Santri 2026, RMINU dan Kemenag Siapkan Nikah Massal 500 Santri
Sambut Hari Santri 2026, RMINU dan Kemenag Siapkan Nikah Massal 500 Santri
Aktual
MUI Minta Pelaku Karhutla Ditindak, Ingatkan Fatwa Haram Pembakaran yang Merusak
MUI Minta Pelaku Karhutla Ditindak, Ingatkan Fatwa Haram Pembakaran yang Merusak
Aktual
Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim
Soroti Polemik Jilbab di Azerbaijan, Pengamat Ungkap Potensi Ekonomi Busana Muslim
Aktual
Arab Saudi Waspada Banjir Bandang, Hujan Lebat Diprediksi hingga Rabu
Arab Saudi Waspada Banjir Bandang, Hujan Lebat Diprediksi hingga Rabu
Aktual
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp 50 Juta dan Mushalla Rp 35 Juta, Ini Syarat dan Jadwalnya
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp 50 Juta dan Mushalla Rp 35 Juta, Ini Syarat dan Jadwalnya
Aktual
15 Warna Jilbab untuk Gamis Putih agar Makin Anggun
15 Warna Jilbab untuk Gamis Putih agar Makin Anggun
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar