KOMPAS.com - Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) DKI Jakarta menggelar Festival Hari Santri Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini menghadirkan perlombaan ant santri, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta edukasi keuangan.
Festival tersebut menjadi upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi pesantren.
Ketua DPW Hebitren DKI Jakarta KH Dr M Imam Sofwan Yahya mengatakan, festival tersebut diinisiasi karena selama sekitar 11 tahun peringatan Hari Santri di Jakarta belum memiliki acara khusus yang mengakomodasi kegiatan bersama bagi para santri.
Baca juga: 4 Perlindungan yang Diminta Rasulullah dalam Bacaan Doa Shalat
“Selama sudah 11 tahun Hari Santri di Jakarta belum ada event yang mengakomodir ini,” kata Gus Sofwan dalam wawancara di Jakarta (29/10/2026).
Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi santri untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar aktivitas belajar sehari-hari di pesantren.
Berbagai perlombaan disiapkan untuk mengakomodasi minat dan keterampilan santri, mulai dari bidang seni hingga keagamaan.
Menurut Gus Sofwan, festival tersebut menjadi ruang bagi santri dari berbagai pesantren untuk berinteraksi melalui perlombaan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan Islam.
Sejumlah perlombaan yang diselenggarakan meliputi eco fashion show dengan busana berbahan daur ulang, lomba hafalan Al Quran atau Musabaqah Hifzhil Quran, lomba membaca kitab kuning tanpa harakat, serta lomba hadroh.
Gus Sofwan mengatakan, panitia menyediakan kupon belanja senilai Rp 20.000 untuk setiap santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Dana kupon berasal dari dukungan sponsor dan donatur.
Kupon tersebut dapat digunakan santri untuk berbelanja di bazar UMKM yang menghadirkan produk usaha pesantren serta UMKM binaan Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta.
Baca juga: Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Tanggung Jawabe Pemimpin Nalika Alas Kobong
Bazar tersebut juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mengenal berbagai produk usaha yang dikembangkan pesantren dan pelaku UMKM. Kegiatan ini sekaligus mempertemukan lingkungan pesantren dengan pelaku usaha.
Selain perlombaan dan bazar, Festival Hari Santri Jakarta menghadirkan seminar Bangga dan Cinta Rupiah bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta.
Panitia juga menjadwalkan seminar panel literasi keuangan syariah yang melibatkan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Bank Syariah Indonesia (BSI).
Rangkaian acara puncak meliputi pembacaan istighosah, sambutan, tausiah, doa bersama, pembacaan maulid dan selawat, serta pembagian hadiah perlombaan.
Baca juga: Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya
Menurut Gus Sofwan, festival tersebut merupakan bagian dari upaya Hebitren memperluas hubungan antarpesantren sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing lembaga.
Hebitren merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis pesantren. Organisasi ini berdiri pada 2019 melalui inisiasi Bank Indonesia bersama sejumlah tokoh pesantren.
Gus Sofwan mengatakan, jumlah pesantren yang tergabung dalam Hebitren DKI Jakarta meningkat dari 17 pesantren pada 2024 menjadi 72 pesantren saat ini.
Baca juga: Hadiri Forum di Italia, Menag Dorong Bahasa Agama Jadi Instrumen Diplomasi Global
Hebitren DKI Jakarta juga telah membentuk kepengurusan di empat wilayah kota, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.
Ke depan, Hebitren berharap kegiatan yang mempertemukan santri dan pesantren dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, organisasi ingin memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi pesantren.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.