Editor
KOMPAS.com - Bulan Syawal menjadi momen istimewa setelah Ramadhan. Selain identik dengan silaturahmi dan suasana Lebaran, banyak umat Islam juga berburu pahala tambahan melalui puasa sunnah enam hari.
Namun, muncul satu pertanyaan yang sering dicari: bolehkah puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal sekaligus mendapatkan pahala puasa Syawal?
Jawabannya ternyata cukup menenangkan.
Berdasarkan penjelasan para ulama, menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal diperbolehkan.
Artinya, Anda cukup berniat untuk mengganti puasa Ramadhan (qadha) saja. Ketika dilakukan di bulan Syawal, pahala puasa sunnah Syawal juga bisa ikut didapatkan.
Pendapat ini merujuk pada pandangan ulama Mazhab Syafi’i, termasuk Imam Zakariya al-Anshori, yang menjelaskan bahwa orang yang berpuasa qadha di bulan Syawal tetap memperoleh keutamaan puasa enam hari Syawal.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Kapan Dibaca? Waktu, Niat dan Ketentuannya
Beberapa ulama dan dai juga memberikan penjelasan terkait urutan pelaksanaannya:
Ustaz Adi Hidayat dalam akun YouTube Mildiani Ilham menjelaskan ada dua pendapat:
1. Pendapat pertama (lebih utama): Dahulukan puasa qadha karena bersifat wajib (utang kepada Allah).
2. Pendapat kedua (lebih fleksibel): Boleh mendahulukan puasa Syawal, baru kemudian qadha di luar bulan Syawal.
Sementara itu, Abdul Somad dalam akun YouTube Petuah Iman, menegaskan bahwa menggabungkan niat qadha di bulan Syawal tetap sah dan bisa mendapatkan dua keutamaan sekaligus.
Mengapa puasa Syawal begitu dianjurkan?
Keutamaannya sangat besar:
Pahala seperti puasa setahun penuh
Kesempatan emas yang datang setahun sekali. Tidak ada jaminan kita bertemu Ramadhan berikutnya.
Simbol peningkatan iman. Kata “Syawal” sendiri bermakna meningkat, menjadi tanda bahwa kualitas ibadah harus terus naik setelah Ramadhan.
Agar sah dan tenang dalam beribadah, berikut panduan niatnya:
Yang paling penting adalah keyakinan dalam hati. Anda tidak perlu membaca lafaz panjang.
Cukup lintaskan dalam hati:
“Saya niat puasa qadha Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Menurut Buya Yahya dalam akun YouTube Al-Bahjah TV, selama hati yakin bahwa ini puasa wajib, maka niat sudah sah—bahkan tanpa menyebut kata “fardhu”.
Karena ini puasa wajib, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar.
Jika ingin sekaligus mendapatkan pahala Syawal, cukup niat qadha saja. Pahala sunnahnya mengikuti.
Jika ingin mengambil jalan paling aman:
Namun jika ingin praktis dan efisien, menggabungkan qadha di bulan Syawal juga diperbolehkan oleh banyak ulama.
Puasa qadha Ramadhan di bulan Syawal bukan hanya sah, tetapi juga bisa menjadi cara cerdas meraih pahala berlipat. Dengan satu niat qadha, Anda berpeluang mendapatkan keutamaan puasa Syawal sekaligus.
Baca juga: Hukum Menggabung Puasa Qadha dan Syawal, Boleh atau Harus Dipisah? Ini Penjelasan Ulama
Yang terpenting, jangan menunda membayar “utang” puasa Ramadhan, dan manfaatkan bulan Syawal sebagai momentum peningkatan iman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang