KOMPAS.com – Hari Jumat selalu memiliki tempat istimewa dalam kehidupan umat Islam. Di hari ini, berbagai amalan dianjurkan untuk diperbanyak, mulai dari membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, hingga bersedekah. Salah satu amalan yang paling populer dan rutin dilakukan adalah membaca Surah Al-Kahfi.
Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki dasar yang kuat dalam hadis Nabi serta dijelaskan oleh para ulama sebagai ibadah yang penuh keutamaan.
Lantas, apa saja keutamaan membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat? Berikut penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Silaturahmi dan Memaafkan Sesama
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat memiliki sejumlah keutamaan yang tidak hanya berdampak pada kehidupan dunia, tetapi juga menjadi bekal di akhirat.
Salah satu keutamaan utama membaca Surah Al-Kahfi adalah mendapatkan cahaya (nur) yang menerangi kehidupan seorang Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat.”
Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat Abu Sa’id Al-Khudri dan dijelaskan oleh para ulama sebagai bentuk petunjuk hidup yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan bahwa “cahaya” tersebut tidak hanya bermakna literal, tetapi juga berupa keberkahan, kemudahan dalam hidup, serta perlindungan dari kesesatan.
Selain cahaya, membaca Surah Al-Kahfi juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa di antara dua Jumat.
Ini menunjukkan bahwa amalan tersebut memiliki nilai spiritual yang tinggi sebagai bentuk pembersihan diri secara berkala.
Setiap pekan, seorang Muslim diberi kesempatan untuk “mengulang” proses penyucian hati melalui ibadah yang ringan namun bernilai besar.
Keutamaan lain yang sangat penting adalah perlindungan dari fitnah Dajjal, salah satu ujian terbesar di akhir zaman.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.”
Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat Abu Darda dan menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk menghafal serta rutin membaca bagian awal atau akhir dari surah ini.
Dalam buku An-Nihayah fi al-Fitan, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa fitnah Dajjal bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian keimanan yang sangat berat. Oleh karena itu, Surah Al-Kahfi menjadi benteng spiritual bagi seorang Muslim.
Baca juga: Doa Jumat Pagi Penuh Makna: Memohon Keteguhan Iman dan Rahmat Allah di Hari Mulia
Tidak hanya keutamaannya, isi Surah Al-Kahfi sendiri sarat dengan pelajaran kehidupan yang relevan sepanjang zaman.
Sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan di tengah tekanan penguasa zalim. Kisah ini mengajarkan keberanian dan keteguhan dalam mempertahankan keyakinan.
Pertemuan Nabi Musa dengan Khidir mengajarkan bahwa tidak semua hal dapat dipahami secara langsung. Kesabaran menjadi kunci dalam menghadapi takdir Allah.
Kisah ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adil dan bertanggung jawab dalam menjaga masyarakat.
Dalam tafsir Al-Mishbah, Quraish Shihab menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi berfungsi sebagai pengingat agar manusia tidak terjebak dalam godaan dunia, baik berupa harta, kekuasaan, maupun ilmu.
Para ulama menjelaskan bahwa waktu membaca Surah Al-Kahfi dimulai sejak malam Jumat atau Kamis malam hingga hari Jumat sebelum matahari terbenam.
Pendapat ini juga diperkuat oleh penjelasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, yang menyebutkan bahwa membaca Surah Al-Kahfi di waktu tersebut merupakan amalan yang dianjurkan (sunnah muakkadah).
Baca juga: Harta Bukan Tujuan Hidup, Khutbah Jumat KH M Cholil Nafis MUI tentang Ekonomi Islam
Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, membaca Surah Al-Kahfi menjadi sarana untuk “mengisi ulang” keimanan. Ia bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga refleksi spiritual.
Dalam buku The Productive Muslim, Mohammed Faris dijelaskan bahwa rutinitas ibadah mingguan seperti ini dapat membantu menjaga fokus hidup seorang Muslim agar tetap terarah pada tujuan akhirat.
Dengan membaca Surah Al-Kahfi, seseorang diingatkan kembali tentang hakikat kehidupan, ujian dunia, serta pentingnya menjaga iman.
Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat adalah amalan sederhana namun memiliki keutamaan luar biasa.
Mulai dari mendapatkan cahaya di antara dua Jumat, ampunan dosa, hingga perlindungan dari fitnah Dajjal.
Lebih dari itu, kandungan surah ini menjadi panduan hidup yang relevan di setiap zaman. Ia mengajarkan tentang iman, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan.
Karena itu, menjadikan Surah Al-Kahfi sebagai amalan rutin setiap Jumat bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga investasi spiritual jangka panjang. Sebuah langkah kecil yang bisa membawa dampak besar, baik di dunia maupun di akhirat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang