Penulis
KOMPAS.com – Tokoh agama Majelis Adat Sasak (MAS), Drs H Lalu Nurudin Marzuki, meninggal dunia saat memimpin pembacaan doa dalam pembukaan Kongres Internasional Bahasa Sasak di Gedung BPSDM Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (28/10/2026).
Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Antara NTB, @antarantb.
Dalam rekaman itu, TGH Lalu Nurudin Marzuki terlihat sedang membacakan doa di hadapan peserta kongres sebelum tiba-tiba ambruk.
Dua orang yang berada di dekatnya segera menghampiri untuk memberikan pertolongan.
Namun, berdasarkan informasi, TGH Lalu Nurudin Marzuki dinyatakan meninggal dunia.
Kepergian tokoh agama tersebut menjadi kabar duka bagi masyarakat Sasak, terutama keluarga besar Majelis Adat Sasak dan kalangan yang mengenal pengabdiannya dalam kehidupan keagamaan serta adat istiadat masyarakat Lombok.
Baca juga: 6 Amalan Selama November 2026, dari Puasa Sunah hingga Sedekah
Sebelum ambruk, TGH Lalu Nurudin Marzuki tengah melantunkan doa yang berisi permohonan ampunan dan kebaikan bagi umat Islam.
Berdasarkan rekaman video yang diunggah Antara NTB, doa tersebut diawali dengan lafaz:
“Allahummaghfir lana wa liwalidina, wa li awladina, wa li ikhwanina, wa liman syaayakhina, wa li ahfadina, wa liman ahabbana, bika wal muslimina wal muslimati, wal mu’minina wal mu’minati, al-ahya’i minhum wal amwat...”
Secara umum, bagian doa tersebut berisi permohonan ampun kepada Allah SWT bagi diri sendiri, orang tua, anak-anak, saudara, guru atau tokoh yang dihormati, keturunan, serta kaum Muslimin dan Muslimat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Setelah itu, ia melanjutkan doa dengan permohonan kesehatan, keselamatan, dan ketakwaan.
Tak lama setelah melantunkan doa, TGH Lalu Nurudin Marzuki terlihat ambruk. Orang-orang yang berada di sekitarnya segera mendekat untuk memberikan pertolongan.
Kabar wafatnya TGH Lalu Nurudin Marzuki juga disampaikan melalui akun Instagram Dinas Kebudayaan Provinsi NTB, @disbudbtb.
Dalam unggahannya, keluarga besar Dinas Kebudayaan Provinsi NTB menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya tokoh agama tersebut.
“Keluarga Besar Dinas Kebudayaan Provinsi NTB turut berduka cita atas wafatnya TGH. Lalu Nurudin Marzuki,” demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.
Dinas Kebudayaan NTB juga menyampaikan doa agar amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT.
“Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin ya Rabbal ‘alamin,” demikian bunyi pesan belasungkawa tersebut.
Kepergian TGH Lalu Nurudin Marzuki menambah suasana duka dalam pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada bahasa dan kebudayaan Sasak tersebut.
TGH Lalu Nurudin Marzuki meninggal dunia ketika pembukaan Kongres Internasional Bahasa Sasak tengah berlangsung. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap bahasa Sasak sebagai warisan budaya masyarakat Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: Profil KH Ahmad Fudholi, Penceramah Kondang Meninggal Usai Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak
Keterlibatan tokoh agama dan adat dalam kegiatan semacam ini mencerminkan hubungan erat antara kehidupan keagamaan, tradisi, dan identitas masyarakat Sasak.
Kabar wafatnya almarhum pun mengundang ungkapan duka dari lembaga kebudayaan daerah. Doa dan ucapan belasungkawa disampaikan agar almarhum memperoleh ampunan serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.