Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Gaya Lebaran 2026: Cara Modis Menerapkan Tren Warna Terbaru

Kompas.com, 15 Februari 2026, 10:29 WIB
Farid Assifa

Editor

Sumber YouTube

KOMPAS.com - Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh variasi dalam dunia mode, mulai dari warna netral yang menenangkan hingga warna-warna berani yang ekspresif.

Untuk menyambut Hari Raya, Anda bisa memadukan nuansa tradisional dengan tren global yang menekankan pada keseimbangan dan ekspresi diri.

Berikut adalah cara menerapkan tren warna 2026 pada baju Lebaran Anda:

1. Awali dengan "Cloud Dancer" (Putih Lembut)

Pantone telah menetapkan Cloud Dancer sebagai warna utama tahun 2026. Warna ini bukan sekadar putih biasa, melainkan putih lembut atau off-white yang melambangkan ketenangan dan awal yang baru.

Baca juga: Tren Warna Baju Lebaran 2026 Wanita: Earth Tone Mewah hingga Royal Purple yang Berani

Cara Pakai: Untuk kesan yang sangat elegan dan bersih, gunakan tampilan monokromatik (serba putih) dari kepala hingga kaki. Jika khawatir terlihat terlalu polos, mainkan tekstur seperti bahan satin, sutra, atau oranza untuk memberikan dimensi pada pakaian Anda.

Cloud Dancer.Ilustrasi dibuat AI Cloud Dancer.

2. Kemewahan Jewel Tones untuk Kesan Klasik

Warna-warna permata (jewel tones) kembali mendominasi dan sangat cocok untuk suasana Lebaran yang formal.

Pilihan Warna: Fokuslah pada Klein Blue (biru kobalt yang elektrik), Royal Purple (ungu tua yang megah), atau Teal yang universal.

Tips: Jika Anda ingin tampil lebih modern tetapi tetap aman, padukan jewel tones ini dengan warna netral seperti Cloud Dancer daripada hitam, agar tampilan terasa lebih ringan dan segar di hari raya.

Jewel Tones untuk Kesan Klasik.Ilustrasi dibuat AI Jewel Tones untuk Kesan Klasik.

3. Eksperimen dengan Kombinasi Warna Kontras

Tahun 2026 menandai kembalinya teknik color blocking yang lebih terkendali. Alih-alih menggunakan banyak warna sekaligus, cukup padukan dua warna kuat dengan satu warna netral sebagai penyeimbang.

Kombinasi Rekomendasi:

Bordeaux (Marun) & Powder Pink: Paduan warna merah anggur yang gelap dengan merah muda pucat menciptakan kesan yang dewasa namun feminin.

Navy & Canary Yellow: Kombinasi biru dongker dengan kuning cerah memberikan kesan klasik musim semi yang sangat bersih dan rapi.

Teal & Chocolate Brown: Cokelat tua memberikan kesan membumi pada warna teal yang vibran.

Navy & Canary YellowIlustrasi dibuat AI Navy & Canary Yellow

4. Sentuhan Pastel yang Romantis

Bagi Anda yang menyukai gaya feminin, warna-warna seperti Butter Yellow (kuning mentega) dan Pale Pistachio (hijau susu yang sangat lembut) akan sangat populer. Warna-warna ini memberikan efek "glow" atau bercahaya tanpa terlihat mencolok.

5. Jangan Lupakan Aksesori Metalik

Logam paling tren di tahun 2026 adalah perak (silver).

Aplikasi: Gunakan sepatu flat atau tas berwarna perak untuk mengangkat penampilan baju Lebaran Anda yang mungkin berwarna netral. Perak memberikan kesan yang disengaja dan lebih modern dibandingkan sepatu berwarna hitam biasa.

Aksesoris Metalik Perak (Silver).Ilustrasi dibuat AI Aksesoris Metalik Perak (Silver).

Tips Tambahan untuk Kenyamanan:

Letakkan warna terbaik dekat wajah: Gunakan warna yang paling cocok dengan rona kulit Anda pada jilbab atau atasan, karena area ini yang paling memberikan dampak pada penampilan Anda secara keseluruhan.

Gunakan aksesori untuk warna berani: Jika Anda belum berani memakai baju berwarna mencolok (seperti merah tomat atau fuchsia), mulailah dengan menyisipkannya melalui tas, sepatu, atau perhiasan.

Baca juga: Tren Warna Lebaran 2026: Taupe Jadi Primadona, Elegan, Hangat, dan Cocok untuk Semua Undertone

Tren warna 2026 adalah tentang ekspresi diri, bukan aturan yang kaku. Dari pilihan warna di atas, mana yang menurut Anda paling cocok untuk karakter gaya Anda di hari Lebaran nanti?

Apakah Anda lebih menyukai warna-warna bumi yang tenang atau warna permata yang mewah? Mari kita diskusikan!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Aktual
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Aktual
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar