Editor
KOMPAS.com-Umat Islam di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada tahun 2026.
Penentuan tanggal Idul Adha menjadi penting karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah kurban dan rangkaian ibadah haji.
Pemerintah telah menetapkan jadwal libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.
Di sisi lain, Muhammadiyah juga telah lebih dulu menetapkan tanggal Idul Adha.
Baca juga: Ini Jadwal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah
Berdasarkan SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Hari Raya Idul Adha 1447 H ditetapkan pada Selasa, 27 Mei 2026.
Cuti bersama Idul Adha juga ditetapkan pada Kamis, 28 Mei 2026.
Penerbitan SKB ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas hari kerja serta menjadi pedoman bagi instansi pemerintah dan swasta.
“Penetapan tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah, Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, dan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama,” disebutkan dalam SKB yang ditandatangani pada 19 September 2025.
Penetapan resmi Idul Adha tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Penetapan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.
Dalam maklumat tersebut, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Hari Arafah atau 9 Zulhijah ditetapkan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Sementara itu, Hari Raya Idul Adha atau 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Penetapan ini mengacu pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan tahun 2024.
Baca juga: Kapan Puasa 2026 Tiba? Jadwal Lengkap Ramadhan hingga Idul Adha
Penentuan Hari Raya Idul Adha dilakukan melalui dua metode utama, yaitu hisab dan rukyat.
Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan.
Metode rukyat dilakukan dengan pengamatan langsung hilal di berbagai titik.
Pemerintah menggabungkan kedua metode tersebut melalui sidang isbat untuk menghasilkan keputusan nasional.
Sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai dasar penetapan kalender Hijriah.
Mengetahui jadwal Idul Adha membantu umat Islam mempersiapkan ibadah dengan lebih baik.
Idul Adha identik dengan ibadah kurban yang memiliki nilai sosial dan spiritual tinggi.
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan sunnah seperti puasa Arafah, takbir, dan sedekah.
Momentum Idul Adha menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang