Editor
KOMPAS.com - Penamaan hari dalam bahasa Arab memiliki makna yang berkaitan dengan urutan dan fungsi waktu dalam satu pekan.
Setiap nama hari tidak hanya menunjukkan posisi dalam hitungan minggu, tetapi juga memiliki akar kata yang menjelaskan maknanya.
Dalam literatur Islam klasik, penamaan ini juga berkaitan dengan tradisi masyarakat Arab sebelum Islam.
Pada masa jahiliyah, setiap hari memiliki sebutan berbeda yang kemudian mengalami perubahan.
Baca juga: Kumpulan Kata Islami Bahasa Arab untuk Percakapan Sehari-hari
Nama-nama hari dalam bahasa Arab disusun berdasarkan urutan bilangan dalam satu pekan.
Sebagai catatam kata يَوْم (Yaum) berarti "hari”, sehingga, Yaumul Ahad berarti "hari Minggu”.
Penamaan nama hari dalam bahasa Arab tersebut dimulai dari hari pertama hingga hari ketujuh, dengan makna yang merujuk pada angka dan aktivitas tertentu.
Penjelasan mengenai hal ini dapat seperti dikutip dari Buku Pintar Sejarah Peradaban Islam (2016) terjemahan H. Masturi Irham, Lc dan H Malik Supar, Lc.
Kata Al-Ahad memiliki makna Al-Wahid (satu), yaitu bilangan pertama sekaligus hari pertama dalam seminggu. Pada masa jahiliyah, hari Ahad atau Minggu disebut hari Awwal.
Hari ini berasal dari kata Ats-Tsani yang berarti kedua dalam urutan minggu. Pada masa jahiliyah, hari Senin dikenal sebagai hari Ahwan.
Nama ini merujuk pada Ats-Tsalits yang berarti hari ketiga dalam seminggu. Pada masa jahiliyah, hari Selasa disebut hari Jubbar.
Kata ini berasal dari Ar-Rabi’ yang berarti hari keempat. Pada masa jahiliyah, hari Rabu dikenal dengan sebutan Dubar.
Nama ini menunjukkan hari kelima dalam seminggu, yaitu Al-Khamis. Pada masa jahiliyah, hari Kamis disebut hari Mu’nis.
Al-Jumu’ah الجُمُعَة berasal dari kata Al-Ijtima’ yang berarti berkumpul. Istilah ini juga digunakan untuk menyebut satu pekan, sebagai bentuk tasmiya al-kull bi ism al-juz’ (menyebut keseluruhan dengan sebagian, sinekdoke pars pro toto). Pada masa jahiliyah, hari Jumat dikenal sebagai ‘Arubah.
As-Sabt berarti waktu untuk beristirahat atau tenang. Ungkapan “sabata yasbutu sabtan” menunjukkan makna berhenti atau beristirahat. Pada masa jahiliyah, hari Sabtu disebut dengan Syubar, atau ada yang menyebut Syiyar.
Penamaan hari dalam bahasa Arab tidak sekadar menunjukkan urutan waktu, tetapi juga mencerminkan makna historis dan budaya yang berkembang sejak masa jahiliyah hingga masuknya pengaruh Islam.
Perubahan istilah pada setiap hari menunjukkan adanya pergeseran pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan nilai waktu dalam kehidupan.
Dengan memahami arti nama-nama hari ini, umat Muslim dapat melihat bagaimana bahasa dan tradisi saling berkaitan dalam membentuk peradaban.
Hal ini juga memperkaya wawasan tentang konsep waktu dalam Islam yang tidak terlepas dari nilai ibadah dan kebersamaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang