Editor
KOMPAS.com - Kementerian Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta terus mengoptimalkan layanan Makkah Route untuk mempercepat proses keberangkatan jemaah calon haji Indonesia tahun 2026.
Program ini memungkinkan pemeriksaan paspor dan visa Arab Saudi dilakukan sejak di Indonesia sebelum jemaah terbang ke Tanah Suci.
Dengan sistem tersebut, jemaah tidak lagi harus menjalani antrean panjang pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi.
Baca juga: Saudi Tinjau Embarkasi Makassar, Layanan Makkah Route Haji 2026 Dipastikan Lebih Cepat
Hingga pertengahan Mei 2026, puluhan ribu jemaah telah memanfaatkan layanan ini dari sejumlah embarkasi besar di Indonesia.
Dilansir dari Antara, Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan layanan Makkah Route mampu mempercepat proses pemeriksaan keimigrasian jemaah calon haji.
Baca juga: Gelombang Perdana Jemaah Haji 2026 Tiba di Madinah, Program Makkah Route Makin Luas ke 10 Negara
Galih menjelaskan, melalui layanan tersebut jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang untuk pemeriksaan paspor dan visa saat tiba di Arab Saudi.
"Jauh sekali saya rasa (perbedaan durasi pemeriksaan imigrasi tanpa Makkah Route). Ketika kita harus dihadapkan dengan antrean yang panjang, pertama itu exhausting (melelahkan) secara physical (fisik), yang kedua mentally (secara mental)," ujarnya saat ditemui di Tangerang, Banten, Minggu (17/5/2026).
Di Indonesia, layanan Makkah Route tersedia di empat bandara internasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Galih menyebutkan Kanim Soetta menyediakan sepuluh konter Makkah Route. Pada setiap konter tersebut, petugas imigrasi Arab Saudi langsung melakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian jemaah Indonesia.
"Yang seharusnya clearance (pemeriksaan) keimigrasian dari Arab Saudi dilakukan di negara Arab Saudi, saat ini dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta," tuturnya.
Menurut Galih, layanan Makkah Route bertujuan mempercepat mobilitas jemaah calon haji.
Pemeriksaan dokumen dilakukan sejak di Indonesia sehingga jemaah dapat langsung menuju penginapan dan fokus menjalankan ibadah ketika tiba di Arab Saudi.
"Harapannya, pertama, negara hadir; yang kedua, memberikan efisiensi proses dan jemaah haji tidak lagi disibukkan dengan clearance (pemeriksaan) nanti di Arab Saudi," katanya.
Tahun ini, Kanim Soetta ditargetkan melayani 35.285 jemaah calon haji dari tiga embarkasi, yaitu Pondok Gede, Bekasi, dan Cipondoh.
Hingga Minggu (17/5/2026), sebanyak 30 ribu jemaah telah dilayani melalui program Makkah Route. Jumlah tersebut dihitung sejak pemberangkatan pertama pada 22 April 2026.
Adapun pemberangkatan terakhir jemaah calon haji melalui layanan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 mendatang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang