Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2 Waktu Mustajab di Hari Jumat, Kapan Doa Pasti Dikabulkan?

Kompas.com, 2 April 2026, 11:41 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Hari Jumat menempati posisi istimewa dalam tradisi Islam. Ia bukan sekadar hari berkumpulnya umat Muslim untuk menunaikan salat Jumat, tetapi juga momentum spiritual yang diyakini menyimpan satu waktu paling mustajab untuk berdoa.

Dalam berbagai hadis sahih, Rasulullah SAW menyebutkan adanya satu “saat istimewa” di hari Jumat, di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak oleh Allah SWT.

Namun, waktu tersebut tidak dijelaskan secara eksplisit, sehingga memunculkan beragam penafsiran di kalangan ulama.

Lalu, kapan sebenarnya waktu mustajab itu terjadi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Makna Waktu Mustajab di Hari Jumat

Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menjadi dasar utama pembahasan ini. Rasulullah SAW bersabda bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu yang sangat singkat, di mana setiap doa yang dipanjatkan seorang Muslim akan dikabulkan.

Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani dijelaskan bahwa ketidakjelasan waktu tersebut justru memiliki hikmah, yaitu agar umat Islam memperbanyak doa sepanjang hari Jumat, bukan hanya pada satu waktu tertentu.

Dengan kata lain, Jumat menjadi hari penuh doa, bukan sekadar momen sesaat.

Baca juga: 10 Waktu Mustajab untuk Berdoa dan Adab Agar Doa Dikabulkan Allah

Pendapat Pertama: Saat Khutbah hingga Salat Jumat

Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu mustajab terjadi ketika imam mulai duduk di antara dua khutbah hingga selesainya salat Jumat.

Pendapat ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari, yang kemudian diperkuat oleh sahabat Abdullah bin Umar.

Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah SAW menunjuk waktu antara khutbah dan salat sebagai momen mustajab.

Dalam konteks ini, jamaah dianjurkan untuk:

  • Khusyuk mendengarkan khutbah
  • Memperbanyak doa dalam hati
  • Menghindari hal-hal yang mengganggu kekhusyukan

Dalam buku Keutamaan Hari Jumat karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz disebutkan bahwa kehadiran hati saat khutbah menjadi kunci utama agar seorang hamba bisa meraih keberkahan waktu tersebut.

Pendapat Kedua: Setelah Ashar hingga Menjelang Maghrib

Pendapat lain yang dinilai kuat menyebutkan bahwa waktu mustajab berada di penghujung hari Jumat, yaitu setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.

Pendapat ini didukung oleh sejumlah sahabat, seperti Abdullah bin Sallam, serta diperkuat oleh riwayat dari Abu Hurairah RA dan pandangan Imam Ahmad bin Hanbal.

Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan bahwa waktu tersebut adalah saat di mana doa sangat berpeluang dikabulkan.

Hadis lain dari Jabir bin Abdillah bahkan menyebutkan bahwa hari Jumat memiliki 12 waktu, dan salah satunya adalah waktu mustajab yang dianjurkan untuk dicari setelah Ashar.

Dalam buku Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi dijelaskan bahwa waktu setelah Ashar merupakan momen yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, karena berada di antara dua waktu penting, siang yang hampir berakhir dan malam yang akan datang.

Baca juga: 8 Keutamaan Baca Yasin di Malam Jumat, Dikabulkan Segala Hajat

Hikmah Perbedaan Pendapat Ulama

Perbedaan pandangan mengenai waktu mustajab bukanlah bentuk pertentangan, melainkan kekayaan khazanah keilmuan Islam.

Dalam buku Merayakan Khilafiyah karya Zikri Darussamin dijelaskan bahwa perbedaan pendapat ulama justru memberikan keluasan bagi umat dalam beribadah.

Umat tidak dibatasi pada satu waktu tertentu, melainkan didorong untuk menghidupkan seluruh hari Jumat dengan doa.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam tidak membatasi, tetapi mengarahkan umat untuk lebih dekat kepada Allah dalam berbagai kesempatan.

Strategi Mengoptimalkan Hari Jumat

Agar tidak kehilangan momen mustajab, umat Islam dianjurkan untuk mengisi hari Jumat dengan berbagai amalan, seperti:

  • Memperbanyak doa sejak pagi hingga malam
  • Membaca Al-Qur’an, terutama Surat Al-Kahfi
  • Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
  • Berdzikir dan beristighfar
  • Memperbaiki hubungan dengan sesama

Dalam buku Spiritualitas Islam di Era Modern karya Prof. Dr. Komaruddin Hidayat disebutkan bahwa konsistensi dalam ibadah kecil justru menjadi kunci ketenangan jiwa di tengah kehidupan modern yang kompleks.

Baca juga: 10 Doa di Pagi Hari agar Dimudahkan Segala Urusan dan Rezeki Lancar

Momentum Reflektif di Hari Jumat

Hari Jumat sejatinya bukan hanya tentang kewajiban salat berjamaah, tetapi juga ruang refleksi spiritual.

Di tengah rutinitas yang padat, Jumat menghadirkan jeda untuk kembali mengingat tujuan hidup dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Dua waktu mustajab yang disebutkan ulama, saat khutbah hingga salat Jumat, serta setelah Ashar hingga Maghrib menjadi peluang besar yang sayang untuk dilewatkan.

Dengan memperbanyak doa di kedua waktu tersebut, seorang Muslim tidak hanya berharap dikabulkan hajatnya, tetapi juga membangun kedekatan yang lebih dalam dengan Sang Pencipta.

Pada akhirnya, rahasia waktu mustajab di hari Jumat bukan sekadar soal kapan, tetapi bagaimana seorang hamba memanfaatkan setiap detiknya dengan penuh keikhlasan dan harapan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Memaknai Usia 40 Tahun dan Fase Kahulah
Aktual
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jika Tak Bisa Berkata Baik, Maka Diam adalah Keselamatan
Aktual
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa Agar Dagangan Laris dan Berkah, Lengkap Arab, Latin, serta Amalan Pembuka Rezeki
Doa dan Niat
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Kemenhaj Terapkan Manasik Kesehatan Mulai Haji 2027, Apa Dampaknya bagi Jamaah?
Aktual
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
5 Aktivitas yang Sebaiknya Dihindari Umat Muslim Saat Adzan Berkumandang
Aktual
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Mustajab Malam Jumat agar Keinginan Dikabulkan, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Nabi Sulaiman untuk Mengusir Semut di Rumah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Kemenag Ubah Metode Bimbingan Perkawinan, Materi Disesuaikan dengan Usia Calon Pengantin
Aktual
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Gaji dan Tunjangan ASN Kemenag Dibayar Lewat PPP Mulai Agustus 2026
Aktual
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Kemenpar Kembangkan 15 Provinsi sebagai Destinasi Wisata Ramah Muslim, Ini Daftarnya
Aktual
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Menhaj: Presiden Prabowo Tak Akan Campuri Pemilihan Ketua PBNU di Muktamar NU 2026
Aktual
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Menhaj Kaji Bandara Dhoho Kediri Jadi Embarkasi Haji untuk Kurangi Kepadatan di Juanda
Aktual
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Persiapan Penyelenggaraan Haji 2027 Fokus pada Layanan Kesehatan
Aktual
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Dugaan Penipuan Berkedok Fatwa Halal MUI Terkait Kripto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 1,8 Miliar
Aktual
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Gelombang Panas Melanda UEA, Suhu Diprediksi Tembus 46 Derajat Celsius
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar