MADINAH, KOMPAS.com- Raudhah, area istimewa di kompleks makam Rasulullah menjadi jujugan jemaah haji Indonesia saat berada di Madinah, Arab Saudi. Tempat ini dikenal sebagai tempat mustajab untuk memanjatkan doa-doa.
Raudhah sendiri mengacu pada sebuat tempat yang disebut sebagai taman surga. Letaknya di antara mimbar Rasulullah dan makam Nabi Muhammad.
Seperti hadis yang berbunyi:
"Apa yang ada di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu taman dari taman-taman surga” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: 3 Opsi Keringanan Tawaf Ifadah bagi Haji Perempuan Haid
Lantas bagaimana cara masuk Raudhah?
Pertama, jemaah haji Indonesia bisa masuk ke raudhah dengan jalur tasreh. Melansir laman Kementerian Haji dan Umrah RI, tasreh ini sudah disediakan oleh Bimbingan Ibadah di masing-masing sektor.
Kedua, jemaah haji bisa masuk menggunakan aplikasi nusuk. Nusuk adalah platform resmi dari pemerintah Arab Saudi yang membantu jemaah dalam mengatur berbagai kebutuhan ibadah di Tanah Suci, khususnya mempermudah akses ke tempat-tempat penting.
Kita dapat melakukan pemesanan (booking) masuk ke raudhah dengan jam-jam yang telah ditentukan. Ada dua jalur pemesanan temlat melalui nusuk, yakni reguler dan instant track.
Reguler biasanya hanya dapat digunakannsatu kali dalam setahun. Sedangkan instant track atau yang dikenal jalur petir, bisa kita dapatkan jika kita berada di sekitaran Masjid Nabawi secara spontan beberapa saat sebelum jam masuk raudhah.
Untuk masuk dengan nusuk, jemaah harus terlebih dahulu membuat akun untuk mendaftar. Perlu diperhatikan ketika membuat akun, password harus memenuhi kriteria mengandung delapan karakter.
Kemudian menggunakan huruf besar, huruf kecil, angka, serta simbol. Hal ini sering menjadi kendala ketika jemaah pertama mengakses nusuk.
Selanjutnya setelah memiliki akun nusuk jemaah bisa melengkapi data pribadi. Kemudian memilih tanggal dan waktu kunjungan.
Anda bisa membatalkan pemesanan jika terdapat hambatan. Biasanya pembatalan harus disertai alasan jemaah.
Jemaah lebih muda juga diharapkan membantu para jemaah yang berusia lanjut (lansia) agar dapat masuk ke area tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang