Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebaran Haji 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Cuti Bersama

Kompas.com, 2 April 2026, 14:23 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setelah suasana hangat Idul Fitri berlalu, perhatian umat Islam perlahan beralih pada satu momentum besar berikutnya, Hari Raya Idul Adha atau yang akrab disebut Lebaran Haji.

Momen ini bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang erat dengan ibadah haji di Tanah Suci.

Pertanyaan yang mulai banyak dicari masyarakat pun muncul, kapan Lebaran Haji 2026 berlangsung dan bagaimana jadwal libur serta cuti bersamanya?

Berikut ulasan lengkap yang disusun secara komprehensif untuk membantu Anda merencanakan ibadah dan aktivitas sejak dini.

Perkiraan Tanggal Lebaran Haji 2026

Penentuan resmi Idul Adha di Indonesia berada di tangan Kementerian Agama melalui sidang isbat.

Metode yang digunakan adalah kombinasi hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Meski keputusan final baru diumumkan mendekati bulan Zulhijah, pemerintah telah menetapkan jadwal hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.

Berdasarkan SKB tersebut, jadwal Iduladha 2026 adalah:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur nasional Iduladha 1447 Hijriah
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah

Penetapan ini menjadi acuan penting bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan, mudik singkat, hingga pelaksanaan ibadah kurban.

Baca juga: Kapan Lebaran Haji 2026? Ini Jadwal Idul Adha Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Penetapan Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah

Selain pemerintah, organisasi Islam seperti Muhammadiyah juga telah menetapkan kalender Hijriah jauh hari sebelumnya.

Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Iduladha 1447 H diputuskan jatuh pada:

10 Zulhijah 1447 H: Rabu, 27 Mei 2026

Penetapan ini menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu pendekatan astronomi murni tanpa menunggu rukyat.

Menariknya, tanggal yang ditetapkan Muhammadiyah tahun ini bertepatan dengan jadwal pemerintah, sehingga potensi perbedaan perayaan relatif kecil.

Rangkaian Penting Zulhijah 1447 Hijriah

Selain hari raya, terdapat beberapa tanggal penting yang menjadi bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha:

  • 1 Zulhijah 1447 H: 18 Mei 2026
  • 9 Zulhijah (Hari Arafah): 26 Mei 2026
  • 10 Zulhijah (Iduladha): 27 Mei 2026

Hari Arafah memiliki keutamaan tersendiri, terutama bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, yaitu dianjurkan untuk berpuasa.

Dalam buku Keutamaan Hari-Hari Besar Islam karya Abdul Wahid, dijelaskan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.

Baca juga: Lebaran Haji 2026 Bulan Apa? Ini Jadwal Lengkap Idul Adha, Libur, dan Tanggal Pentingnya

Mengapa Disebut Lebaran Haji?

Istilah “Lebaran Haji” bukan istilah formal dalam fikih, tetapi populer di masyarakat Indonesia. Penyebutan ini berkaitan erat dengan puncak ibadah haji di Makkah.

Pada 9 Zulhijah, jutaan jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, yang menjadi rukun utama haji. Keesokan harinya, umat Islam di seluruh dunia merayakan Iduladha dengan:

  • Salat Id berjamaah
  • Penyembelihan hewan kurban
  • Distribusi daging kepada masyarakat

Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa Iduladha merupakan simbol ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS kepada perintah Allah, yang kemudian diabadikan dalam syariat kurban.

Libur Idul Adha 2026: Momentum Religi dan Sosial

Penetapan libur nasional dan cuti bersama bukan sekadar agenda administratif, tetapi membuka ruang bagi umat Islam untuk:

  • Menjalankan ibadah kurban dengan lebih khusyuk
  • Berkumpul bersama keluarga
  • Berbagi dengan sesama, terutama kaum dhuafa

Dalam perspektif sosial, Idul Adha juga memperkuat nilai solidaritas. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol distribusi kesejahteraan yang merata.

Baca juga: Jadwal Haji 2026 Resmi, Jemaah Berangkat 21 April hingga Pulang 1 Juli

Relevansi Idul Adha di Era Modern

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, Iduladha tetap menghadirkan makna mendalam. Ia bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga pengingat tentang:

  • Pentingnya pengorbanan
  • Keikhlasan dalam beribadah
  • Kepedulian sosial terhadap sesama

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menekankan bahwa esensi ibadah bukan pada bentuk lahiriah semata, tetapi pada ketulusan hati dan kesadaran spiritual yang menyertainya.

Kesimpulan

Lebaran Haji 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, dengan cuti bersama pada 28 Mei 2026.

Baik pemerintah melalui Kementerian Agama maupun Muhammadiyah menunjukkan kesamaan tanggal, sehingga umat Islam dapat menyambutnya secara serentak.

Lebih dari sekadar tanggal merah, Idul Adha adalah momentum spiritual yang mengajarkan arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial, nilai-nilai yang tetap relevan di setiap zaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Mbah Kasrun, Calon Haji Tertua 102 Tahun dari Banjarmasin, Berangkat ke Makkah
Aktual
PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji
PPIH Bentuk Timsus Mina, Bantu Jemaah Haji Lansia dan Sakit saat Puncak Haji
Aktual
Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda
Kamar Haji Ramah Lansia di Makkah, Ada Pegangan Khusus dan Akses Kursi Roda
Aktual
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Sejarah Kiswah Ka’bah: Siapa Sosok Pertama yang Menyelimutinya?
Aktual
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Bawa Secarik Kertas Doa, Pasutri Wonosobo Sujud Syukur Setibanya di Jeddah
Aktual
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Puncak Haji 2026 Dimulai 25 Mei, Jutaan Jemaah Bergerak ke Armuzna
Aktual
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Puasa Tarwiyah 2026 Jatuh pada Hari Senin, Bisakah Niatnya Digabung?
Aktual
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Doa saat Mabit di Muzdalifah, Dibaca Setelah Wukuf di Arafah
Aktual
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Mengenal Mina, Kota Tenda Putih Terbesar di Dunia saat Musim Haji
Aktual
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi
Aktual
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji
Doa dan Niat
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan
Aktual
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Libur 6 Hari dan Hitung Mundurnya
Aktual
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”
Aktual
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com