Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Khutbah Idul Fitri Muhammadiyah: Dari Madrasah Ramadan Menuju Peradaban Unggul

Kompas.com, 17 Maret 2026, 21:35 WIB
Add on Google
Farid Assifa

Editor

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الَّذِي أَكْرَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْيَقِيْنِ، وَرَزَقَنَا صِيَامَ رَمَضَانَ وَقِيَامَهُ، وَبَلَّغَنَا يَوْمَ الْعِيْدِ وَإِتْمَامَهُ، نَحْمَدُهُ عَلَى الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَزِيْلِ الْعَطَاءِ وَالْاِمْتِنَانِ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ، وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillah, pada pagi yang penuh keberkahan ini kita dipertemukan dengan hari kemenangan, Idul Fitri 1447 Hijriah. Hari di mana kita kembali kepada fitrah, setelah ditempa selama sebulan penuh di Madrasah Ramadan.

Namun, jamaah sekalian, kemenangan sejati bukanlah sekadar berakhirnya lapar dan dahaga. Kemenangan hakiki adalah keberhasilan kita menyerap pelajaran Ramadan untuk membentuk diri menjadi manusia unggul—manusia yang memiliki iman kuat, akhlak mulia, dan kapasitas membangun peradaban.

Baca juga: 3 Contoh Khutbah Idul Fitri NU Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Allah SWT memberikan gambaran tentang manusia unggul dalam Al-Qur’an:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.”

Ramadan adalah proses menanam akar itu—akar iman, ketakwaan, dan kedisiplinan. Jika akar ini kuat, maka cabang kehidupan kita—ilmu, karya, dan kontribusi—akan menjulang tinggi.

Secara ilmiah, Ramadan juga melatih self-regulation, kemampuan mengendalikan diri. Dalam studi psikologi modern seperti Marshmallow Test, kemampuan menahan diri terbukti lebih menentukan kesuksesan dibanding kecerdasan semata.

Artinya, umat yang dilatih Ramadan sejatinya adalah umat yang dipersiapkan untuk unggul.

Selama 30 hari, kita belajar menahan lapar, emosi, dan hawa nafsu. Maka setelah Ramadan, seharusnya kita menjadi pribadi yang:

  • Jujur meski tidak diawasi
  • Disiplin meski tidak dipaksa
  • Tangguh meski dalam kesulitan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Namun, jamaah yang dimuliakan Allah,

Di tengah kebahagiaan ini, kita tidak boleh menutup mata terhadap realitas dunia. Kita menyaksikan ketidakadilan global, penderitaan di Gaza, dan konflik yang merusak nilai kemanusiaan.

Allah SWT telah mengingatkan:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

“Ketika dikatakan kepada mereka: jangan membuat kerusakan di bumi, mereka berkata: kami justru melakukan perbaikan.”

Inilah gambaran kemunafikan global hari ini.

Namun, jamaah sekalian, kita juga harus jujur melihat diri kita. Umat Islam yang besar ini masih terpecah, kehilangan persatuan, dan lemah dalam penguasaan ilmu serta teknologi.

Padahal, kebangkitan peradaban tidak ditentukan oleh jumlah, tetapi oleh kualitas manusia.

Oleh karena itu, solusi kita bukan sekadar emosi atau retorika, tetapi membangun manusia unggul:

  • Saleh secara spiritual
  • Cerdas secara intelektual
  • Kuat secara moral
  • Mandiri secara ekonomi

Inilah generasi yang mampu mengubah sejarah.

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Idul Fitri bukan garis akhir, melainkan garis awal.

Jika Ramadan adalah madrasah, maka kehidupan setelahnya adalah ujian sesungguhnya.

Kita harus membawa nilai Ramadan ke dalam:

  • Keluarga: menjadi teladan
  • Pekerjaan: menjadi profesional yang jujur
  • Masyarakat: menjadi agen perubahan

Masyarakat unggul dibangun dari:

1. Budaya ilmu – mencintai belajar dan riset

2. Kemandirian ekonomi – disiplin dan produktif

3. Integritas sosial – bebas dari korupsi dan ketidakadilan

Sejarah membuktikan, peradaban besar lahir dari manusia yang unggul, bukan dari kekayaan semata.

Maka mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum:

  • Menguatkan persatuan umat
  • Mengakhiri perpecahan
  • Membangun masa depan yang berkeadilan

Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

DOA

اللهم اغفر لنا ذنوبنا، وتقبل صيامنا وقيامنا، واجعلنا من عبادك المتقين.

Ya Allah, terimalah amal ibadah kami di bulan Ramadan. Jadikan kami manusia yang memiliki iman kuat dan akhlak mulia.

Ya Allah, kuatkan saudara-saudara kami di Palestina. Berikan mereka keselamatan, kemerdekaan, dan kemenangan.

Baca juga: Khutbah Idul Fitri: Tanda Puasa Diterima, Apakah Kita Masih Istiqamah Setelah Ramadhan?

Ya Allah, satukan umat Islam, hilangkan perpecahan di antara kami, dan jadikan kami umat yang kuat dan berperadaban.

Ya Allah, jadikan generasi kami generasi yang berilmu, berintegritas, dan mampu membawa perubahan.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Selamat Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.

Artikel ini disadur dari Khutbah Idul Fitri berjudul "Ramadan, Keunggulan Manusia Muslim, dan Masa Depan Peradaban Islam" yang ditulis oleh Muhamad Rofiq Muzakkir (Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 42 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat
Kemenhaj Perketat Pengawasan Haji Ilegal, 42 Calon Haji Nonprosedural Dicegah Berangkat
Aktual
Jemaah Haji Khusus Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Masa Tinggal Lebih Singkat
Jemaah Haji Khusus Indonesia Mulai Tiba di Madinah, Masa Tinggal Lebih Singkat
Aktual
PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram
PPIH Imbau Jamaah Haji Gunakan Jasa Pendorong Kursi Roda Resmi di Masjidil Haram
Aktual
Makna Filosofis Gerakan Shalat Menurut Ulama, dari Berdiri hingga Salam
Makna Filosofis Gerakan Shalat Menurut Ulama, dari Berdiri hingga Salam
Aktual
5 Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut Mazhab Syafi’i, Muslim Wajib Tahu
5 Hal yang Membatalkan Wudhu Menurut Mazhab Syafi’i, Muslim Wajib Tahu
Aktual
7 WNI Ditangkap di Arab Saudi Diduga Terkait Praktik Haji Ilegal, KJRI Jeddah Pantau Proses Hukum
7 WNI Ditangkap di Arab Saudi Diduga Terkait Praktik Haji Ilegal, KJRI Jeddah Pantau Proses Hukum
Aktual
Embarkasi Haji YIA Jadi Tuai Pujian, Menhaj Sebut Bisa Jadi Model Percontohan Nasional
Embarkasi Haji YIA Jadi Tuai Pujian, Menhaj Sebut Bisa Jadi Model Percontohan Nasional
Aktual
Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat di Madinah, Sempat Shalat di Masjid Nabawi
Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat di Madinah, Sempat Shalat di Masjid Nabawi
Aktual
PPIH Ungkap 3 Keringanan Fikih untuk Jemaah Haji Haid saat Tawaf Ifadah
PPIH Ungkap 3 Keringanan Fikih untuk Jemaah Haji Haid saat Tawaf Ifadah
Aktual
Hewan Kurban Stres Bisa Bikin Daging Cepat Busuk, Dosen IPB Bagikan Cara Mencegahnya
Hewan Kurban Stres Bisa Bikin Daging Cepat Busuk, Dosen IPB Bagikan Cara Mencegahnya
Aktual
Cara Resmi Masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Wajib Tahu
Cara Resmi Masuk Raudhah di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Wajib Tahu
Aktual
3 Opsi Keringanan Tawaf Ifadah bagi Haji Perempuan Haid
3 Opsi Keringanan Tawaf Ifadah bagi Haji Perempuan Haid
Aktual
Mengapa Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Maknanya
Mengapa Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau? Ini Sejarah dan Maknanya
Aktual
Apa Itu Haji Mabrur? Ini Makna dan Ciri-cirinya yang Perlu Dipahami Jemaah
Apa Itu Haji Mabrur? Ini Makna dan Ciri-cirinya yang Perlu Dipahami Jemaah
Aktual
Satu Calon Haji Asal NTB Ditolak Masuk Arab Saudi, Ini Penyebabnya
Satu Calon Haji Asal NTB Ditolak Masuk Arab Saudi, Ini Penyebabnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com