Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Santri Dapat Kupon Belanja Rp 20.000 di Festival Hari Santri Jakarta

Kompas.com, 30 Oktober 2026, 08:25 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) DKI Jakarta menggelar Festival Hari Santri Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan ini menghadirkan perlombaan ant santri, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta edukasi keuangan.

Festival tersebut menjadi upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi pesantren.

Festival Jadi Ruang Silaturahmi Antarsantri

Ketua DPW Hebitren DKI Jakarta KH Dr M Imam Sofwan Yahya mengatakan, festival tersebut diinisiasi karena selama sekitar 11 tahun peringatan Hari Santri di Jakarta belum memiliki acara khusus yang mengakomodasi kegiatan bersama bagi para santri.

Baca juga: 4 Perlindungan yang Diminta Rasulullah dalam Bacaan Doa Shalat

“Selama sudah 11 tahun Hari Santri di Jakarta belum ada event yang mengakomodir ini,” kata Gus Sofwan dalam wawancara di Jakarta (29/10/2026). 

Kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi santri untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar aktivitas belajar sehari-hari di pesantren.

Berbagai perlombaan disiapkan untuk mengakomodasi minat dan keterampilan santri, mulai dari bidang seni hingga keagamaan.

Menurut Gus Sofwan, festival tersebut menjadi ruang bagi santri dari berbagai pesantren untuk berinteraksi melalui perlombaan sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan Islam.

Sejumlah perlombaan yang diselenggarakan meliputi eco fashion show dengan busana berbahan daur ulang, lomba hafalan Al Quran atau Musabaqah Hifzhil Quran, lomba membaca kitab kuning tanpa harakat, serta lomba hadroh. 

Santri Dapat Kupon Belanja Rp 20.000

Gus Sofwan mengatakan, panitia menyediakan kupon belanja senilai Rp 20.000 untuk setiap santri yang mengikuti kegiatan tersebut. Dana kupon berasal dari dukungan sponsor dan donatur.

Kupon tersebut dapat digunakan santri untuk berbelanja di bazar UMKM yang menghadirkan produk usaha pesantren serta UMKM binaan Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta.

Baca juga: Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Tanggung Jawabe Pemimpin Nalika Alas Kobong

Bazar tersebut juga menjadi kesempatan bagi santri untuk mengenal berbagai produk usaha yang dikembangkan pesantren dan pelaku UMKM. Kegiatan ini sekaligus mempertemukan lingkungan pesantren dengan pelaku usaha.

Festival Diisi Edukasi Keuangan

Selain perlombaan dan bazar, Festival Hari Santri Jakarta menghadirkan seminar Bangga dan Cinta Rupiah bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta.

Panitia juga menjadwalkan seminar panel literasi keuangan syariah yang melibatkan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

Rangkaian acara puncak meliputi pembacaan istighosah, sambutan, tausiah, doa bersama, pembacaan maulid dan selawat, serta pembagian hadiah perlombaan.

Baca juga: Mengapa Anak Disebut Perhiasan Dunia dalam Al-Quran? Ini Penjelasannya

Menurut Gus Sofwan, festival tersebut merupakan bagian dari upaya Hebitren memperluas hubungan antarpesantren sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing lembaga.

Hebitren Libatkan 72 Pesantren di Jakarta

Hebitren merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan ekonomi dan bisnis pesantren. Organisasi ini berdiri pada 2019 melalui inisiasi Bank Indonesia bersama sejumlah tokoh pesantren.

Gus Sofwan mengatakan, jumlah pesantren yang tergabung dalam Hebitren DKI Jakarta meningkat dari 17 pesantren pada 2024 menjadi 72 pesantren saat ini.

Baca juga: Hadiri Forum di Italia, Menag Dorong Bahasa Agama Jadi Instrumen Diplomasi Global 

Hebitren DKI Jakarta juga telah membentuk kepengurusan di empat wilayah kota, yakni Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.

Ke depan, Hebitren berharap kegiatan yang mempertemukan santri dan pesantren dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, organisasi ingin memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi pesantren.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Calon Jemaah Haji Manggarai Barat Dapat Layanan Paspor Jemput Bola dari Imigrasi
40 Calon Jemaah Haji Manggarai Barat Dapat Layanan Paspor Jemput Bola dari Imigrasi
Aktual
Anak Mempertanyakan Agama, Ini Sikap Orang Tua yang Perlu Diperhatikan
Anak Mempertanyakan Agama, Ini Sikap Orang Tua yang Perlu Diperhatikan
Aktual
Sudah Berjanji Tapi Ada Keperluan Mendadak, Bagaimana Jika Membatalkannya?
Sudah Berjanji Tapi Ada Keperluan Mendadak, Bagaimana Jika Membatalkannya?
Aktual
Hukum Memperlakukan Anjing dalam Islam, Termasuk Larangan Menyakiti dan Menyiksanya
Hukum Memperlakukan Anjing dalam Islam, Termasuk Larangan Menyakiti dan Menyiksanya
Aktual
Hukum Membunuh Nyamuk dalam Islam, Bolehkah Menggunakan Raket Listrik?
Hukum Membunuh Nyamuk dalam Islam, Bolehkah Menggunakan Raket Listrik?
Aktual
Pesan Surah Al-A'raf Ayat 31 agar Tidak Berlebihan dalam Segala Hal
Pesan Surah Al-A'raf Ayat 31 agar Tidak Berlebihan dalam Segala Hal
Aktual
Menag Sebut Kampus di Italia dan Vatikan Ingin Belajar Keberagaman Indonesia
Menag Sebut Kampus di Italia dan Vatikan Ingin Belajar Keberagaman Indonesia
Aktual
Dari Katering hingga Laundry, Usaha Pesantren Didorong Jadi Penopang Pendidikan
Dari Katering hingga Laundry, Usaha Pesantren Didorong Jadi Penopang Pendidikan
Aktual
SKB 3 Menteri Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ini Daftarnya
SKB 3 Menteri Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ini Daftarnya
Aktual
Teks Khutbah Jumat Singkat: Jangan Jadikan Aib Orang Lain sebagai Hiburan
Teks Khutbah Jumat Singkat: Jangan Jadikan Aib Orang Lain sebagai Hiburan
Aktual
Santri Dapat Kupon Belanja Rp 20.000 di Festival Hari Santri Jakarta
Santri Dapat Kupon Belanja Rp 20.000 di Festival Hari Santri Jakarta
Aktual
Berawal dari Masjid, Al-Qarawiyyin di Maroko Jadi Salah Satu Universitas Tertua Dunia
Berawal dari Masjid, Al-Qarawiyyin di Maroko Jadi Salah Satu Universitas Tertua Dunia
Aktual
Teks Khutbah Jumat Singkat: Kritik Rakyat Bukan Kebencian, Pemimpin Perlu Mendengarkan
Teks Khutbah Jumat Singkat: Kritik Rakyat Bukan Kebencian, Pemimpin Perlu Mendengarkan
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Ibadah Bukan Transaksi, Sudahkah Kita Ikhlas?
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Ibadah Bukan Transaksi, Sudahkah Kita Ikhlas?
Aktual
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Jangan Abai Saat Tetangga Kesulitan
Khutbah Jumat 30 Oktober 2026: Jangan Abai Saat Tetangga Kesulitan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar