Editor
KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menetapkan batas waktu penting bagi jemaah umrah pada musim umrah tahun ini.
Kebijakan ini terkait penerbitan visa, kedatangan jemaah, hingga masa tinggal di Arab Saudi menjelang musim haji.
Aturan tersebut penting diketahui jemaah internasional, termasuk dari Indonesia, yang akan menjalankan ibadah umrah.
Penetapan jadwal ini juga bertujuan memastikan transisi menuju musim haji berjalan tertib.
Baca juga: Arab Saudi Larang Penyelenggaraan Akomodasi Jemaah Haji Tanpa Izin di Makkah dan Madinah
Dilansir dari Saudi Gazette, Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa hari terakhir penerbitan visa umrah untuk musim umrah tahun ini adalah 1 Syawal.
Sementara itu, batas terakhir jemaah umrah memasuki wilayah Arab Saudi adalah 15 Syawal.
Adapun hari terakhir masa tinggal jemaah di Arab Saudi ditetapkan pada 1 Dzulqaidah.
Ketentuan tersebut disampaikan dalam pertemuan berkala ke-17 Kementerian Haji dan Umrah dengan perusahaan umrah di Arab Saudi yang digelar secara virtual pada Sabtu.
Dalam pertemuan itu, kementerian menekankan pentingnya mematuhi regulasi yang mengatur musim haji.
Otoritas juga kembali mengingatkan bahwa ibadah haji hanya dapat dilakukan menggunakan visa haji resmi, bukan dengan visa umrah.
Al-Rabiah menekankan pentingnya perusahaan umrah untuk terus mematuhi regulasi dan instruksi yang mengatur musim umrah.
Beberapa hal yang ditekankan antara lain pengaturan kedatangan jemaah secara bertahap di bandara serta pembaruan data keberangkatan jemaah melalui platform Nusk Masar secara berkala.
Ia juga mengundang perusahaan umrah untuk berpartisipasi aktif dalam Umrah and Visit Forum 2026 yang akan digelar untuk ketiga kalinya.
Apresiasi untuk Perusahaan Umrah Selama Ramadhan
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah memuji upaya perusahaan umrah yang telah bekerja sama selama bulan Ramadan.
Ia mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam melayani jemaah, menangani situasi jemaah umrah yang sempat tertahan, serta membantu memfasilitasi kepulangan mereka ke negara tujuan masing-masing.
Pertemuan tersebut juga memaparkan sejumlah indikator utama musim umrah serta berbagai keberhasilan yang telah dicapai selama penyelenggaraannya.
Selain itu, dibahas pula persiapan Umrah and Visit Forum, termasuk perannya dalam mendukung kemitraan, pertukaran pengalaman, serta menampilkan peluang kerja sama di sektor layanan umrah dan kunjungan.
Forum ini diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan umrah dan kunjungan ke Arab Saudi.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Kementerian Haji dan Umrah dengan perusahaan umrah.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi dengan mitra sektor layanan serta memantau perkembangan pelayanan bagi jemaah.
Langkah ini juga sejalan dengan target Vision 2030 Arab Saudi untuk meningkatkan kualitas pengalaman jemaah umrah dan pengunjung yang datang ke Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang